Thursday, 10 May 2012

Being A Flyer Girl

Minggu kemarin aku dan beberapa temen seinstansi mengadakan acara Kampanye Simpatik di bandara Soekarno Hatta. Ceritanya di instansi tempat aku bekerja, ada re-launching kegiatan something yang dilakukan secara nasional...something disini sengaja hanya aku sebut dengan istilah something soalnya kalo aku nyebutin nama kegiatannya, ntar ketauan dunk, aku kerja di mana. Karena aku posting2 ini niatnya cuman sebagai nobody, jadi ya engga usah aku sebutin aja yaaa...
   
Oke, back to the topic. Kampanye Simpatik-nya kita tuh ngapain aja, siy? Waktu aku bilang ke temen di kantor kalo aku mau Kampanye Simpatik, dia mikirnya kita semacam mau orasi ato apa lah, yang halo-halo di depan umum, gitu. Padahal siy, engga gitu juga. Kita cuma pengen masyarakat aware akan kegiatan something kita itu. Acaranya siy cuma bagi-bagi flyer, stiker, en bolpoin.
 

Kegiatan something itu dimulai dengan acara ramah tamah ama VP, manajer dan beberapa pegawai di Kantor Pusat Angkasapura II. Secara kita mau Kampanye Simpatik di wilayahnya mereka, kita harus minta ijin dulu dunk, ama yang punya bandara. Eh, yang ngelola maksudnya. Whatever lah, you know what I mean... ramah tamah disini ga pake acara sarapan bareng atau apa. Cuma ngobrol aja sambil minum teh :D Trus foto2an. Jadi semacam ada salah satu perwakilan kita menyerahkan secara simbolis beberapa set barang yang kita bawa trus difoto gtu. Lumayan lah, mengurangi bawaan kita. Hehehe...

Sebentar, sebenarnya aku niy mau cerita apa siy? Kok pendahuluannya panjang begini...

Oke, aku udah inget. Sebelum lanjut cerita, aku pajang dulu ya, foto aku waktu bagiin "paket" ke mba pramugari ;) Anyway, aku sempet punya cita-cita jadi pramugari. Tapi karena engga bisa berenang, batal deh...Hehehe...


 Inti Kampanye Simpatik kita tuh kan bagi-bagi bla bla bla yang udah aku sebutin tadi. Kita membagi diri menjadi beberapa kelompok yang menyebar ke berbagai lokasi di terminal 1 bandara. Awalnya siy, gampang aja bagiinnya. Karena 400 "paket" pertama terdiri dari flyer, stiker, dan bolpoin. Orang-orang yang dapet “paket” pada seneng tuh dapet bolpoin gratisan. Sebagian orang nanya acara ini dalam rangka apa. Sebagian lagi cuma diem pasrah sambil terima "paket" kita. Sebagian yang lain liat orang di deketnya dapet "paket" yang ada bolpoin gratisnya langsung ikutan minta. Kayak gini niy, yang bikin kita hepi. Engga perlu lirak-lirik cari mangsa, mereka udah minta dijadiin mangsa. Wait, "mangsa"? Hmm, istilah yang sangat kurang tepat sepertinya. Yah, sudah lah, once again, you know what I mean...

Semuanya lancar-lancar aja sampai tiba saat dimana kita sudah kehabisan bolpoin, padahal flyer dan stiker masih banyak. Mau dibawa balik ke kantor males juga, masih banyak siy. Walau dengan absennya bolpoin, kita tetap harus semangat membagikan "paket" model baru yang hanya terdiri dari flyer dan stiker. So, kami bermetaforfosa menjadi flyer girl dan flyer boy dan disinilah aku (dan mungkin temen2 yang lain) merasakan beratnya pekerjaan seorang pembagi brosur. Karena mulai capek jalan-jalan, aku dan 2 temenku (satu flyer boy dan 1 fotografer -_-) memutuskan untuk berdiri aja di lorong deket anjungan. Sebagian besar orang yang kita "hadang" menolak untuk menerima flyer dan stiker yang kita bagikan. Mungkin bisa dimaklumi kalo orang-orang itu bawa barang banyak banget, jadi kedua tangannya penuh. tapi ternyata yang engga bawa apapun juga menolaknya.

