Friday, 28 December 2012

Pintar Menggunakan Kartu Kredit

Kebiasaanku menggesek CC alias credit card alias kartu kredit saat belanja kemudian intensitasku menunggu di executive lounge bandara yang lumayan sering (tentunya dengan menggesek CC juga) sempat mengundang komentar kurang enak didengar dari 2 orang teman.

sumber : www.forbes.com

Saat aku gabung untuk chatting dengan mereka di sebuah group, terjadi percakapan berikut ini :

Aku : "Kok hening?"
Teman 1 : "Sudah di lapangan, niy...aman, wilayah sudah disterilkan. Maklum, VIP mau lewat."
Teman 2 : "Percuma VIP kalo engga punya duit".
Aku : "Siapa yang mau lewat?"

Thursday, 20 December 2012

Ini Kursiku, Mana Kursimu?

Waktu nonton 5 cm di Atrium Senen kemarin, kita bertiga (aku, Ratna, en Ivna) milih buat duduk di baris E, deket lorong. Walopun saat memilih tiket, di baris A-D masih banyak seat kosong, tapi menurut kami, baris E ato F itu yang paling pas. Pandangan mata ke layar kayaknya lurus, gitu. Engga perlu mendongakkan ato menundukkan kepala demi menikmati film yang diputar.

(sumber : www.uniknih.com)
Kami baru masuk studio 2 menjelang film dimulai. Saat kami menuju ke seat kami, yaitu E 6-7-8, ternyata seat E6 sudah ditempati. Hmm, pasti ada oknum yang seenaknya sendiri, niy, pindah kursi. Aku melayangkan pandang ke arah E2 yang kosong, disusul dengan memfokuskan pandangan ke orang yang duduk di E3. Ternyata bener dugaanku, si cewe yang duduk di E3 itu tersangkanya. Dia langsung bergeser ke arah kanan, diikuti dengan pergeseran 3 orang di sebelahnya, sampai akhirnya seat E6 siap untuk aku duduki.

5 cm...Persahabatan, Impian, dan Nasionalisme

gambar ini dikirim Dina Andina Endra, via group whatsapp

Buat ngilangin ke-stres-anku sebagai koordinator lomba mencari bakat di kantor, sepulang kantor tadi aku, Ratna, en Ivna nonton 5 cm di Atrium Senen. Tentang 5 cm, awalnya adalah sebuah novel yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro. Sejak pertama kali terbit pada tahun 2005, sampai saat ini, novel 5 cm telah melampaui cetakan ke-25 dan telah tercetak sebanyak 200.000 copy. Aku pribadi, langsung jatuh cinta sama novelnya abis dikasih rekomendasi ama Fiki, seorang sahabat yang sempat aku ceritain profilnya disini. Setelah menulis novel 5 cm, Donny menulis "2" pada tahun 2011. Dengan excited, aku langsung membelinya tapi agak kecewa karena menurutku engga sekeren novel pertamanya.

Setelah kurang lebih 2 tahun si penulis menawarkan 5 cm ke berbagai production house, akhirnya 5 cm diangkat ke layar lebar oleh PT. Soraya Intercine Films dengan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Donny sebagai penulis novel juga dilibatkan sebagai salah satu penulis skenario filmnya. Premiere-nya memilih tanggal cantik, 12-12-12.

Wednesday, 12 December 2012

It's All About Choices


Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan
Kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
Dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat
(Kahlil Gibran)

Bicara tentang pilihan, malam Minggu begini aku pengen stay di kontrakan aja. Nah, biar judulnya bukan Malam Minggu Kelabu, kudu ada agenda kegiatan yang seru dunk! Ganti sprei *I love fresh laundry's smell!*, cantolin air freshener yang baru, wangi bougenvile ke kipas angin...hmmm, atmosfernya udah pas banget deh pokoknya, buat…nge-blog! Ambil notebook...ya ampun, ampe bulukan begini saking udah lama engga dipake. Ambil foldable notebook table juga biar nyaman ngetiknya...ya ampun, ga kalah bulukan! *langsung ngelap-ngelap pake tisu*


Perlengkapan udah ready semua *termasuk jeruk shantang sebagai cemilan*. Sekarang login di www.blogger.com. Langsung muncul Reading List. Scroll ke bawah, nemu beberapa tulisan terbaru dari Mba Indah, yang salah satunya langsung menarik perhatian. Isinya nyeritain kalo Bibi Titi Teliti lagi mau bagi-bagi Korean Giveaway. Setelah ngebuka link-nya, ya ampun, hadiahnya bikin ngiler sambil guling-guling! Ada handphone, ipod shuffle, souvenir dari Korea, de el el, e te ce, lan sapanunggalane. Jadi langsung pengen ikutan kontesnya, deh! Rencana nge-blog tentang Belitung, Candi Muaro Jambi, dan Samalona ditunda dulu *langsung brainwashing*

Friday, 23 November 2012

What A Day!!! - part 2 (After Office Hours)


Ngelanjutin postingan sebelumnya, pulang kantor kemarin rencananya mau nge-Mal Kelapa Gading ama de Limabuat ngebelanjain voucher yang aku ceritain disini. Tapi batal. Jadinya pulang ke kontrakan aja. Nyampe kontrakan, aku mandi, sholat, trus baca sms dari Septi, temen dari tim lain yang bakal berangkat ke Jambi juga. Ternyata dia mewakili rekan-rekan se-timnya minta ngeganti jadwal keberangkatan jadi lebih pagi. Engga jadi naik Sriwijaya yang jam 7.55, tapi naik Garuda yang jam 5.55. Dia bilang udah ngehubungin rekan se-timku yang ternyata keberatan kalo berangkatnya pagi banget, jadi tim kita engga jadi berangkat bareng. Untungnya aku belum bayar tiket kita (karena maksimal jam8 malem, jadi aku agak nyante). 

Aku langsung ngehubungin Mega Holiday buat mengganti jadwal tiga orang. Bisa siy, kata petugasnya, tapi yang Garuda maksimal pembayaran jam 19.30. Oke, deh. Aku langsung buka akun klikbca-ku. Disini aku baru menyadari kalo saldo BCA-ku engga cukup buat bayar keenam tiket itu. Mau keluar cari ATM, di luar lagi ujan. Aku nambahin saldoku di BCA dengan transfer pake sms banking BRI. Masalahnya, maksimal transfer dengan sms banking BRI tuh cuma 1 juta. Saldo BCA-ku tetep masih kurang.  

What A Day!!! - part 1 (Office Hours)

Udah gatel banget pengen nge-blog dari kemaren-kemaren, tapi karena kesibukan, apalah daya #soksibuk. Tapi hectic-nya hari aku kemaren kayanya engga boleh terlewatkan untuk ditulis deh.

Pagi harinya, semua terasa baik-baik saja. Bangun tidur jam 4.45, sholat Subuh, bobo lagi, bangun lagi...oke, kepanjangan. Langsung dicepetin, deh. Ceritanya udah di kantor niy. Setelah minum obat, langsung nyiapin beberapa hal terkait kedatangan para tamu bule (yang adalah advisor di sebuah lembaga studi yang berada di bawah German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development). Ngedit-ngedit slide presentasi, keliling ngasih undangan plus minta disiapin ruangan en konsumsi. Rencananya para bule itu bakal dateng ke kantor jam 13.30. Kemaren aku udah telponan en smsan ama salah satu International Consultant-nya buat konfirmasi kepastian meeting. With my "acak adul English" yang anehnya malah dipuji excellent sama tuh Consultant *sepertinya dia hanya basa-basi* *menunduk*


Kelar urusan persiapan kunjungan tamu bule, ganti ngerjain urusannya koperasi. Bikin-bikin surat untuk dikirim ke bendahara koperasi buat minta dana (cos ada pegawai yang mau ngutang Smartfren tablet), trus juga surat-surat ke bendahara-bendahara kantor yang gabung ama koperasi kita untuk ngajuin pemotongan gaji para pegawainya yang nyicil beli barang lewat koperasi. Jadi ceritanya kantorku punya koperasi karyawan. Aku sebagai salah satu pengurus tepatnya Seksi Usaha Lainnya, bareng Dhewi, kerjaannya ya ngurusin vendor yang mau kerjasama (demo, open table, konsinyasi). Trus kalo ada yang mau order en nyicil (pake sistem potong gaji), yang ngurusin ya aku lagi. Kalo untuk pelaporan en nganterin surat-suratnya, jatahnya Dhewi tuh. Hehehe... Urusan sama vendor ini kadang nyita waktu juga, siy. Pernah tuh, dalam sehari aku ngurusin 1 vendor yang lagi open table, plus diskusi ama 2 vendor lain yang mau konsinyasi. Kayak beginian niy, yang bikin kerjaan ad hoc-ku tambah banyak #huftt

Alhamdulillah, Menang Blog Competition

Ada satu momen penting dalam duniaku sebagai blogger #ceile yang belum sempat aku ceritain. Salah satu postinganku di blog ini yaitu Uji Nyali di Misteri Kapal Hantu, Alhamdulillah berhasil terpilih sebagai pemenang di Blogshare Competition yang diadain oleh Mal Kelapa Gading. Taunya aku jadi pemenang lewat mention di twitter en juga email yang dikirim sama panitia. Mention-nya aku dapet hari Senin kemarin pas lagi mau nonton Breaking Dawn part 2 di Djakarta XXI alias di Sarinah Thamrin. Kellan Lutz (as Emmett Cullen) keren banget, yak!!! #bukan.penggemar.Robert.Pattinson.ato.Taylor.Lautner #out.of.the.topic

Kaya gini niy, penampakan mention-nya @MKGLaPiazza :


Trus emailnya kaya gini :

  

Friday, 9 November 2012

Hasil Tes ASA (Anti-Sperm Antibody)

Setelah HSG, tes berikutnya adalah analisis sperma. Berdasar saran dari seorang teman, aku dan Mr. Banker memutuskan untuk tes sperma lengkap. Sekalian tes Halo dan ASA, gitu. Laboratorium Prodia belum menyediakan tes sperma lengkap seperti yang kita inginkan. Sehingga kita memilih Makmal Reprobiomedicine, yang banyak direkomendasikan oleh para dokter (kata mbah gugel). Lokasi laboratorium terpadu ini sebenarnya berada di kompleks FKUI di Salemba. Kita sempat dateng ke Makmal yang di FKUI, ternyata tutup. Aku lupa kalo temenku pernah bilang, sementara ini Makmal menempati Rukan Sentra Salemba Mas. Jadi kita sempat kecele. Hehehe... Oya,  sebagai perbandingan dalam hal biaya, tes sperma biasa "hanya" 250 ribu rupiah, sedangkan tes sperma lengkap (termasuk Halo dan ASA) biayanya Rp 1.270.000,- Tes sperma ini termasuk yang dibilang awkward moment. Engga usah dijelasin lebih lanjut, lah, ya, kenapa aku bisa bilang awkward.
 
