Friday, 28 September 2012

Postingan Sekedar Pengisi Waktu

Jam sudah menunjukkan pukul 18.53 WIB, tapi aku masih di kantor. Lah, kok tumben? Lembur, gitu? Engga siy. Cuma ngabisin waktu aja sebelum berangkat ke bandara Soetta. Pesawatku ke Makassar masih lama, siy, baru akan take off jam 21.45 (moga engga delay deh). Tadi sore juga lumayan ribet nyelesein beberapa kerjaan. Secara minggu depan aku engga ada di kantor, jadi engga enak juga kalo terlalu banyak pelimpahan tugas ke Ivna. Kasian... 

Abis mau gimana coba? Aku bakalan baru masuk kantor lagi tanggal 8 Oktober. Trus tanggal 10-nya kantor kita bekerjasama dengan 1 kampus di Jakarta mau ngadain kuliah umum gitu. Urusan-urusan ama kampus itu selama ini dan tentunya juga yang terkait sama acara tanggal 10 itu emang aku yang handle. Trus tanggal 11-nya kantor kita kedatangan delegasi dari Kamboja. Aku disuruh bikin speech-nya Kepala Kantor plus materi presentasi yang akan dipaparkan nanti. Beberapa bulan kemarin ada kunjungan delegasi Sudan, siy. Jadi rencananya aku bakal edit dikit-dikit aja dari materi yang kemarin itu. Tapi tetep aja kan, artinya ada tanggungan kerjaan lain yang bakal aku bawa ke Kalimantan Tengah minggu depan -_-

Tuesday, 25 September 2012

Apa Adanya Kamu Sudah Melengkapi Saya

Judul di atas adalah kalimat yang aku ambil dari "Test Pack-The Movie". Niy kejadian nonton filmnya udah minggu lalu, siy, tapi tetep pengen aku ceritain. Oya, buat persiapan nonton Test Pack ini, aku udah bawa tisu banyak. Secara aku udah pernah baca bukunya (yang ngarang namanya Ninit Yunita, bagus deh bukunya) yang mana sangat membuatku termehek-mehek en bolak-balik nangis. Besok paginya Ratna en Ivna menginterogasi kenapa mataku bengkak. Jawabanku bikin mereka hampa, dunk : gara-gara baca buku :p Persiapan lain yang dilakukan adalah update status di BB. Status "Nonton test pack, siap2 tisu yang banyak" ini ternyata menimbulkan persepsi berbeda bagi beberapa orang. Seorang teman bbm "Bukannya ngeceknya pas pagi-pagi baru bangun tidur ya, mbak?" Hadehhh...pasti niy temen engga tahu kalo ada Test Pack yang bukan test pack *apa siy*. Jadinya aku pake acara ngejelasin kalo Test Pack yang aku maksud adalah judul sebuah film, jadi engga perlu nunggu pagi buat ngecek. Hehehe...


(sumber : www.21cineplex.com)
Tokoh sentral dalam film ini adalah sepasang suami istri bernama Rahmat dan Tata yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Acha Septriasa. Rahmat dan Tata sudah menikah selama 7 tahun namun tak juga dikaruniai anak. Ibu dari Rahmat alias mertuanya Tata tak henti menanyakan apakah Tata sudah hamil. Tata jadi benar-benar terobsesi untuk punya anak sampai punya koleksi test pack berbagai merek dan berbagai bentuk. Usaha bikin anak jalan terus sambil tak henti memasukkan taoge ke menu makanan cos katanya bagus untuk kesuburan. Karena tak juga berhasil, mereka berkonsultasi ke dokter ahli kandungan. Oleh dokter, setiap harinya Tata diminta menyuntikkan cairan hormon ke dalam tubuhnya yang mana proses itu dinamakan in vitro. Proses in vitro ini membuat psikis Tata menjadi tidak stabil.

Thursday, 20 September 2012

Uji Nyali di Misteri Kapal Hantu



Melanjutkan cerita dari postingan sebelumnya, abis makan, de Lima memutuskan untuk mengunjungi wahana Misteri Kapal Hantu. Dalam rangka menyambut Halloween, La Piazza memang menyuguhkan wahana bertema misteri itu. Sempat ragu untuk masuk gara-gara ngeliat antrian yang panjang banget. Waktu nanya ke petugas, kita dikasih tahu kalo itu antriannya terbagi menjadi 2. Yang satu ke Kapal Hantu. Satunya lagi ke Pulau Hantu. Track Kapal Hantu lebih panjang, tapi setting Pulau Hantu lebih keren. Mempertimbangkan antrian Kapal Hantu yang memang lebih pendek, kami putuskan untuk beli tiket Kapal Hantu. Karena 1 tiket berlaku untuk 2 orang, tapi karena kita berlima, mau engga mau ya beli 3 tiket. Coba ya, ada pengunjung lain yang sendirian, itu jatah 1 orang bakal aku jual deh. 5ribu juga engga papa. Halah, bener-bener engga mau rugi. Hahaha…

Sambil ngantri, kita lihat-lihat pemandangan di sekitar. Deket wahana ada booth yang menjual berbagai souvenir yang berbau horror, bangsa topeng setan kayak di film Scream, gitu. Ada juga booth untuk photo session with ghost. Talent-nya ada 2 orang cewek. Dandanannya keren, asli nyeremin. Didukung ama kostum yang oke. Tapi kok pake wedges, ya? Berasa ada yang kurang pas, jadinya.

