Friday, 31 August 2012

Sedikit Sharing dari Diklat MC

Jam 3 pagi en aq baru selesai ngerjain PR dari diklat MC kemarin. Abisnya mau ngerjain semalem kok berasa ngantuk en capek banget. Mending bobo dulu deh. Trus bangun lagi buat bikin materi untuk perform ngemsi di diklat hari kedua besok. Lengkap dengan cue cards-nya. Jadi ceritanya aq en Yofan dikirim kantor buat ikut diklat MC di Kantor Pusat. Yang sering dapet job ngemsi di acara kantor tuh Yofan. Aq siy, jarang-jarang, lagian kalah jago jauh kalo dibandingin ama Yofan yang udah ngemsi dari jaman kuliah. Kalopun disuruh, sebisa mungkin menghindar malahan :p Bukan kenapa-kenapa, job ngemsi kan kerjaan adhoc, ya. Kalo load kerja benerannya lagi banyak, siapa yang mau tanggung jawab, coba? Mana engga ada fee, pula #malah curhat

Maklum, di instansi yang dulu, aq dapet fee tiap ngemsi. Yofan yang juga ex pegawai di instansi tersebut (kita beda kota siy) juga dapet fee tiap ngemsi. Loh, ngemsi buat acara kantor kan juga menunjukkan loyalitas kita sebagai pegawai? Iya siy, tapi ngemsi kan engga gampang, butuh kemampuan tersendiri, at least kemampuan buat sok pede en nahan malu. Hehehe...Tapi dari sharing sesama peserta diklat tadi, engga ada pilihan lain buat kita selaku MC kantor selain menerima takdir kita ini dengan tulus ikhlas, sampai kita dimutasi. Walo engga tertutup kemungkinan kantor yang baru juga akan memberdayakan kita sebagai MC lagi. Aq aja waktu masih OJT di kantor Malang disuruh ngemsi. Padahal mereka engga pernah tahu kemampuanku bercuap-cuap di depan umum. Tindakan yang agak nekat, sebenarnya, menyuruh anak magang ngemsi di acara yang dihadiri banyak pihak eksternal. Untung lancar. Aq agak curiga yang nyuruh aq ngemsi dulu itu punya naluri pencari bakat -_-


Karena peluang melarikan diri dari tugas MC ini kecil, mari kita ambil hikmahnya saja. Narasumber diklat kita tadi, seorang Kasi di instansi kami yang freelance sebagai penyiar TVRI bilang kalo ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari tampil sebagai MC. Yang pertama, menemukan kepercayaan diri. Kemudian mengenal dan dikenal banyak orang. Trus memperluas jaringan. Hmm...

Aq mau share sedikit tentang materi yang aq dapet seharian kemarin. Kendala yang mungkin timbul dalam public speaking yaitu penguasaan diri, kemampuan berbicara, penguasaan audiens, penampilan, penguasaan materi, dan demam panggung. Tiap-tiap kendala pasti dapat diatasi. Dalam upaya penguasaan diri, seorang MC perlu menggunakan alat bantu yaitu mic dan cue cards (potongan-potongan kertas yang berisi catatan teratur). Selanjutnya perlu orientasi lokasi, check dan recheck atas semua kelengkapan, dan teamwork. Sebaiknya MC didampingi oleh stage manager yang mengerti benar alur acara dan tentunya sangat membantu dalam menampilkan rangkaian acara dengan cantik. Coba kalo engga ada stage manager. Bisa saja saat MC sudah memanggil salah satu pengisi acara, ternyata yang bersangkutan engga denger. Masa iya harus MC sendiri yang lari-lari ke backstage buat manggil mereka.

Mengenai kendala terkait kemampuan berbicara, seorang MC perlu memahami bagaimana berbicara efektif. Yaitu jelas, hemat kata, mudah dimengerti, dan sampai kepada sasaran. Untuk menarik atensi audiens, MC sebaiknya menggunakan cerita yang dikuasai, membumbui dengan humor, bicara dengan jujur dan menjadi pendengar yang baik. Tidak harus memiliki suara yang bagus untuk menjadi MC. Asalkan enak didengar saja sudah cukup. MC cowok engga harus bersuara bas dan MC cewek engga harus bersuara alto. Yang penting engga cempreng dan bikin telinga audiens sakit. Hehehe...Jangan lupa untuk memperhatikan intonasi, artikulasi, lafal, pemenggalan kalimat, penekanan, dan logat.

Agar bisa menguasai audiens, MC harus mengenali karakter audiens, mengetahui strata mereka, mencari tahu apa ketertarikan mereka, apa kesamaan dengan mereka, baru dari sana bisa meraih atensi mereka! Untuk tampil di depan audiens, tentunya juga perlu persiapan khusus. Tidur cukup sebelum acara sangat penting. Berikan sentuhan berbeda pada make up, rambut, busana, sepatu, dan aksesoris yang dipakai, tentunya disesuaikan dengan acara yang akan dibawakan. Postur, gestur, dan ekspresi juga harus diperhatikan. Inget, MC adalah pusat perhatian di awal acara! Suatu penelitian yang dilakukan oleh Albert Mehrabian, seorang profesor di University of California, menemukan bahwa audiens membentuk persepsinya terhadap seorang pembicara melalui 3 aspek yaitu visual (penampilan pembicara) sebesar 55%, vokal (bagaimana pesan dibunyikan) 38%, dan verbal (konten/berita) hanya 7%. Begitu besarnya faktor penampilan dan vokal bagi seorang pembicara! Tentunya MC termasuk public speaker, dunk...

Sebagai persiapan materi, MC perlu memposisikan diri menjadi wartawan. Mendiskusikan materi dengan yang berpengalaman, menggunakan berbagai sumber informasi, lalu memilah informasi untuk kemudian menentukan informasi mana yang akan digunakan. Dengan persiapan materi yang matang, percaya diri juga akan bertambah. Selanjutnya untuk mengatasi demam panggung, konsentrasikan diri pada acara, lakukan relaksasi, dan yakinlah bahwa audiens tidak mengetahui kegugupan itu. Dengan persiapan yang baik, adaptasi yang cukup dengan kondisi dan situasi, rasa grogi dapat diatasi. Oya, dateng telat berpotensi besar dalam meningkatkan grogi. Jadi sebaiknya MC datang minimal 30 menit sebelum acara dimulai.

Kunci sukses seorang MC adalah high quality manner, percaya diri tinggi, dan latihan terus-menerus. Narasumber diklat kami bahkan mengatakan bahwa untuk penampilan selama 1 menit, dibutuhkan 1 jam latihan. Weleh, pantesan aja selama ini aq merasa ngemsiku jauh dari kata oke. Kurang latihan, siy...Dari sharing narasumber tadi, aq jadi tahu bahwa bahkan MC berpengalaman pun terkadang masih membuat kesalahan. Entah bagaimana, pengakuan tersebut sedikit melegakan hatiku. Mengingat kadang kalo aq salah sebut nama orang, atau salah-salah lainnya, aq jadi pengen jedot-jedotin kepala ke tembok, atau malah tenggelam ke dalam bumi sekalian. Hihihi...

Btw, udah subuh. Sholat dulu, yuk...

2 comments:

  1. bagian "jedot-jedotin kepalanya Q suka mba hahahaha

    ReplyDelete
  2. Hiks, hiks, ancen rasane kudu ngono, pien, nek onok kliru2 :'( Kan isin yooo... Berarti pengalaman MC-ing perdanamu wingi lancar yo?

    ReplyDelete