Banyak faktor yang dianalisis dalam tes sperma. Mulai dari volume, konsentrasi, pergerakan, morfologi, dan masih banyak lagi. Total ada 26 item yang muncul di hasil analisisnya.  Analisis sperma dilakukan dengan alat Sperm Quality Analyzer V. Kalo tes Halo/DNA Fragmentasi, tujuannya untuk mendeteksi adanya fragmentasi DNA pada kepala spermatozoa, yang menyebabkan spermatozoa tidak mampu membuahi atau zigot yang dihasilkan tidak baik. Sedangkan tes ASA (Anti-Sperm Antibody) bertujuan untuk mengetahui apakah aku memiliki antibodi anti sperma yang tinggi.  

Lei Garden Restaurant

Yak, setelah beberapa cerita berturut-turut yang membuat pembaca menitikkan air mata #pengakuan beberapa temen, sekarang cerita yang fun aja, deh. Kasian kalo yang baca blog-ku jadi pada sedih #pukpuk yang nangis. Jadi postingan kali ini mengangkat tema de Lima's dinner di Lei Garden Restaurant. Ceritanya bermula dari hobi Ivna (yang ditularkan oleh aku :p) buat browsing daily deals.


Daily deals apaan siy? Eh, ada yang belum tau, ya? Kalo kata web ini, daily deals adalah layanan yang memberikan penawaran terhadap sebuah barang dibawah harga normal, biasanya berupa diskon. Sekarang yang namanya daily deal itu banyak banget, loh. Ada livingsocial, evoucher, disdus, diskonheboh, ogahrugi, lakupon, de el el. Beberapa situs daily deals juga punya program member get member. Jadi, buat yang belum pernah daftar, terutama untuk 2 situs daily deals yang aku tulis pertama tadi, kliknya lewat link yang aku kasih, ya... #modus biar dapet bonus member

Hasil Tes HSG

Udah lama engga nge-blog, niy. Padahal udah banyak yang nagih. Ceileh, sok iyes. Eh, tapi niy beneran, loh. Mulai dari Vivien yang bolak-balik gtalk nanya apa ada postingan baru, trus Widi yang tiap lewat mejaku mesti nanya kenapa aku engga nge-blog lagi, sampe Ratna yang suka iseng-iseng nanya lewat gtalk, apa aku lagi nge-blog. Jadi, demi menuruti permintaan penggemar #halah, aku nulis lagi, ya.

Pengennya langsung cerita tentang hasil tes di Makmal yang barusan aku ambil, yang sukses bikin aku nangis mulai dari taksi trus nyampe kantor masih lanjut lagi nangisnya. Tapi ntar engga runtut ceritanya. Jadi aku ceritain tentang tes HSG dulu aja, ya. Selasa tanggal 30 Oktober jam 1 siang kemarin aku tes HSG (Histerosalpingografi) di RSU Bunda.  Prosedur tesnya kayak gimana, udah aku ceritain di postingan terdahulu.  Yang jelas, sebelum tes, aku diminta menulis surat kesediaan untuk dilakukan tes. Trus juga pake acara ganti baju, pake semacam kimono gitu.


Banyak yang nanya, rasanya gimana waktu dites? Waktu kateter dipasang, rasanya ngilu-ngilu gitu. Waktu cairan kontras dimasukkan, perut berasa mules-mules. Dan kerasa makin mules waktu cairan kontrasnya jalan-jalan di perut. Hehehe... Oya, di postingan kemarin, aku nulis berdasar sumber yang aku baca, bahwa kita bakal diberi obat penahan nyeri dan mungkin juga antibiotik. Tapi waktu aku kemarin tes, aku engga dikasih obat-obatan sama sekali. Disesuaiin ama kondisi pasien, kali, ya? Ato mungkin harusnya aku minta? Engga tau juga deh...

Tuesday, 23 October 2012

Tentang PCOS

Kali ini aku pengen nyeritain tentang PCOS yang didiagnosakan dokter kepada aku. Maksudnya bukan apa-apa. Biar kalo ada yang nanya, kenapa aku susah hamil, bisa langsung aku kasih link blog-ku sendiri. Engga perlu repot ngejelasin, gitu. Hehehe...Apa yang aku tulis di bawah ini diambil dari berbagai sumber.

Sindroma Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS) atau juga dikenal sebagai Sindroma Stein-Leventhalmerupakan salah satu gangguan hormonal yang paling sering pada wanita (5% -10% dari wanita usia reproduksi (12-45 tahun) dan diduga menjadi salah satu penyebab utama infertilitas wanita. PCOS diartikan sebagai kumpulan gejala akibat peningkatan hormon kelaki-lakian/androgen (hiperandrogenisme) dan adanya gangguan ovulasi tanpa disertai adanya kelainan pada anak ginjal (hiperplasia adrenal kongenital), peningkatan hormon prolaktin/produksi susu (hiperprolaktinemia) atau adanya tumor/neoplasma yang memproduksi hormon androgen.




Ada juga yang menyebutkan bahwa PCOS adalah suatu keadaan di mana satu indung telur mengandung 12 folikel atau lebih. Memang istilah polikistik yang berarti adanya “banyak kista” sering kali disalah mengertikan. Banyak penderita mengira bahwa adanya “kista” berarti memerlukan pembedahan dan bahkan meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran tentang kemungkinan kanker atau penyakit ginekologi lainnya. Padahal istilah yang tepat adalah banyaknya folikel telur (ukuran 4-8mm) yang tidak berkembang yang tampak pada indung telur sebagai “kista kecil-kecil”. Berbeda dengan istilah kista yang dipakai bila pada indung telur ditemukan ruang yang berisi cairan atau benda padat dan dilapisi oleh selaput.

Seputar Pengobatan Saya

Kemarin siang aku kontrol lagi ke Dokter Anggia di RS Bunda. Seperti biasa, di-USG transvaginal (selanjutnya aku sebut USG tv). Dari pemeriksaan, terlihat bahwa kista-kista kecil yang ada tidak sebanyak bulan kemarin. Hmm, istilah kista sebenarnya kurang tepat, karena yang tampak sebagai kista-kista itu adalah folikel-folikel telur yang tidak berkembang. Semoga perkembangan kecil ini berarti.

Oya, beberapa orang yang baca postinganku kemarin kayanya masih belum tau kenapa aku sepertinya susah untuk hamil. TTC (trying to conceive) thing ini memang merupakan "big issue" buat aku. Oke, aku cerita sedikit ya. Dari awal, aku udah tahu kalo ada something wrong, karena engga tiap bulan aku dapat mens.

Waktu di Malang, aku berobat ke Dokter Rahajeng di RS Melati Husada. Dokter Ajeng menyatakan bahwa aku mengalami gangguan ketidakseimbangan hormon. Aku diresepin Cyclo-Progynova. Belum lama menjalani pengobatan di Dr. Ajeng, aku pindah ke Jakarta. Pada mulanya, aku berencana untuk mengunjungi Klinik Sam Marie yang khusus menangani infertilitas. Tapi karena lokasi kliniknya yang jauh dari tempat tinggalku, rencana itu belum juga bisa terealisasi. Sekedar info, klinik Sam Marie itu di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, padahal aku tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Friday, 19 October 2012

Setelah Test Pack Ke...Entahlah yang Keberapa...

Tadi aku pasang screenshot chatting aku tadi pagi dengan Mr. Banker sebagai display picture (DP) di BBM.


Sebagai penjelas DP di atas, aku pasang status yang engga beda jauh dengan penutup postingan aku beberapa waktu lalu.

"Kenapa kita mesti kecewa bila tak juga mendapatkan apa yang bahkan kita pun belum pernah memilikinya?" 

Engga lama setelah itu, aku terima komen-komen di bawah ini (dengan urutan sesuai masuknya bbm *penting, ya?* dan juga perubahan seperlunya, mengingat bahasa bbm-an banyak pake singkatan) :

Mba Anita  : Itu bahas tes pek kah? Sotoy aku hehehe... (setelah dijawab iya, baru lanjut komennya) Tetap semangat ya Is, Allah akan kasih di saat yang tepat. Aku doa'in semoga cepet dititipin momongan. Amiinnn....


Mba Via      : Jangan nangis dong, bawa hepi aja. Aku malah engga test pack sama sekali, daripada stres sendiri.  Kalo aku sih emang dikasih syukur, engga juga gpp, yang penting Rio (nama suaminya-Red) dan keluarga kita engga mempermasalahkan. Semua itu milik Allah, jadi kapan Allah mau ngasih ke kita itu rahasia kan? Yang penting kita udah berdoa dan ikhtiar.

Tuesday, 16 October 2012

Jadi Model? Ciyus? Miapah?

Kemarin di kantor ada sesi pemotretan untuk Annual Report alias Laporan Tahunannya kantor aku. Udah masuk episode 2 siy, soalnya episode pertamanya udah di bulan kemaren, hampir 3 minggu yang lalu. Kok bisa lama gitu selang waktunya? Hmm, maklum, PIC-nya (baca : atasanku dan aku) yang lagi banyak acara, jadinya agak susah nge-set jadwalnya :D

beberapa hasil pemotretan sesi 1 dan sesi 2

Yang jadi modelnya siapa? Ya orang-orang kantor sini aja, lah. Ngapain nyewa model mahal-mahal kalo di kantor kita sendiri banyak yang berpotensi. Walaupun engga semuanya masuk kategori fotogenik, paling engga, pada mau nurut kalo diarahin gayanya. Di antara model-model dadakan itu, pastinya ada aku dunk. Sebagai PIC, aku bener-bener engga mau melewatkan kesempatan buat nampang di Annual Report. Aku bakal muncul di cover dan juga ada beberapa foto bersama temen-temen lain di halaman dalam. 

