Tuesday, 23 October 2012

Tentang PCOS

Kali ini aku pengen nyeritain tentang PCOS yang didiagnosakan dokter kepada aku. Maksudnya bukan apa-apa. Biar kalo ada yang nanya, kenapa aku susah hamil, bisa langsung aku kasih link blog-ku sendiri. Engga perlu repot ngejelasin, gitu. Hehehe...Apa yang aku tulis di bawah ini diambil dari berbagai sumber.

Sindroma Ovarium Polikistik (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS) atau juga dikenal sebagai Sindroma Stein-Leventhalmerupakan salah satu gangguan hormonal yang paling sering pada wanita (5% -10% dari wanita usia reproduksi (12-45 tahun) dan diduga menjadi salah satu penyebab utama infertilitas wanita. PCOS diartikan sebagai kumpulan gejala akibat peningkatan hormon kelaki-lakian/androgen (hiperandrogenisme) dan adanya gangguan ovulasi tanpa disertai adanya kelainan pada anak ginjal (hiperplasia adrenal kongenital), peningkatan hormon prolaktin/produksi susu (hiperprolaktinemia) atau adanya tumor/neoplasma yang memproduksi hormon androgen.




Ada juga yang menyebutkan bahwa PCOS adalah suatu keadaan di mana satu indung telur mengandung 12 folikel atau lebih. Memang istilah polikistik yang berarti adanya “banyak kista” sering kali disalah mengertikan. Banyak penderita mengira bahwa adanya “kista” berarti memerlukan pembedahan dan bahkan meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran tentang kemungkinan kanker atau penyakit ginekologi lainnya. Padahal istilah yang tepat adalah banyaknya folikel telur (ukuran 4-8mm) yang tidak berkembang yang tampak pada indung telur sebagai “kista kecil-kecil”. Berbeda dengan istilah kista yang dipakai bila pada indung telur ditemukan ruang yang berisi cairan atau benda padat dan dilapisi oleh selaput.

Seputar Pengobatan Saya

Kemarin siang aku kontrol lagi ke Dokter Anggia di RS Bunda. Seperti biasa, di-USG transvaginal (selanjutnya aku sebut USG tv). Dari pemeriksaan, terlihat bahwa kista-kista kecil yang ada tidak sebanyak bulan kemarin. Hmm, istilah kista sebenarnya kurang tepat, karena yang tampak sebagai kista-kista itu adalah folikel-folikel telur yang tidak berkembang. Semoga perkembangan kecil ini berarti.

Oya, beberapa orang yang baca postinganku kemarin kayanya masih belum tau kenapa aku sepertinya susah untuk hamil. TTC (trying to conceive) thing ini memang merupakan "big issue" buat aku. Oke, aku cerita sedikit ya. Dari awal, aku udah tahu kalo ada something wrong, karena engga tiap bulan aku dapat mens.

Waktu di Malang, aku berobat ke Dokter Rahajeng di RS Melati Husada. Dokter Ajeng menyatakan bahwa aku mengalami gangguan ketidakseimbangan hormon. Aku diresepin Cyclo-Progynova. Belum lama menjalani pengobatan di Dr. Ajeng, aku pindah ke Jakarta. Pada mulanya, aku berencana untuk mengunjungi Klinik Sam Marie yang khusus menangani infertilitas. Tapi karena lokasi kliniknya yang jauh dari tempat tinggalku, rencana itu belum juga bisa terealisasi. Sekedar info, klinik Sam Marie itu di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, padahal aku tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Friday, 19 October 2012

Setelah Test Pack Ke...Entahlah yang Keberapa...

Tadi aku pasang screenshot chatting aku tadi pagi dengan Mr. Banker sebagai display picture (DP) di BBM.


Sebagai penjelas DP di atas, aku pasang status yang engga beda jauh dengan penutup postingan aku beberapa waktu lalu.

"Kenapa kita mesti kecewa bila tak juga mendapatkan apa yang bahkan kita pun belum pernah memilikinya?" 

Engga lama setelah itu, aku terima komen-komen di bawah ini (dengan urutan sesuai masuknya bbm *penting, ya?* dan juga perubahan seperlunya, mengingat bahasa bbm-an banyak pake singkatan) :

Mba Anita  : Itu bahas tes pek kah? Sotoy aku hehehe... (setelah dijawab iya, baru lanjut komennya) Tetap semangat ya Is, Allah akan kasih di saat yang tepat. Aku doa'in semoga cepet dititipin momongan. Amiinnn....


Mba Via      : Jangan nangis dong, bawa hepi aja. Aku malah engga test pack sama sekali, daripada stres sendiri.  Kalo aku sih emang dikasih syukur, engga juga gpp, yang penting Rio (nama suaminya-Red) dan keluarga kita engga mempermasalahkan. Semua itu milik Allah, jadi kapan Allah mau ngasih ke kita itu rahasia kan? Yang penting kita udah berdoa dan ikhtiar.

Tuesday, 16 October 2012

Jadi Model? Ciyus? Miapah?

Kemarin di kantor ada sesi pemotretan untuk Annual Report alias Laporan Tahunannya kantor aku. Udah masuk episode 2 siy, soalnya episode pertamanya udah di bulan kemaren, hampir 3 minggu yang lalu. Kok bisa lama gitu selang waktunya? Hmm, maklum, PIC-nya (baca : atasanku dan aku) yang lagi banyak acara, jadinya agak susah nge-set jadwalnya :D

beberapa hasil pemotretan sesi 1 dan sesi 2

Yang jadi modelnya siapa? Ya orang-orang kantor sini aja, lah. Ngapain nyewa model mahal-mahal kalo di kantor kita sendiri banyak yang berpotensi. Walaupun engga semuanya masuk kategori fotogenik, paling engga, pada mau nurut kalo diarahin gayanya. Di antara model-model dadakan itu, pastinya ada aku dunk. Sebagai PIC, aku bener-bener engga mau melewatkan kesempatan buat nampang di Annual Report. Aku bakal muncul di cover dan juga ada beberapa foto bersama temen-temen lain di halaman dalam.