Thursday, 20 December 2012

5 cm...Persahabatan, Impian, dan Nasionalisme

gambar ini dikirim Dina Andina Endra, via group whatsapp

Buat ngilangin ke-stres-anku sebagai koordinator lomba mencari bakat di kantor, sepulang kantor tadi aku, Ratna, en Ivna nonton 5 cm di Atrium Senen. Tentang 5 cm, awalnya adalah sebuah novel yang ditulis oleh Donny Dhirgantoro. Sejak pertama kali terbit pada tahun 2005, sampai saat ini, novel 5 cm telah melampaui cetakan ke-25 dan telah tercetak sebanyak 200.000 copy. Aku pribadi, langsung jatuh cinta sama novelnya abis dikasih rekomendasi ama Fiki, seorang sahabat yang sempat aku ceritain profilnya disini. Setelah menulis novel 5 cm, Donny menulis "2" pada tahun 2011. Dengan excited, aku langsung membelinya tapi agak kecewa karena menurutku engga sekeren novel pertamanya.

Setelah kurang lebih 2 tahun si penulis menawarkan 5 cm ke berbagai production house, akhirnya 5 cm diangkat ke layar lebar oleh PT. Soraya Intercine Films dengan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Donny sebagai penulis novel juga dilibatkan sebagai salah satu penulis skenario filmnya. Premiere-nya memilih tanggal cantik, 12-12-12.


(sumber : www.5cm-legacy.com)
5 cm berkisah tentang persahabatan di antara 5 orang, yaitu Genta (cowo cool dan kreatif yang dianggap sebagai leader dalam kelompok), Arial (dalam film ini semacam dianggap sosok yang paling keren...atletis, tapi takut ngadepin cewe), Riani (satu-satunya cewe dalam kelompok...kuat, cantik, tapi agak cengeng), Zafran ('the next Kahlil Gibran' wanna be, yang kelakuannya malah sering memancing tawa penonton), en Ian (dipanggil Si Gendut oleh teman-temannya, termasuk golongan mahasiswa abadi). Para pemeran 5 sahabat itu ialah Fedi Nuril (Genta), Herjunot Ali (Zafran), Raline Shah (Riani), Igor Saykoji (Ian), dan Denny Sumargo (Arial). Oya, ada juga Pevita Pearce (model klipnya Separuh Aku-Noah) yang berperan sebagai Arinda alias Dinda, adik dari tokoh Arial.

Selama 7 tahun bersahabat, 5 orang ini selalu menyempatkan diri buat ketemuan, minimal seminggu sekali. Kebersamaan yang menjadi rutinitas ini lama-lama menimbulkan perasaan jenuh pada diri Genta. Ketika dia menyampaikan kebosanan itu pada teman-temannya, mereka mengiyakan. Apalagi, mereka juga merasa kalo sepertinya mereka tidak punya teman lain di luar anggota kelompok itu. Semua mengakui rasa bosan itu, kecuali Riani. Cewe itu malah nangis mendengar pendapat teman-temannya, karena menurutnya, dia engga pernah bosan untuk selalu bersama para sahabatnya itu. 

Untuk menyegarkan kembali persahabatan mereka, Genta mengusulkan untuk berpisah sementara. Awalnya diusulkan perpisahan akan berlangsung selama 6 bulan. Namun protes dari Riani menyebabkan kesepakatan berubah menjadi 3 bulan saja. Komunikasi dalam bentuk apapun tidak boleh terjadi di antara mereka. Baik lewat telpon, sms, email, apapun! Nanti, seminggu menjelang pertemuan mereka kembali, Genta akan mengirim sms ke 4 temannya, mengabarkan dimana mereka akan bertemu kembali, dan persiapan apa saja yang harus mereka bawa. Semuanya masih dirahasiakan. Surprise, gitu, ceritanya! Namun, Genta sebagai otak dalam rencana ini sebenarnya sudah punya rencana keren yang menurutnya tidak akan dilupakan oleh kelima sahabat itu, seumur hidup.

Perpisahan mereka dijalani dengan penuh rasa kangen yang terpendam. Terutama oleh Genta yang memendam rasa cinta kepada Riani. Ada juga suatu saat dimana tanpa sengaja, Riani dan Zafran bertemu dalam sebuah chatting tanpa menyadari siapa lawan chatting-nya. Riani bercerita tentang perasaannya, tentang ia yang memendam rasa suka pada sahabatnya. Waktu mereka akan membeberkan nama asli masing-masing, listrik di rumah Zafran mati. Kemudian ada saat ketika Zafran yang menyukai Dinda pengen ngobrol lewat telpon, tapi yang angkat telpon malah Arial, sehingga dia langsung menutup telponnya. Di sisi lain, perpisahan mereka membawa beberapa perubahan penting dalam kehidupan mereka. Ian yang jadi semangat untuk lulus, dan Arial yang berhasil punya cewe.

Pertemuan kembali mereka pada tanggal 14 Agustus penuh dengan keharuan dan rasa bahagia. Kelima sahabat saling berpelukan, melepas rasa kangen yang sudah membuncah. Oya, pertemuan kembali ini juga diramaikan dengan kehadiran Dinda yang membuat hati Zafran berbunga-bunga seketika. Oya, kemunculan Dinda ini selalu disertai dengan efek hembusan angin (yang akan membuat rambut panjangnya berkibar-kibar kayak di iklan shampoo) disertai dengan backsound lagunya Ahmad Band, Sudah.
  
Dinda, semua berakhir sudah
Segala rasa yang tlah tertuang
Semua jadi kenangan
Manis mungkin hanyut berdua
Di dalam kekosongan mata hati ini...