Friday, 28 September 2012

Postingan Sekedar Pengisi Waktu

Jam sudah menunjukkan pukul 18.53 WIB, tapi aku masih di kantor. Lah, kok tumben? Lembur, gitu? Engga siy. Cuma ngabisin waktu aja sebelum berangkat ke bandara Soetta. Pesawatku ke Makassar masih lama, siy, baru akan take off jam 21.45 (moga engga delay deh). Tadi sore juga lumayan ribet nyelesein beberapa kerjaan. Secara minggu depan aku engga ada di kantor, jadi engga enak juga kalo terlalu banyak pelimpahan tugas ke Ivna. Kasian... 

Abis mau gimana coba? Aku bakalan baru masuk kantor lagi tanggal 8 Oktober. Trus tanggal 10-nya kantor kita bekerjasama dengan 1 kampus di Jakarta mau ngadain kuliah umum gitu. Urusan-urusan ama kampus itu selama ini dan tentunya juga yang terkait sama acara tanggal 10 itu emang aku yang handle. Trus tanggal 11-nya kantor kita kedatangan delegasi dari Kamboja. Aku disuruh bikin speech-nya Kepala Kantor plus materi presentasi yang akan dipaparkan nanti. Beberapa bulan kemarin ada kunjungan delegasi Sudan, siy. Jadi rencananya aku bakal edit dikit-dikit aja dari materi yang kemarin itu. Tapi tetep aja kan, artinya ada tanggungan kerjaan lain yang bakal aku bawa ke Kalimantan Tengah minggu depan -_-

Tuesday, 25 September 2012

Apa Adanya Kamu Sudah Melengkapi Saya

Judul di atas adalah kalimat yang aku ambil dari "Test Pack-The Movie". Niy kejadian nonton filmnya udah minggu lalu, siy, tapi tetep pengen aku ceritain. Oya, buat persiapan nonton Test Pack ini, aku udah bawa tisu banyak. Secara aku udah pernah baca bukunya (yang ngarang namanya Ninit Yunita, bagus deh bukunya) yang mana sangat membuatku termehek-mehek en bolak-balik nangis. Besok paginya Ratna en Ivna menginterogasi kenapa mataku bengkak. Jawabanku bikin mereka hampa, dunk : gara-gara baca buku :p Persiapan lain yang dilakukan adalah update status di BB. Status "Nonton test pack, siap2 tisu yang banyak" ini ternyata menimbulkan persepsi berbeda bagi beberapa orang. Seorang teman bbm "Bukannya ngeceknya pas pagi-pagi baru bangun tidur ya, mbak?" Hadehhh...pasti niy temen engga tahu kalo ada Test Pack yang bukan test pack *apa siy*. Jadinya aku pake acara ngejelasin kalo Test Pack yang aku maksud adalah judul sebuah film, jadi engga perlu nunggu pagi buat ngecek. Hehehe...


(sumber : www.21cineplex.com)
Tokoh sentral dalam film ini adalah sepasang suami istri bernama Rahmat dan Tata yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Acha Septriasa. Rahmat dan Tata sudah menikah selama 7 tahun namun tak juga dikaruniai anak. Ibu dari Rahmat alias mertuanya Tata tak henti menanyakan apakah Tata sudah hamil. Tata jadi benar-benar terobsesi untuk punya anak sampai punya koleksi test pack berbagai merek dan berbagai bentuk. Usaha bikin anak jalan terus sambil tak henti memasukkan taoge ke menu makanan cos katanya bagus untuk kesuburan. Karena tak juga berhasil, mereka berkonsultasi ke dokter ahli kandungan. Oleh dokter, setiap harinya Tata diminta menyuntikkan cairan hormon ke dalam tubuhnya yang mana proses itu dinamakan in vitro. Proses in vitro ini membuat psikis Tata menjadi tidak stabil.

Thursday, 20 September 2012

Uji Nyali di Misteri Kapal Hantu



Melanjutkan cerita dari postingan sebelumnya, abis makan, de Lima memutuskan untuk mengunjungi wahana Misteri Kapal Hantu. Dalam rangka menyambut Halloween, La Piazza memang menyuguhkan wahana bertema misteri itu. Sempat ragu untuk masuk gara-gara ngeliat antrian yang panjang banget. Waktu nanya ke petugas, kita dikasih tahu kalo itu antriannya terbagi menjadi 2. Yang satu ke Kapal Hantu. Satunya lagi ke Pulau Hantu. Track Kapal Hantu lebih panjang, tapi setting Pulau Hantu lebih keren. Mempertimbangkan antrian Kapal Hantu yang memang lebih pendek, kami putuskan untuk beli tiket Kapal Hantu. Karena 1 tiket berlaku untuk 2 orang, tapi karena kita berlima, mau engga mau ya beli 3 tiket. Coba ya, ada pengunjung lain yang sendirian, itu jatah 1 orang bakal aku jual deh. 5ribu juga engga papa. Halah, bener-bener engga mau rugi. Hahaha…

Sambil ngantri, kita lihat-lihat pemandangan di sekitar. Deket wahana ada booth yang menjual berbagai souvenir yang berbau horror, bangsa topeng setan kayak di film Scream, gitu. Ada juga booth untuk photo session with ghost. Talent-nya ada 2 orang cewek. Dandanannya keren, asli nyeremin. Didukung ama kostum yang oke. Tapi kok pake wedges, ya? Berasa ada yang kurang pas, jadinya.

Oldies Songs and Service Sensitivity

Kemarin malam, Yofan ngajakin hangout di La Piazza Kelapa Gading. Itung-itung refreshing cos besoknya libur Pilkada putaran kedua. Hmm, oke, emang engga ada hubungannya. Kalopun mau hangout, kita juga engga mesti nunggu besok libur. Jadi, pada dasarnya engga ada alasan kenapa kita harus hangout malam itu. Tiba-tiba Yofan ngajakin gitu aja. Whatever, it’s de Lima's time. Kita makan sambil ngedengerin live music. Oya, La Piazza yang berlabelkan The Lifestyle Center alias pusat gaya hidup itu memiliki lebih dari 60 tenant yang terdiri dari restoran, cafe, bar & lounge, karaoke, bioskop, fitness center hingga sekolah bertaraf internasional. Di dalamnya ada area untuk hangout yang terbuka. Area terbuka ini memungkinkan pula bagi resto & cafe di sini menyediakan  ‘alfresco dining area’, dimana pengunjung dapat menikmati santap malamnya dengan suasana terbuka, ditemani live music. Waktu kita sampai disana, live music-nya belum mulai. Tapi engga lama, personil-personil band-nya muncul. Lagu-lagu yang mereka bawakan tuh lagu-lagu jadul, bangsanya Love Will Keep Us Alive, Tears In Heaven,...

Kayanya Ratna, Ivna, en Budi berasa engga nyaman lama-lama disana. Aku siy seneng-seneng aja ama lagu-lagu model begitu. Mr. Banker aja kadang heran, aku tuh hidup di era kapan, siy, kok sukanya ama lagu-lagu jaman puluhan tahun yang lalu. Mending kalo cuma suka, lah ini aku pake acara apal liriknya segala! Kalo udah bermobil berdua ama Mr. Banker en nostalgiaku mulai kumat, aku setel aja lagu-lagu jadul dari MP3-ku. Ato aku cari stasiun radio yang muter lagu-lagu oldies. Trus aku nyanyi-nyanyiin deh, lagu-lagu yang bahkan Mr. Banker engga pernah denger. Kenapa ya, aku bisa cinta banget ama lagu-lagu lawas? Hmm, bingung juga gimana jelasinnya, padahal ortuku juga bukan tipe ortu yang suka nyetel lagu-lagu oldies gitu. Yang aku tahu, dari jaman kelas 3 SD aja aku udah suka ama When You Tell Me That You Love Me-nya Diana Ross. Eh, ternyata engga cuma aku yang enjoying that oldies live music. Si Yofan juga suka. Maklum siy, kita kan sama-sama punya obsesi terpendam jadi penyanyi kafe. Hihihi…

Friday, 14 September 2012

Saya dan Kantuk

Beberapa hari terakhir ini, saya cepat sekali mengantuk. Ngantuknya juga engga liat-liat waktu. Bisa siang, bisa malam. Klo malam, enaknya saya bisa langsung tidur. Kemewahan bisa langsung tidur ini bener-bener saya syukuri. Karena engga jarang saya mengalami yang namanya insomnia. Walau saya bukan satu-satunya penduduk bumi yang pernah mengalami insomnia, karena ada penelitian yang menunjukkan bahwa 30-45% orang dewasa di seluruh dunia mengalami insomnia, tapi tetep aja rasanya sangat menjengkelkan. Secara waktu yang harusnya dipakai buat beristirahat, malah dipake bengong. Hmm, engga bengong-bengong amat siy. Kalo lagi insomnia, saya biasanya mengisi kehampaan dengan nonton tivi, atau nge-blog, atau baca buku, atau nge-game. Agenda yang saya rencanakan untuk insomnia berikutnya adalah menghias kamar dengan wall-sticker. Hehehe...

Pengennya siy, kalo lagi insomnia tuh saya karaokean aja. Tapi saya engga enak ama tetangga deket rumah kalo saya nekat karaokean tengah malam. Bukan masalah bakal dilaporin ke Ketua RT, tapi kalo mereka jatuh cinta ama suara saya, trus saya ditanggap buat nyanyi di acara-acara kampung, gimana? Jadwal manggung saya bakal nambah padat, kan? Hihihi...

Saturday, 1 September 2012

Tanggal Tua? So Yesterday Banget Deh!

Sekarang tanggal 1, jadwal gajian kami. Tapi karena tanggal 1 bulan ini bertepatan dengan hari Sabtu yang adalah hari libur di sebagian besar instansi, termasuk instansi kami, dan besok adalah hari Minggu yang juga masih hari libur, jadi gajiannya mundur. Nunggu hari Senin, yaitu masih 2 hari lagi. Kalo di instansi saya sebelumnya, gajian dijadwalkan setiap tanggal 25. Kalo ternyata tanggal 25 itu jatuh di hari libur, maka gaji kami malah akan dimajukan pembayarannya. Beda instansi memang jelas beda kebijakan.