Aku jadi ingat kisahnya Merry Riana yang pernah bekerja sebagai flyer girl di jalanan waktu beliau kuliah di Singapura. Eh, tau Merry Riana, kan? Itu loh, miliuner muda yang memperoleh pendapatan 1 juta dolar pertamanya di usia 26 tahun. Aku tau kisahnya karena lewat buku "Mimpi Sejuta Dolar" yang dibeliin suami ;) So inspiring, deh...


Yah, intinya aku sangat tidak berbakat menjadi flyer girl. Waktu ditolak orang, rasanya langsung pengen pulang. Padahal kerjaan bagi-bagi flyer dan stiker aku engga lebih dari 2 jam. Tapi bagi aku 2 jam itu berlangsung sangat lama. Sampai ketika tiba waktunya makan siang, rasanya bahagiaaa banget. Karena itu artinya selesailah tugas kita sebagai flyer girl and boy :D

Pelajaran yang aku dapatkan dari kegiatan hari itu adalah aku engga mau nolak lagi untuk terima brosur atau selebaran dari para pembagi brosur. Walaupun ternyata aku engga berminat untuk membeli produknya atau datang ke acaranya atau bahkan tidak berminat membaca apapun yang ada di brosurnya tadi, aku akan tetap menerimanya sambil tersenyum. Fungsi pemasaran yang melekat pada brosur itu mungkin tidak akan mengena ke diri aku. Tapi paling engga, aku membantu para pembagi brosur untuk menghabiskan tanggungan brosurnya di hari itu. Karena aku udah ngerasain sendiri kalo ngabisin ratusan brosur yang kita bawa itu susah banget :( Salut deh, untuk para pembagi brosur yang engga pernah putus asa!!! tetap semangat!!!

Friday, 4 May 2012

Over The Rainbow

Somewhere over the rainbow

Way up high

There's a land that I heard of

Once in a lullaby

Somewhere over the rainbow

Skies are blue

And the dreams that you dare to dream

Really do come true



Someday I'll wish upon a star

And wake up where the clouds are far

Behind me

Where troubles melt like lemon drops

Away above the chimney tops

That's where you'll find me

Somewhere over the rainbow

Bluebirds fly

Birds fly over the rainbow

Why then, oh why can't I?

If happy little bluebirds fly

Beyond the rainbow

Why, oh why can't I?

Lagu yang jadi soundtrack-nya The Wizard of Oz ini...one of my favourite's song. Tiap orang mungkin bakal punya pemaknaan yang berbeda tentang lagu ini. Buat aku, lagu ini tentang impian, harapan, dan warna kehidupan. Kita udah sering banget denger petuah-petuah yang intinya kalo kita yakin, kita akan bisa mewujudkan impian kita, tentunya pake embel-embel asal kita berusaha, berdoa, bla bla bla yang bikin males ngedengerinnya (apalagi ngelakuinnya :p)...

Buat aku, kita membutuhkan kehadiran harapan agar kita bersemangat menjalani hidup. Harapan memberikan rasa gembira. harapan membuat kita merasa kalo kita engga melakukan sesuatu yang sia-sia. Dengan adanya harapan, seberat apapun cobaan yang sedang kita alami, kita yakin pada suatu waktu, semua itu akan berlalu.

Selain tentang impian dan harapan tadi, yang muncul dalam bayanganku saat denger lagu ini adalah warna-warni pelangi. Dalam perjalanan hidup kita, akan banyak hal yang kita temui, dalam warna masing-masing. Warna ceria, warna suram, warna kebahagiaan, warna kesedihan, beragam warna, seperti pelangi...