Oldies Songs and Service Sensitivity

Kemarin malam, Yofan ngajakin hangout di La Piazza Kelapa Gading. Itung-itung refreshing cos besoknya libur Pilkada putaran kedua. Hmm, oke, emang engga ada hubungannya. Kalopun mau hangout, kita juga engga mesti nunggu besok libur. Jadi, pada dasarnya engga ada alasan kenapa kita harus hangout malam itu. Tiba-tiba Yofan ngajakin gitu aja. Whatever, it’s de Lima's time. Kita makan sambil ngedengerin live music. Oya, La Piazza yang berlabelkan The Lifestyle Center alias pusat gaya hidup itu memiliki lebih dari 60 tenant yang terdiri dari restoran, cafe, bar & lounge, karaoke, bioskop, fitness center hingga sekolah bertaraf internasional. Di dalamnya ada area untuk hangout yang terbuka. Area terbuka ini memungkinkan pula bagi resto & cafe di sini menyediakan  ‘alfresco dining area’, dimana pengunjung dapat menikmati santap malamnya dengan suasana terbuka, ditemani live music. Waktu kita sampai disana, live music-nya belum mulai. Tapi engga lama, personil-personil band-nya muncul. Lagu-lagu yang mereka bawakan tuh lagu-lagu jadul, bangsanya Love Will Keep Us Alive, Tears In Heaven,...

Kayanya Ratna, Ivna, en Budi berasa engga nyaman lama-lama disana. Aku siy seneng-seneng aja ama lagu-lagu model begitu. Mr. Banker aja kadang heran, aku tuh hidup di era kapan, siy, kok sukanya ama lagu-lagu jaman puluhan tahun yang lalu. Mending kalo cuma suka, lah ini aku pake acara apal liriknya segala! Kalo udah bermobil berdua ama Mr. Banker en nostalgiaku mulai kumat, aku setel aja lagu-lagu jadul dari MP3-ku. Ato aku cari stasiun radio yang muter lagu-lagu oldies. Trus aku nyanyi-nyanyiin deh, lagu-lagu yang bahkan Mr. Banker engga pernah denger. Kenapa ya, aku bisa cinta banget ama lagu-lagu lawas? Hmm, bingung juga gimana jelasinnya, padahal ortuku juga bukan tipe ortu yang suka nyetel lagu-lagu oldies gitu. Yang aku tahu, dari jaman kelas 3 SD aja aku udah suka ama When You Tell Me That You Love Me-nya Diana Ross. Eh, ternyata engga cuma aku yang enjoying that oldies live music. Si Yofan juga suka. Maklum siy, kita kan sama-sama punya obsesi terpendam jadi penyanyi kafe. Hihihi…

Friday, 14 September 2012

Saya dan Kantuk

Beberapa hari terakhir ini, saya cepat sekali mengantuk. Ngantuknya juga engga liat-liat waktu. Bisa siang, bisa malam. Klo malam, enaknya saya bisa langsung tidur. Kemewahan bisa langsung tidur ini bener-bener saya syukuri. Karena engga jarang saya mengalami yang namanya insomnia. Walau saya bukan satu-satunya penduduk bumi yang pernah mengalami insomnia, karena ada penelitian yang menunjukkan bahwa 30-45% orang dewasa di seluruh dunia mengalami insomnia, tapi tetep aja rasanya sangat menjengkelkan. Secara waktu yang harusnya dipakai buat beristirahat, malah dipake bengong. Hmm, engga bengong-bengong amat siy. Kalo lagi insomnia, saya biasanya mengisi kehampaan dengan nonton tivi, atau nge-blog, atau baca buku, atau nge-game. Agenda yang saya rencanakan untuk insomnia berikutnya adalah menghias kamar dengan wall-sticker. Hehehe...

Pengennya siy, kalo lagi insomnia tuh saya karaokean aja. Tapi saya engga enak ama tetangga deket rumah kalo saya nekat karaokean tengah malam. Bukan masalah bakal dilaporin ke Ketua RT, tapi kalo mereka jatuh cinta ama suara saya, trus saya ditanggap buat nyanyi di acara-acara kampung, gimana? Jadwal manggung saya bakal nambah padat, kan? Hihihi...

Saturday, 1 September 2012

Tanggal Tua? So Yesterday Banget Deh!

Sekarang tanggal 1, jadwal gajian kami. Tapi karena tanggal 1 bulan ini bertepatan dengan hari Sabtu yang adalah hari libur di sebagian besar instansi, termasuk instansi kami, dan besok adalah hari Minggu yang juga masih hari libur, jadi gajiannya mundur. Nunggu hari Senin, yaitu masih 2 hari lagi. Kalo di instansi saya sebelumnya, gajian dijadwalkan setiap tanggal 25. Kalo ternyata tanggal 25 itu jatuh di hari libur, maka gaji kami malah akan dimajukan pembayarannya. Beda instansi memang jelas beda kebijakan.

Terkait kemunduran tanggal gajian ini, beberapa teman menulis status bernada sedikit mengeluh di bbm-nya. Ada yang menulis "Tanggal muda suasana tanggal tua", ada yang menulis "Masih ada tanggal 32 dan 33, belum tanggal 1",... Saya sendiri melihat status-status bernada desperate gitu, walaupun sekaligus terkesan bercanda, jadi pengen sedikit menyindir. Kemudian saya menulis status "Belum gajian kok pada kayak orang susah, siy? Emang gajinya dikemanain aja?" Engga lama penulis status pertama (yang adalah temen seinstansi tapi beda kantor dan suaminya jelas bukan pengangguran) bbm, yang kemudian berlanjut dengan saya membalas bbm-nya. Chatting via bbm kita kurang lebih seperti ini :


Dia : "Gajinya buat beli susu formula ma pampers, bayar pembantu, dll. Engga dikemana-manain"
Saya : "Hehehe, iya deh, tapi masih banyak loh, yang gajinya di bawah gaji pegawai instansi kita dan mereka engga mengeluh"
Dia : "Belum ngerasain siy" (yang ini jelas masih terkait dengan saya'susu formula dan pembantu' thing)