Terkait kemunduran tanggal gajian ini, beberapa teman menulis status bernada sedikit mengeluh di bbm-nya. Ada yang menulis "Tanggal muda suasana tanggal tua", ada yang menulis "Masih ada tanggal 32 dan 33, belum tanggal 1",... Saya sendiri melihat status-status bernada desperate gitu, walaupun sekaligus terkesan bercanda, jadi pengen sedikit menyindir. Kemudian saya menulis status "Belum gajian kok pada kayak orang susah, siy? Emang gajinya dikemanain aja?" Engga lama penulis status pertama (yang adalah temen seinstansi tapi beda kantor dan suaminya jelas bukan pengangguran) bbm, yang kemudian berlanjut dengan saya membalas bbm-nya. Chatting via bbm kita kurang lebih seperti ini :


Dia : "Gajinya buat beli susu formula ma pampers, bayar pembantu, dll. Engga dikemana-manain"
Saya : "Hehehe, iya deh, tapi masih banyak loh, yang gajinya di bawah gaji pegawai instansi kita dan mereka engga mengeluh"
Dia : "Belum ngerasain siy" (yang ini jelas masih terkait dengan saya'susu formula dan pembantu' thing)

Friday, 31 August 2012

Sedikit Sharing dari Diklat MC

Jam 3 pagi en aq baru selesai ngerjain PR dari diklat MC kemarin. Abisnya mau ngerjain semalem kok berasa ngantuk en capek banget. Mending bobo dulu deh. Trus bangun lagi buat bikin materi untuk perform ngemsi di diklat hari kedua besok. Lengkap dengan cue cards-nya. Jadi ceritanya aq en Yofan dikirim kantor buat ikut diklat MC di Kantor Pusat. Yang sering dapet job ngemsi di acara kantor tuh Yofan. Aq siy, jarang-jarang, lagian kalah jago jauh kalo dibandingin ama Yofan yang udah ngemsi dari jaman kuliah. Kalopun disuruh, sebisa mungkin menghindar malahan :p Bukan kenapa-kenapa, job ngemsi kan kerjaan adhoc, ya. Kalo load kerja benerannya lagi banyak, siapa yang mau tanggung jawab, coba? Mana engga ada fee, pula #malah curhat

Maklum, di instansi yang dulu, aq dapet fee tiap ngemsi. Yofan yang juga ex pegawai di instansi tersebut (kita beda kota siy) juga dapet fee tiap ngemsi. Loh, ngemsi buat acara kantor kan juga menunjukkan loyalitas kita sebagai pegawai? Iya siy, tapi ngemsi kan engga gampang, butuh kemampuan tersendiri, at least kemampuan buat sok pede en nahan malu. Hehehe...Tapi dari sharing sesama peserta diklat tadi, engga ada pilihan lain buat kita selaku MC kantor selain menerima takdir kita ini dengan tulus ikhlas, sampai kita dimutasi. Walo engga tertutup kemungkinan kantor yang baru juga akan memberdayakan kita sebagai MC lagi. Aq aja waktu masih OJT di kantor Malang disuruh ngemsi. Padahal mereka engga pernah tahu kemampuanku bercuap-cuap di depan umum. Tindakan yang agak nekat, sebenarnya, menyuruh anak magang ngemsi di acara yang dihadiri banyak pihak eksternal. Untung lancar. Aq agak curiga yang nyuruh aq ngemsi dulu itu punya naluri pencari bakat -_-

Wednesday, 29 August 2012

Tragedi Eskalator

Udah lumayan sering aq melihat atau mendengar berita tentang anak kecil yang terjepit eskalator. Tapi baru kali ini aq melihatnya langsung. Kejadiannya beberapa jam lalu, tepatnya sekitar jam 8 malam tadi. Aq, Ratna, en Ivna baru selesai makan malam di Rice Bowl Atrium Senen. Rencana kami mau lanjut beli J.Cool di J.Co. Sebelumnya mampir ke Century dulu cos Ivna mau beli beberapa vitamin gitu. Pas di Century, kami denger suara-suara keras dari arah eskalator yang persis berada di depan Century, yaitu eskalator yang membawa pengunjung turun dari lantai 1 ke lantai dasar. Kayak suara beberapa orang teriak-teriak dan nangis bareng. Otomatis kami berlarian ke arah sumber suara. Engga cuma kami bertiga, tapi juga puluhan pengunjung lain yang pada kepo. Penasaran atas peristiwa apa yang sedang terjadi.

Pemandangan yang kami lihat cukup bikin miris. Seorang anak cowok berusia 2 tahunan nangis bareng bapak-ibunya. Rupanya salah satu kaki si anak terjepit eskalator. Aq juga pengen ikut nangis jadinya. Saat itu eskalator sudah dalam kondisi mati. Rupanya sudah ada seseorang yang langsung sigap untuk menekan tombol emergency stop pada eskalator begitu kehebohan mulai terjadi. Masalah yang muncul adalah membebaskan kaki si anak yang masih terjepit. Yang bikin suasana tambah heboh adalah bapak si anak yang nangisnya lebih keras dari tangisan si anak. Sampai-sampai kami yang berada di lokasi bertanya-tanya, yang kejepit itu anak atau bapaknya siy, atau malah dua-duanya? Si ibu yang posisinya sudah berada di lantai dasar juga nangis heboh, walo juaranya tetep suara tangisan si bapak. Mungkin merasa bersalah karena kurang memperhatikan si anak saat menuruni eskalator. Entahlah...

Kenapa Musti Nge-blog?

Ngeliat jumlah pengunjung yang blogwalking kesini ternyata sudah mencapai angka 2000. Tadi siang waktu angkanya 1999 aq screenshot, lucu aja liatnya. Oke, total pageviews yang tercantum memang engga bener-bener menunjukkan jumlah pengunjung alias "orang"nya, tapi berapa kali halaman kita dibuka. Tetep aja siy, bikin hepi. Apalagi udah aq setting kalo aq sendiri yang buka blog berarti engga masuk hitungan. Aq inget waktu aq nulis artikel di kompasiana, mendapat 11 komentar, dinilai aktual oleh 1 orang, dibaca oleh 300-an orang, trus waktu di-posting di facebook-nya kompasiana mendapat 28 jempol aja rasanya udah seneng banget. Memang, angka 2000 di pageviews blog-ku tuh bener-bener belum ada apa-apanya, masih jauuuh banget dibanding jumlah pengunjung blog-blog lain yang udah mencapai angka ratusan ribu, bahkan jutaan. Beberapa kali aq mengunjungi blog yang bahkan saat aq sedang membacanya, angka penunjuk jumlah pengunjungnya berubah terus.

Sebenarnya, apa siy, yang bikin aq tiba-tiba pengen nge-blog? Mulanya aq cuma seseorang yang suka baca-baca blog-nya orang laen. Salah satunya, blognya temen jaman kuliah, yaitu Sigit. Engga tepat bener siy, kalo disebut temen jaman kuliah, cos kita cuma bareng di awal kuliah aja, trus dia pindah ke tempat perkuliahan lain yang menurutnya lebih menjanjikan untuk masa depan. Sekarang kita jadi temen seinstansi. Hehehe... Dari blogwalking ke "rumah"nya, aq jadi termotivasi buat bikin blog juga. Walo sampe sekarang belum bisa bikin postingan bermutu kayak punya dia, siy :p

Wednesday, 22 August 2012

Lebaran dan Reuni

Lagi nongkrong di Coffee Break Cafe ama Mr. Banker and friends, daripada maksain ikut ngobrol ama mereka dengan bahasan yang aq engga gitu ngerti, mending nulis aja, lah. Ditemenin secangkir Hazelnut Lattecino (ini ejaan di buku menunya emang gini, bukannya "...cinno") en sepiring fried tofu bertabur serbuk rasa balado. Terlihat autis, siy. Tapi cuek aja lah. Lumayan ada wifi gratisan. Plus ngerasa lumayan capek juga dari tadi terus-terusan ngobrol dengan orang-orang yang engga terlalu aq kenal. Sebelum terdampar di kafe di Sawojajar ini, dari siang tadi kita udah muter-muter gitu.

Pertama, ke baby shop, buat beli kado untuk 2 rekan kerjanya waktu di Malang dulu yang istri mereka baru ngelahirin. Yang satu baby boy, satunya baby girl. Abis beli kado, langsung capcus ke satu perumahan di daerah Gadang, buat ketemu si baby girl en ortunya. 1 jam ngobrol tentang baby ama ortu en nenek si baby, plus sesi memperhatikan si bunda memandikan bayinya yang baru berumur 2 minggu, kami pamit pulang. Melanjutkan baby visit ke daerah Pondok Blimbing Indah. Waktu ketemu istri dari rekannya Mr. Banker, berasa familier ama wajahnya. Ternyata dia adik kelasku SMP-SMA. Tragisnya, dia engga inget aq sama sekali. Hmm, bisa dimaklumi siy, mengingat she's one of popular girls at school. How about me ? Hihi, jelas engga termasuk :D

Saturday, 18 August 2012

Mudik, Oh Mudik

Aq lagi di Bandara Soekarno Hatta. Pesawatku ke Surabaya yang harusnya berangkat jam 9.15 delay 1,5 jam. Benernya klo aq pilih naik Batavia Air hampir selalu delay, siy. Pernah tuh aq delay 3 jam pas mau ketemuan ama Mr. Banker di Sidoarjo. Akhirnya aq baru nyampe rumah mertua jam 14.30. Padahal waktu itu hari Sabtu, trus Minggu malemnya aq udah kudu balik ke Jakarta. Bener-bener bikin emosi jiwa, deh. Tapi aq beberapa kali naik Batavia Air ke Makassar selalu on time, siy. Yang last flight, tapinya. Hehehe...

Tadi siy, pengenku nunggu sambil bobo aja. Pas posisi duduk udah pewe, trus niy mata juga udah merem, eh, bapak-bapak yang duduk di sebelahku goyang-goyangin kakinya. Paling sebel deh, klo duduk ama orang yang punya hobi kayak gini. Rasanya pengen nendang tuh kaki, deh. Karena engga tahan, aq tegur aja tuh bapak. Siapa tau dianya engga nyadar klo aktivitasnya bikin bete orang sebelahnya. Si bapak langsung berhenti goyang-goyangin kakinya,kakinya dunk. Tapi aq udah kadung melek. Ya sudahlah, aq nge-blog aja.

Thursday, 16 August 2012

Lebaran Sebentar Lagi

Niy di kantor udah sepi banget! Udah banyak yang cuti. Sore-sore gini, seruangan cuma ada 2 orang yang mana salah satunya adalah aq. Ampe tadi siang siy, masih ada Dhewi. Tapi trus jam setengah 3-an tadi dia cabut duluan (potong gaji tentunya) buat ngejar Garuda ke Surabaya jam 16.30. Tadi dia sempet nge-tweet yang cc ke aq, sempet naik ojek juga buat ngejar flight, padahal perasaan tadi pamitnya mau naek taxi ke bandara. Mana dia bawa troli lumayan gede, pula -_- Tapi hebat tuh Pak Ojek, dari Gambir ke bandara cuma 20 menit. Manteb, dah!

Tadi siang siy, aq en Dhewi sempet nge-mall, diajakin Ibu Kabid, sekalian beli makan siang cos qt berdua lagi engga puasa. Nge-mallnya bentar aja, deket, pula. Dimana lagi klo bukan di atrium senen. Hehehe, coba ya, ada atrium member card yang bisa digesek ke pintu masuk tiap qt dateng kesana. Poinnya udah bisa buat belanja gratis bulanan, kali, ya, saking seringnya aq kesana.

Wednesday, 15 August 2012

Ratna vs Tikus Raksasa

Waktu nulis ini, aq lagi mengatur nafas biar kembali normal sambil minum buavita rasa anggur yang tadi direkomendasiin ama sepupuku #penting ya, buat dibahas? Lha emang ngapain kok sampe harus mengatur nafas, emang abis lari-lari muterin monas, gitu? Sama sekali bukan! Lagian mana pernah aq lari-lari muterin monas? Yang ada malah foto-foto disana. Hehehe...Jadi Sodara-sodara, barusan saya menyaksikan langsung pertandingan seru antara Ratna melawan tikus raksasa.


Ceritanya aq lagi berkunjung ke kamarnya Ratna. Hmm, bukan sekedar saling bertamu antar penghuni kontrakan, siy, tapi beberapa hari terakhir ini aq emang hobi numpang bobo di kamarnya dia. Maklum, di kontrakan cuma tinggal qt berdua, karena Ivna, Bu Umi, en baby Nizam udah mudik duluan. sekalian mengenang kebersamaan qt di awal-awal menghuni kontrakan, yang cuma berdua, cos Ivna masih cuti melahirkan #ini apa

Tuesday, 14 August 2012

Muslimah In Style di fX

Di postingan sebelumnya, aq sempat cerita klo Sabtu tanggal 11 Agustus kemarin, sebelum ke BIC, aq bela-belain buat dandan dulu. Cos abis dari BIC mau langsung ke fX buat dateng ke acara Muslimah In Style yang merupakan kerja bareng antara Wolipop dan Caring Colours. Wlo pada kenyataannya, sempet transit bentar buat makan di D'Cost Menteng Huis. Kan ceritanya lagi engga puasa, gitu. Pas udah slese makan, aq nungguin Dhewi. Aq emang ngajak dia buat dateng. Aq kan dapetnya 2 free invitation.

Jam2-an, Dhewi sms, bilang klo udah nunggu di depan bersama motornya. Dalam perjalanan ke fX, qt sempat dicegat polisi di Thamrin. Gara-garanya Dhewi lupa nyalain lampu. STNK-nya jadi dituker ama surat tilang deh. Denda 100ribunya ntar dibayar lewat BRI aja, deh. Aq ikutan ngerasa bersalah bersalah jadinya, cos tadi aq yang nyuruh dia buat cepet-cepet berangkat. Abisnya Menteng Huis bukan tempat yang oke buat cuci mata. Sempit en engga banyak toko yang bisa dijelajahi. Mau lama-lama di D'Cost juga males, cos agak panas gitu rasanya. Jadi abis makan aja, aq pura-pura milih-milih di Body Shop aja biar engga mati gaya. Ntar aq urunin 50ribu, deh, Dhew, buat bayar tilangnya :D

Kunjungan Kelima ke Dokter A

Baru pulang dari tes kesehatan di RS Sulianti Saroso, jadi inget klo belum share perkembangan konsultasi saya dengan Dokter A #emang ada yang nanya? Jadi Sabtu kemarin adalah jadwal saya ke Dokter A lagi, karena ternyata dari 2 kemungkinan yang bisa terjadi dari kunjungan saya ke Makassar 2 minggu kemarin, ternyata qt masih belum beruntung, alias saya "dapet". Padahal klo Sabtu prakteknya di BIC. Padahal lagi, saya sempet janji ke diri sendiri, klo pas jadwal konsulnya kebarengan ama jadwal praktek di BIC, mending ditunda aja, secara di BIC ongkosnya bakal lebih mahal 65 ribu dibanding RS Bunda. Tapi dipikir-pikir, kok perhitungan amat, ya...Demi punya baby ini. Yah, sudahlah, mari qt ikhlaskan dan mari qt berangkat ke BIC. Btw, ada yang nyadar engga, klo lagi ngebahas TTC thing ini, kayanya saya lebih nyaman pke kata ganti orang pertama "saya", bukannya "aq". Entah mengapa. Dan entah mengapa juga saya merasa ini penting untuk dibahas :p

Sabtu pagi telpon ke BIC buat bikin appointment, dapet nomor antrian ke-4 alias jam 11.45. Mengingat pengalaman sebelumnya yang sukses bete karena musti nungguin dokternya lama, saya jadi males buat dateng on time. Jadilah saya bersantai-santai. Jam11-an baru deh, saya mulai siap-siap. Pake acara dandan juga cos rencananya abis dari BIC langsung capcus ke fX buat ikut acara Muslimah In Style. Ceritanya saya dapet free invitation karena berhasil menang kuis di detik.com.

Monday, 13 August 2012

Disamperin Dirut PT. KAI

Wah, banyak banget cerita yang pengen aq bagi disini. Tapi engga sempat nulis gara-gara Ivna udah cuti duluan, jadi banyak kerjaannya yang dilungsurin ke aq, secara rekan 1 seksinya cuma aq aja -_- Untung niy udah pada beres semua, tinggal nunggu revisian lebih lanjut dari Ibu Kabid #lah, klo gini mana bisa dibilang beres yak?

Tadi siang aq, Kasi aq yaitu Kasi Humas, en 1 Kasi lain di bidangku bertamu ke Stasiun Pasar Senen. Niat hati mau minta ijin buat ngadain Kampanye Simpatik besok en lusa. Bagi-bagi suvenir ke para pemudik disana. Suvenirnya handuk kecil en kipas. Pas banget kan, buat para pemudik yang naek kereta bisnis en ekonomi ;) Bagi yang mau dapetin suvenir dari qt, kudu mudik besok ato lusa. Hehehe, maksa...


Pas nungguin Kepala Stasiun yang kata bawahannya lagi engga ada di tempat, qt disamperin sama seorang bapak, langsung nanya qt ada perlu apa. Ya qt jelasin deh, niatan qt buat Kampanye Simpatik itu. Wah, tuh bapak langsung excited gitu. Mendukung, lah, intinya. Beliau pke bilang klo kegiatan qt itu udah dapet persetujuan dari Dirut. Trus bapaknya langsung nyuruh 1 anak buahnya buat ngomongin teknis kegiatannya ama qt.

Wednesday, 8 August 2012

Vote For Me #Hijab Hunt 2012

Gara-gara temen yang duduk di kubikel sebelah ngasih tau klo ada Kontes Foto Hijab Hunt 2012, aq langsung bbm Mr. Banker. Langsung request klo aq ke Makassar, kudu ada sesi pemotretan, gtu. Jadinya waktu 2 minggu lalu ke Makassar, disempetin deh, buat foto-foto di kompleks Benteng Somba Opu dan...di teras rumah :p

Hasil foto-fotonya, setelah melalui proses seleksi lumayan ketat oleh tim juri kecil, tadi pagi saya upload sekalian ngisi form pendaftarannya.
Dan mulai siang tadi...jeng...jeng...2 foto udah nangkring disini!

Friday, 3 August 2012

Ta'jil Meriah di Kantor

Selama bulan puasa, di kantor kita ada rutinitas menyiapkan ta'jil harian untuk seluruh pegawai. Lumayan banget loh, 1 porsi ta'jil tuh terdiri dari 1 kue, 1 biskuit, 3 buah kurma, dan 1 teh kemasan. Eh, jangan salah, teh kemasannya yang harganya 2ribu-an itu, loh, bukan yang harga seribuan itu. Klo menilik sejarah dimulainya ta'jil ini, yang qt dapetin tuh engga semeriah sekarang loh. Beberapa hari awal puasa, 1 porsi ta'jil hanya terdiri dari 1 kue, 3 buah kurma, dan 1 gelas Aqua. Untuk ta'jil itu, udah ada anggaran tersendiri yang disisihkan dari kas paguyuban. Untuk kurma dan Aqua juga udah ada stok. Jadi tinggal beli kuenya aja. Klo diitung-itung, jatah kue per orang tuh 3 ribu Rupiah. Hmm, pantesan kuenya cuma 1 biji. Secara belinya di Monami, harga segitu dapetnya juga yang standar banget lah.

Sampai ketika tiba giliran Bidang kami, yaitu Humas yang dapet giliran, tepatnya di hari Jumat, hari ke-7 Ramadhan. Qt merasa bahwa qt harus tampil beda! Qt musti memberi lebih dari yang biasanya qt dapatkan! Qt kudu membuat kejutan buat orang-orang yang terima ta'jil dari qt! Dari diskusi dan browsing kecil-kecilan, akhirnya qt temukan solusi untuk menyiapkan ta'jil yang lebih meriah.

Tentang Dokter Saya

Engga kerasa ya, tiba-tiba udah hari Jumat lagi :D
Tadi pagi aq punya rencana, siang ini mau ke Thamrin City ama Ivna en Dhewi. Ceritanya pengen beliin mukena, gitu, buat mama, ibu mertua, kakak, adik ipar, en ponakan. Itung-itung bingkisan lebaran *bingkisan kok cuma mukena doang, isinya?* Tapi pikir-pikir, kayaknya males juga klo siang-siang gini ke Thamcit. Emang siy, agenda tiap Jumat tuh biasanya "visit" alias nge-mall selagi para lelaki Jumatan. Sekalian makan siang gitu. Tapi klo lagi bulan puasa gini, agak males jadinya. Takutnya ntar malah pingsan, lagi, pas asyik belanja. Engga oke, keliatannya. Jadinya mukena yang direncanakan untuk dibeli tadi cukup dicari di toko online. Mana ntar waktu mudik engga perlu repot-repot bawanya, cos aq tadi minta langsung dikirim ke sidoarjo aja. 

Talking 'bout weekend, agenda weekend besok...hmm, belum ada, siy :p Klo minggu kemaren siy, siang2 gini aq udah capcus ke bandara buat terbang ke Makassar, ketemu Mr. Banker alias suami tercintah. Weits, enak banget yak, belum waktunya pulang, aq udah pulang duluan. Eh, jangan ngiri dulu...kesenangan pulang duluan itu harus dibayar dengan potong gaji, Sodara-sodara!! Tapi demi Mr. Banker tersayang, apa siy, yang engga? *kedip-kedipin mata ke suami biar uang saku ditambah*

Benernya kunjungan ke Makassar kemaren tuh bisa dibilang extraordinary. Apalagi minggu kemarennya  Mr. Banker udah ke Jakarta. Sampe2 waktu status bb-ku menginformasikan klo aq lagi di Makassar, beberapa temen langsung bbm  gtu. Ada yang mikir aq udah kangen berat ama  Mr. Banker (padahal klo aq boleh jujur, aq bahkan belum sempet kangen...oke, boong, udah kangen siy, tapi belum sampe tahap harus ketemuan :p). Ada juga yang mikir selama bulan puasa, jadwal ketemuan dari yang biasanya 3 minggu sekali berubah menjadi seminggu sekali. Walah, ngapain juga...bukannya malah rugi ya, sering2 ketemuan di bulan puasa? Secara siang-siang juga engga bisa ngapa-ngapain ini #eh 

Lha, jadi apa donk, yang membuat aq ujug-ujug ke Makassar? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena disuruh dokter. Yah, apalagi siy, yang bisa bikin qt rela beli tiket buat ketemuan di luar jadwal rutin qt klo bukan karena "trying to conceive" thing itu (selanjutnya aq sebut TTC ya).  Lucu deh, klo inget kunjungan terakhirku ke Dokter A hari selasa minggu kemarin. Just info, inisial nama depannya emang "A".

Dokter : "Oke Bu, mulai besok berhubungannya diseling sehari ya..."
Aq        : "Mulai besok, Dokter? Wah, engga bisa..."
Dokter : "Lha kenapa engga bisa?"
Aq        : "Suami saya di makassar, Dok, qt LDR-an"
Dokter : "Ya bapak diminta ksini, dunk"
Aq        : "Engga bisa juga, dok, cutinya udah abis"
Dokter : "Klo gitu, ya harus ibu kesana. Klo bisa, kamis udah disana"
Aq        : "Cuti saya juga udah abis, Dok"
Dokter : "Klo engga bisa kamis, jumat juga engga papa, bu. Lagian perkembangan sel telurnya ibu juga agak lambat. Jadi sepertinya jumat bakal lebih optimal"
Aq     : "Baik, Dok"

Percakapan selanjutnya membahas tentang jadwal konsultasi berikutnya, tentunya ada 2 jadwal yang direncanakan. First, if that TTC thing works (amin 3x), dan yang kedua, bila kami belum beruntung (jadi berasa lagi ngambil kupon undian -_-). Trus aq balik ke kantor deh.

Dalam imajinasiku,waktu aq udah keluar dari ruang periksa, Dokter A pasti hampa abis ketemu pasien yang mau program hamil tapi dikasih jadwal bikin baby malah nolak-nolak. Hmm, sekarang aq jadi ngerasa bikin baby tuh semacam bikin kue -_- 

Now let me describe Dokter A. She's pretty. Mukanya agak2 mirip Dhini Aminarti gitu. Masih muda, kayanya masih umur 35-an. Penampilannya juga chic. Terakhir aq kesana, dia pake blus toska motif polkadot, blazer dengan warna senada, en skinny jeans washed blue. Dia bahkan engga pake jas dokter! Eh, jangan2 trend dokter pake jas dokter yang putih itu emang udah lewat ya? Tapi walo cantik gitu, aq suka rada sebel ama dia.

Pernah tuh, aq udah bikin appointment hari Sabtu jam 13.15. Di BIC, karena klo Sabtu, jadwal Dokter A emang di BIC. Ceritanya aq pasien urutan kedua. Tapi ampe jam 2, Dokter A belum dateng-dateng juga. Akhirnya aq baru masuk ruangan jam 14.30. Di sesi konsultasi sebelum hari Sabtu itu aja, aq dapet no urut 1 (en dia baru dateng setelah aq nunggu setengah jam).

Ada lagi yang bikin aq males klo lagi konsul. Dokter A suka nanya "jadi proses qt udah sampe mana?" Lah, bukannya history saya bisa diliat di buku pasien yang selalu saya bawa tiap konsul, ya, Dok? Pengen deh, aq jawab kayak gitu, tapi engga sampai hati. Yang ada, aq ceritain semua prosesnya, kadang malah lengkap dari awal banget, termasuk obat-obatan apa aja yang pernah diresepin ama dokter aq tercinta itu.

Yang paling bikin hampa emang waktu momen konsul dimana saya nunggu sampe jam 14.30 di BIC tadi itu. Waktu USG dan ternyata hasilnya belum sesuai yang diharapkan, Dokter A bisa-bisanya bilang gini : "wah, ibu niy kecepetan periksanya." Hah, mana ada kayak begitu? Emangnya saya hobi gitu, konsul yang minimal kudu ngeluarin duit 385ribu itu (rinciannya : konsultasi dokter 200ribu, biaya umum RS 50ribu, biaya alat USG 125ribu, print USG 10ribu). Apalagi ternyata di BIC ini minimal abisnya 455ribu, cos ada beberapa biaya yang lebih mahal. Jadi engga ada ceritanya aq dengan hati gembira konsultasi ke dokter sakarepe dewe. Yang ada aq dateng sesuai jadwal yang udah ditentuin sama dokternya. Aq tanya dunk, "jadi benernya itungan harinya gimana siy, Dok, sampe efek obatnya keliatan?" Jawabnya "Ada rentang waktunya siy, Bu."  Hmmm, aq jadi bingung mau ngomong apa.

Trus aq baru inget klo sebelum ke BIC itu, aq sempat mampir ke lab Prodia di RS Bunda buat ambil hasil tes darah yang waktu itu diminta ama Dokter A. Tapi kenapa Dokter A engga nanyain, ya? Yah sudahlah, jadi aq inisiatif nunjukin hasil tes darah yang bikin aq pengen gigit-gigit dompet waktu bayar biayanya. 1.075.000 :'( Dokter A cuma ngeliat sekilas hasil tesnya trus bilang, "Hasil tes ini sama  dengan hasil USG. Jadi hanya memastikan klo Ibu memang PCO. Disini terlihat bahwa kadar LH ibu 11.30, itu 2 kali lipatnya kadar FSH ibu yang cuma 5,69, padahal normalnya perbandingannya 1:1. Estradiol ibu juga cuma sedikit, kurang dari 20, padahal normalnya 25-75." Hmm, oke, deh, Dok...

Wednesday, 25 July 2012

When There's A Baby

Aq nulis ini sambil nungguin ratna yang lagi maen pingpong. Di kantor udah sepi. Orang-orang udah pada pulang dari jam setengah lima tadi. Selama bulan Ramadhan, jam pulang kita emang dicepetin setengah jam. Aq sendiri klo pulang cepet malah bingung mau ngapain. Yang paling enak tuh, pulang2 langsung buka :D

Beberapa hari yang lalu ivna bawa baby nizam ke kantor. Bu Umi, pengasuh baby yang juga masakin buat qt di kontrakan lagi sakit, masuk angin gtu. Jadi daripada si baby ganteng engga keurus di rumah, mending dibawa ke kantor, deh.

Waktu udah di kantor gtu, baby nizam jadi kayak jumpa fans. Adaaa aja yang mampir buat becandain dia. Yang nyenengin, baby nizam tuh engga rewel. Waktu dibawa ke kantor kemaren, dia cuma sempet nangis sekali. Mungkin sempat ngerasa kedinginan karena AC.

Welcome To Our House

Geng de Lima kami tuh semuanya perantau. Jadi qt tuh salah lima dari para pendatang yang turut berperan dalam menghabiskan oksigen di Jakarta dan menambah sesak ibukota :D Awalnya, qt berlima tuh nge-kost. Sendiri-sendiri, siy. Yang bikin pusing tuh, ketika waktu melahirkan ivna sudah semakin dekat. Karena ternyata di kost engga boleh bawa baby. Jadi ivna mau engga mau kudu ngontrak. Dan ternyata susah nyari kontrakan yang tepat guna di Jakarta Pusat. Maksudnya tepat guna bagi ivna. Dia kan mau bawa baby en pengasuh, jadi butuh rumah yang layak dengan 2 kamar dengan lokasi engga terlalu jauh dari kantor.

Dari hasil browsing-browsing, nemu siy beberapa yang masuk kriteria. Tapi harganya kurang wajar :( Sampe akhirnya, planning berubah. Dari yang semula mau ngontrak dengan 2 kamar aja, sekarang ditambah menjadi 3 kamar, yaitu menggandeng ratna untuk ikut ngontrak juga. Jadi sekarang ivna engga browsing sendirian, en engga pusing sendirian juga :D Setelah mengubek-ubek isi berbagai website yang nawarin rumah maupun apartemen, akhirnya mereka menemukan 1 rumah di daerah Kemayoran yang memenuhi kriteria tadi. Hanya saja itu rumah punya 4 kamar. It's too much for them. Sehingga giliran aq yang dijadiin korban diajak mereka buat ngontrak bareng.

Monday, 23 July 2012

Nilai Harapan dan Nilai Kenyataan

Kemarin, ada temen nulis di fb-nya kayak gini:
Suami : Meskipun aku bukan lelaki yang selalu baik, tapi kucintai kau dengan baik-baik...
Istri : Tapi kalau kau baik, aku akan jadi lebih baik...
Suami : Andaikan aku tidak baik, tetaplah menjadi baik, selamatkan pintu surgamu sendiri...

Waktu baca postingan itu, aq langsung merasa tertohok. Selama ini, aq masih merasa seharusnya suamiku bisa bersikap lebih baik dari sikapnya sekarang. Hmm, jangan2 yang baca ini pke mikir, apakah ada KDRT dalam rumah tangga kita? Wah, kejauhan tuh, ngayalnya...

Jawabnya : sama sekali engga ada, dan engga bakal ada KDRT. Titik.
Jadi, masalah yang sering bikin aq bete, uring2an, mules, males makan itu, males mandi *emm, okay, too far adalah dia terlalu cuek...#pasang muka not interested.

Thursday, 19 July 2012

Enjoying Life

Oke, kayanya hari ini mood menulis aq lagi bagus, jadi aq pengen nulis lagi. 
#abaikan ivna yang ngomel2, klo emang aq nganggur en pengen nulis, mbok ya, nulis artikel buat lomba itu, sapa tau menang, gtu. Haduh, udah dibilang juga, otakku rada susah klo diajak mikir topik yang ruwet2 gtu -_-

Pernah denger ungkapan  "Life is a roller coaster"?

Aq ngerasa itu bener banget. Pertanyaannya, siapakah yang mencetuskan ungkapan tersebut? #?!

Pernah tuh, dalam 1 minggu aq ngerasa sangat bludrek. Kerjaan pas banyak banget trus kondisi badan juga lagi engga fit (yang batuk pilek flu lah, yang sakit punggung lah). Pokoknya berangkat kerja engga ada semangat2nya sama sekali, deh.

Bahkan sampai saat tiba hari ultahku (tepat sebulan yang lalu), mood-ku masih engga bagus. Temen2 de Lima (itu nama geng qt) yang sengaja pura2 lupa klo aq ultah ampe ngira aq bad mood krn mereka "lupa". Padahal engga juga, siy. Aq emang lagi bad mood aja, no matter what. Ke temen2ku itu, aq malah berprasangka baik : mereka emang lupa saking sibuknya kerjaan mereka. Padahal klo mereka emang rajin buka S**** (suatu aplikasi di instansiku yang terkait ama penatausahaan data pegawai), mereka juga bakal tau klo aq lagi ultah. Soalnya di aplikasi itu ada semacam birthday reminder. Jadi jangankan mereka, seluruh pegawai instansiku yang tersebar ke seluruh Indonesia juga tau klo hari itu aq lagi ultah. 

Tapi dengan menganggap mereka emang lagi sibuk ampe engga sempat ngintip update-an di aplikasi S**** itu, aq engga protes. Padahal dari pagi, udah banyak banget temen2 kantor yang ngucapin selamat. Yang entah bagaimana caranya, tiap ada yang ngucapin selamat, si Ivna (salah satu anggota geng de Lima) yang notabene 1 bidang bahkan 1 seksi ama aq, yang duduknya pun jelas engga jauh dari aq, jadi pastinya bakal denger klo ada yang ngucapin selamat asal ia duduk manis di kubikelnya, selalu pas lagi engga ada di tempat. Malemnya aq dikasih tahu klo itu udah masuk dalam perencanaan matang de Lima. Jadi entah bagaimana caranya, sebisa mungkin dia harus jarang ada di meja, jadi kemungkinan ikutan ngasih selamat cuma karena udah ada orang lain yang ngucapin duluan engga bakalan bisa terlaksana.

Oke, kembali ke bad mood-ku. Mood-ku baru lumayan membaik ketika pada siang hari, ujug2 ada mas2 dari Harvest bawa Devil Cake, kiriman dari Mba Cinta di Malang. Waktu buka kotaknya, lumayan heran juga, cos di atas cake tadi, engga ada ucapan apa pun. Aq sempat nanyain ke Mba Cinta, cos tipikal Mba Cinta kayanya engga mungkin melewatkan sesuatu yang penting semacam ucapan Happy Birthday gitu deh. Aq ampe crosscheck ke Mba Cinta buat ngebuktiin klo ada kesalahan dari pihak Harvest. Sorenya, waktu aq udah semangat buat motong2 kue, baru kepikiran buat komplain ke Harvest. Apalagi dikomporin ama salah satu Kasi di bidangku, yang cerita dulu beliau pernah komplain gtu trus ama Harvest-nya dikasih bonus cake kecil sebagai permintaan maaf. Hmm, sepertinya menggiurkan :p

Dan sudah bisa ditebak, semangat usia 21 tahun #eh untuk memotong kue langsung tergantikan dengan semangat untuk komplain. Pokoknya klo urusannya ama komplain, aq paling hobi, deh :D
Saat lagi asyik komplain lewat hp sambil mandangin kue yang aq taruh di meja rapat, tiba2 dari pintu (iya lah, masa dari jendela) muncullah geng de Lima-ku tersayang, ama Dhewi, Mas Dayat (penghuni kubikel sebelah), Kasi yang tadi ngomporin buat komplain, en bahkan ada Kepala Bidangku juga. Waaa...surprised !!! Lah, emang mereka ngapain ampe bikin aq surprised? Jadi ya, mereka tuh rame2 nyanyi Happy Birthday sambil bawa rainbow cake dari Cheesecake Factory. Oh, i love cheesecake very much! Aq terharu, darimana ya, mereka tau aq pengen ngerasain rainbow cake
#usapairmata
#tolong kesampingkan fakta klo tiap kali aq liat ada temen yang pasang pp rainbow cake, aq selalu bilang ke mereka klo aq pengen tau rasanya rainbow cake :p 
#en btw, ini kenapa rainbow cake jadi happening banget ya?

Ini dia potret ke-happy-an sore itu:
niup lilin (caption engga penting)
potong kue (sekali lagi, caption engga penting)
5 irisan pertama untuk de Lima *hug*

Oya, menindaklanjuti cerita komplain ke Harvest tadi, akhirnya engga sampe 15 menit dari aq komplain tadi, ada mas2 yang dateng sambil bawa kotak yang isinya sepotong coklat bertuliskan "Happy Birthday". Sayang sekali engga ada cake kecil permohonan maafnya. Sayangnya karena mood-ku udah bagus, jadi aq engga kepikiran tentang itu lagi.
Dan beginilah penampakan Devil Cake dari Mba Cinta :
yummy...

And that's it! Suddenly, everything seems beautiful...Kayanya bad mood yang melanda seminggu ini langsung ilang. Berganti rasa hangat karena menyadari kalo banyak temen yang care ama aq, inget ama ultah aq, inget ama kepengenan aq, inget ama kesukaan aq. Peluk de Lima *hug*
Malemnya, de Lima lanjut ke acara...traktiran ! ^^ Awalnya temen2 minta ditraktir di hanamasa, tapi trus yofan protes. Loh, yang nraktir aq kenapa dia yang protes, ya? Ternyata eh ternyata...alasannya adalah karena dia deket2 ini juga ultah. Klo aq nraktir  di hanamasa, ntar dia kudu nyari tempat laen yang selevel ama hanamasa. Semacam ada ketidakrelaan dalam penanganan bill-nya nanti :p So, setelah melalui debat panjang di parkiran motor yang berlanjut sampai motornya udah jalan ke gerbang kompleks gedung kantor qt, tercapailah kesimpulan bahwa agenda qt kali ini adalah ke Joni Steak. Tetep aja siy, mereka engga mau rugi, jadi pesennya steak en minuman paling mahal, plus nambah otak-otak juga :D Seperti biasa, momen indah tersebut *ceilee* kudu diabadikan. Jadilah yofan memaksa mas2 waiter yang lagi apes en lagi lewat deket qt untuk motoin pke hp. Setelah beberapa kali pose, akhirnya dapet juga poto yang bagus, kayak gini niy :
poto bagus versi qt ternyata cuma begini doang ya -_-

Jadi begitulah...Dari bad mood seminggu trus tiba-tiba berganti menjadi happy happy two thousand and twelve itu, kliatan banget kan, klo hidup qt tuh kayak roller coaster. Kadang di atas, kadang di bawah. Satu saat qt bisa sedih berat, di waktu berikutnya qt bisa suddenly happy. So, walo qt lagi ngerasa down, ato up, there's no other to enjoy it than enjoy it #apasiy Yah...dinikmati aja lah, semua rasa yang ada...lagi sedih ya dirasain, lagi seneng juga dirasain. Itu yang saya sebut enjoying life, menikmati hidup ;)

Have a nice day, all !!!

note:
Di tengah-tengah nulis ini, seorang temen yang pernah ketemu waktu konsultasi bareng di RSIA Bunda Menteng cerita, klo dia saat ini lagi ngantri disana en dia ketemu Marshanda. Jadi dokter qt sama dengan Marshanda !! Sesuatu banget, yah...Hehehe...
#abaikan note engga penting ini

Ketika Semuanya Lagi Makan Siang

Did i told you that I'm not too busy lately? Actually, it's really not busy at all :D Jadi berasa bingung sendiri mau ngapain. Hmm, benernya kalo aq mau, aq bisa aja memanfaatkan waktu luang yang banyak ini untuk nulis artikel dengan tema tertentu buat ngikut lomba menulis artikel yang diadain ama Kantor Pusat. Tapi temanya lumayan berat, males mikirnya. Hihihi...

Jadi sekarang lagi jam istirahat, dan lagi-lagi aq sendirian di ruangan cos orang lagi pada makan dan aq masih bayar utang puasa -_- Benernya orang2 juga makannya engga jauh, siy. tepatnya di ruang rapat yang lokasinya di deket kubikelku. Jadi walo aq kayak sendirian di ruangan, tapi suara2 mereka yang makan sambil ngobrol tetep kedengeran. Hihihi...Btw, niy aq juga masih bingung mau puasa kapan. Maunya nurut ama suami aja. Tapi dia sekarang lagi unreachable (ceritanya lagi sibuk banget ampe kalo aq bbm ato sms engga dibalas #lohjadicurhat), jadi aq juga males mau nanya kapan dia mulai puasa.
#backsound : Gabrielle - Out of Reach

Oya, kemarin waktu aq pulang kantor, satu hal yang bikin aq hepi adalah pompa air di kontrakan udah dibenerin. Entah ya, dari mulai qt nempatin kontrakan itu 3 bulan yang lalu, pompanya ga pnah bener.  Yang ada qt bolak-balik manggil tukang, en otomatis duit yg harusnya bisa kepke buat bayar tagihan air bulanan larinya jadi buat bayar tukang itu. Setelah berkali-kali pompanya dibenerin tapi engga ada hasilnya, qt en tukangnya sama-sama menyerah. Lalu berlanjut dengan kita mengeluh ke pemilik kontrakan. Yang kemudian ditindaklanjuti dengan sebuah solusi. Meminta air dari tetangga. Kebetulan tetangga sebelah rumah itu budenya si pemilik kontrakan. Jadilah setiap pagi dan sore, Bu Umi (babysitter-nya temenq yang sekaligus masak buat qt) masang selang ke kran air di halaman tetangga. Kasian deh, gara2 pompa rusak, job desc-nya Bu Umi jadi nambah. Benernya qt udah bilang, klo masalah air, ntar qt aja yang ambil2 dari sebelah. Tapi tiap pagi, yang jelas bangun duluan ya Bu Umi. Jadilah Bu Umi yang selalu ribet urusan minta air itu. Lama-lama qt juga engga enak. Engga enak sama Bu Umi yang kerjaannya tambah banyak, plus engga enak sama ibu tetangga yang qt mintain air itu. Jadi qt curhat lagi ama pemilik kontrakan. Dan tadaaa....waktu qt lagi ngantor, Bu Umi memberikan laporan bahwa pemilik kontrakan dan tukangnya dateng ke rumah dan mengganti pompa. Horeee.....problem solved !!

Dengan pompa yang udah diganti itu, hidup jadi terasa lebih bahagia deh. Biasanya aq yang nempatin kamar di lantai 2 kudu bolak-balik turun tangga klo mau ke kamar mandi ato sekedar wudhu, sekarang tinggal melangkah 4 meter dari kamarku udah langsung masuk kamar mandi. Tiap pagi mau ngantor juga engga perlu ngantre kamar mandi. Lalala...Oya, baru inget, kabar gembira ini belum aq sampein ke suamiku. Dia kan lumayan bete tuh, klo kudu turun tangga tiap mau ke kamar mandi. Ntar aja deh, ngabarinnya klo situasinya memungkinkan. Hihihi...

Wah, niy orang2 udah pada slese makan. Barusan ada si Dhewi yang lewat sambil muji aq, "Mba, nek lagi poso, ketok tambah ayu". Horeee....Eh, tapi apa korelasinya, coba? Emm, mungkin klo puasa, aq jadi kliatan tambah kurus, gtu. Ato auranya juga jadi beda, cos saya jadi lumayan alim, gtu. Ato...
"Oh, mungkin karena bajumu pas lagi apik, pink ngono", kata Dhewi lagi.
Jawabku, "Ato karena saya lagi bahagia?"#ga nyambung

Wednesday, 18 July 2012

Agenda Weekend Ini...

Pas orang-orang satu bidang mau maksi bareng menjelang Ramadhan, pas aq masih bayar utang puasa. Hadehhh...yah sudahlah, salah sendiri setahun kemarin males bayar utang. Mana semenjak di Jakarta, jadi sering sakit-sakitan, pula. Kalo lagi sakit kan kudu minum obat, jadi ga bisa puasa #alesan :p

Engga seperti hari-hari biasanya, beberapa hari terakhir ini kerjaan lagi nyante banget. Beda banget ama bulan kemarin yang berasa pengen sakit terus aja biar engga masuk kantor cos bawaannya stres banget kalo lagi di kantor, pusing ama tunggakan kerjaan yang numpuk. Masalahnya kalo udah numpuk gitu, bawaanku malah jadi bengong, engga tau mana yang musti dikerjain lebih dulu, trus ujung2nya malah pengen bobo aja. Hehehe...

Ceritanya sekarang hari Rabu. Seneng deh...Rasanya pengen nyanyi2 tralala trilili...Lah emang Rabu ada apaan, ya? Hmm, engga ada apa-apa siy, benernya. Cuma abis hari Rabu, ada hari Kamis, trus abis itu Jumat, trus Sabtu. Libur, deh! Hah? Just as simple as that, the thing that made me happy? Lho, emang engga pernah denger istilah "a simple thing called happiness"? Maksudnya engga cuma hal-hal besar yang bisa bikin kita bahagia. Tapi betapa malah hal-hal sepele dan kecil yang ternyata bisa membuat kita hepi.

Emm, tapi kalo mau lebih jujur lagi, kenapa siy aq excited banget nunggu Jumat ini. Jawabnya adalah...jreng jreng...suamiku mau datang! Lalala...Jadi ceritanya aq en suamiku tuh LDR-an, gitu. Aq di Jakarta, dia di Makassar. Ketemunya bisa di Jakarta, bisa di Makassar, di Sidoarjo (rumah mertua), atau malah di Bali kayak bulan Mei kemarin (maksudnya hunimun, tapi ketemuannya langsung di bandara Ngurah Rai). Ketemunya engga tentu juga, waktunya. Bisa 2 minggu sekali, 3 minggu sekali, 1 bulan sekali, malah pernah 2 bulan baru ketemuan gara2 aq lagi prajab, dan pernah lagi karena kita lagi marahan. Hihihi. Kayak anak abege aja, yak? :p Sekali ketemu, biasanya juga cuma 2 hari, waktu weekend doang soalnya. Bisa lebih cuma kalo kita lagi cuti ato lagi long weekend, gitu. Tapi frekuensi ketemuan yang jarang itu malah bikin kita kangen2an terus, deh. Berasa masih pengantin baru wlopun udah 2 tahun merid. Lagian frekuensi ketemuan segitu masih bikin aq bersyukur banget. temen aq suaminya pelaut. Sekalinya pulang bisa 1 bulan, tapi trus berlayar lagi 8 bulan :'(

Jadi, mari kita rencanakan agenda weekend ini.
Kemarin lusa Mas udah bilang kalo udah beli tiket Makassar-Jakarta PP. Berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar hari Jumat jam 21.30 WITA, balik ke Makassar lagi hari Minggu jam 22.45 WIB. Lumayan murah, siy. PP engga nyampe 1,1 juta. Padahal biasanya antara 1,3 ampe 1,4 juta. Yang paling parah, waktu qt abis hunimun bulan Mei itu. Buat berangkat ke Bali siy normal-normal aja, trus pulang dari Jakartanya (cos rute hunimun qt : Bali - Jogja - Pekalongan - Jakarta) tiketnya 1,3 juta. Hufftt...waktu itu aja aq sempet bete ama dia. Lagian, udah jelas lagi long weekend, trus juga udah tau kapan mau balik ke Makassar, kenapa ga beli tiket di awal, siy -_-

Eh, ini kenapa jadi ngomongin tiket, yak?
Oke, back to the topic. Jadi yang kita bahas adalah agenda siang hari. Secara lagi bulan Ramadhan, ga mungkin juga qt mengurung diri di kamar siang-siang kayak pengantin baru (ato pengantin lama yang LDR-an, seperti saya :p). Trus qt juga engga perlu membahas agenda malam hari. Kan udah jelas, taraweh. Halah *wink*

Kebetulan Sabtu tanggal 21 Juli ini, aq udah bikin appointment ama dokter kandunganku. Dalam rangka treatment PCO-ku dan penyusunan program kehamilan. PCO apaan siy? Hmmm, next time aja kali, ya, aq ngebahas ini :) Yang bikin agak ketar-ketir niy, karena konsultasi kali ini bukan di RS biasanya. Jadi ceritanya aq kemarin2 konsultasinya ke dr. A di RSIA Bunda Menteng. Nah, kalo hari Sabtu, dr. A jaganya di BIC. Masih satu grup ama RSIA Bunda siy, cuma jarak 3 gedung gitu. Tapi biasanya lebih dikhususkan untuk program bayi tabung. Yang bikin ketar-ketir itu adalah masalah biaya. Jangan-jangan biaya administrasi, fee konsultasi de el el-nya lebih mahal daripada RSIA Bunda? Semoga tidak, deh. Tapi kalo memang demikian, yah sudahlah...demi baby ini :) Sebelum ke BIC, qt mau mampir dulu di RSIA Bunda buat ambil hasil tes darah di lab Prodia yang ada di RS itu. Tes darah itu lumayan mahal loh...Rp 1.075.000 :'(
#ayo, semangat kerja cari duit!!!

Pulang dari BIC ntar belum tau mau kemana...Secara appointment-ku jam 11.15, en kayanya juga ga bakal lama, mungkin dari situ mau lanjut nonton aja. Lagi pengen nonton film What To Expect When You're Expecting. Tentang ibu-ibu hamil gitu deh. Kata temenku yang udah nonton siy, filmnya bagus. Trus kayanya temanya masuk, niy. Kan aq lagi program hamil #nyambung2in

Pulang dari nonton...ya makan lah...pas slese nonton, mestinya udah deket waktunya buka, tuh. Enaknya makan dimana, ya? #mencari inspirasi

Pulang dari buka, ya "buka" yang laen. Eits, apa siy? Maksudnya buka lemari, ambil sarung, mukena en sajadah trus sholat taraweh di mesjid deket kontrakan, gtu. Kayanya so sweet gitu, liat suami istri yang berangkat sholat bareng ke mesjid.

Pulang dari taraweh...eh, masih mau diterusin, yak, planning-nya? Kita skip aja ke hari Minggu siang, oke?

Kenapa Minggu siang? Cos feeling-ku mengatakan, abis sahur en sholat subuh, qt bakal bobo ampe siang. Hehehe...Trus ngapain, ya, kalo udah bangun? Saya masih bingung, ternyata. Yah sudahlah, besok-besok kita pikirkan lagi dengan lebih matang 
#palingan juga ampe minggu tetep ga ada planning apa2
#ujung2nya kynya bakal nge-mall

Yah, let's see :D