Back to the story. Dijadwalkan untuk bertemu pada pukul 7 pagi di Stasiun Senen, mereka kemudian menumpang kereta ekonomi Matarmaja yang menuju Malang. Sesampai di Malang, dengan jip 4x4 (four wheel drive) bak terbuka, perjalanan dilanjutkan ke kawasan Bromo Tengger Semeru. Ternyata kejutan yang direncanakan Genta untuk merayakan persahabatan mereka adalah mendaki Mahameru. Jip yang mereka tumpangi hanya bisa mengantar sampai Desa Ranupani di kaki Gunung Semeru. Selanjutnya rute pendakian harus dilalui dengan berjalan kaki.

Melihat puncak gunung di kejauhan dan membayangkan beratnya perjalanan yang harus ditempuh sempat membuat kelompok merasa sedikit gentar. Namun, mereka berusaha menumbuhkan keyakinan bahwa mereka mampu melaluinya. Inilah yang mereka butuhkan dan mereka yakini akan mampu membawa mereka menuju impian yaitu Puncak Mahameru :

Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas,
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja,
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,
Serta mulut yang akan selalu berdoa…

Dalam perjalanan menaklukkan puncak gunung tertinggi di Jawa (3.676 mdpl) itu, banyak rintangan yang mereka hadapi. Bagi para penonton, mata mereka akan disuguhi pemandangan yang memukau. Ada Ranu Kumbolo yang berkilauan dengan air tawar hijau toskanya, sebuah danau yang sering disebut-sebut sebagai surganya para pendaki di Gunung Semeru. Kemudian Oro-oro Ombo, padang savana yang cantik dengan bunga-bunga lavender di antara ilalangnya, dikelilingi bukit-bukit berpuncak landai. Selanjutnya hamparan awan di bawah kaki para pendaki, seperti samudera di atas langit. Dan tentunya panorama matahari terbit di Puncak Mahameru. 

Ranu Kumbolo (sumber : http://id.wikipedia.org)
Oro-oro Ombo (sumber : http://fittari.blogspot.com)
Sunrise at Mahameru (sumber : http://0jim0.wordpress.com)

Oya, dalam perjalanan menuju Puncak Mahameru, ada yang namanya Tanjakan Cinta. Mitosnya, jika pendaki berhasil melewati tanjakan ini sambil memikirkan kekasihnya, kisah cintanya akan abadi. Syaratnya, jangan sekalipun menoleh ke belakang!

Tanjakan Cinta (sumber : belantaraindonesia.org)

Nonton film 5 cm ini bikin aku pengen ke Mahameru. Minta diajak ama Mr. Banker, ah... Tapi kudu latihan fisik dulu biar kuat. Mr. Banker siy udah pernah kesana, walo sayangnya engga ada dokumentasi. Katanya siy, waktu itu dia belum punya kamera. Hmm, masih kere berarti :p

Eh, tentang filmnya tadi, gimana ending-nya? Akankah 5 sahabat itu mencapai puncak? Akankah ada cinta yang menyatu di Ranu Kumbolo? Nonton sendiri aja kali, ya... Recommended kok, walo beberapa temen yang udah nonton bilang standar aja. Sekedar informasi, 5 cm memecahkan rekor untuk layar terbanyak dalam sejarah perfilman Indonesia. Menurut akun resmi twitter film ini (@5cmthemovie), sebanyak 220 layar yang tersebar di berbagai kota dan bioskop di Indonesia menayangkan film ini.

Aku sendiri, waktu aku tau kalo ada film 5 cm, aku emang udah ngiler pengen nonton film itu. Kenapa? Karena ada Junot. Err... Oke, engga se-cethek itu. Aku udah baca novelnya en menurutku ceritanya keren. Tapi engga pernah kepikiran aja kalo bakal difilmkan. Cos aku pikir, siapa juga mau susah payah bikin film sambil mendaki Semeru. Trus, emangnya gampang, cari artis yang mau syuting sambil naik gunung? Capek bener kayaknya... Hehehe... Tapi ternyata, ada, ya?

Menurut aku, film niy bagus karena selain berhasil mengemas drama, komedi, dan sentuhan romantis dalam satu tampilan, film ini juga tidak lupa menyematkan nilai moral di dalamnya. Pemandangan indah yang disajikan selama lebih dari separuh durasi film tentunya juga menjadi poin utama untuk film ini. Kemudian, film ini juga menanamkan rasa nasionalisme pada anak muda #halah Walo jujur, nasionalismenya agak lebay. Hihihi...

Tentang nasionalisme yang kayaknya selalu berusaha diselipkan oleh Donny pada novel-novelnya, dimunculkan pada adegan di Puncak Mahameru *ups, maap, bocor deh :p*

Seperti yang diucapkan oleh Ian sambil menghadap bendera Merah Putih yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus di Puncak Mahameru:

Saya Ian, saya bangga bisa berada di sini bersama kalian semua... Saya akan mencintai tanah ini seumur hidup saya... Saya akan menjaganya dengan apapun yang saya punya... Saya akan menjaga kehormatannya seperti saya menjaga diri saya sendiri... Seperti saya akan selalu menjaga mimpi-mimpi saya terus hidup bersama tanah air tercinta ini...... ...yang berani nyela' Indonesia... ribut sama gue..!

Di sisi lain, komentar-komentar miring mengenai film ini juga bermunculan. Proses pengambilan gambar selama kurang lebih 3 minggu membuat kawasan Taman Nasional Semeru menjadi rusak dan tercemar oleh sampah. Belum lagi tentang hal-hal detil yang kurang pas. Cewe-cewe sinetron yang naik gunung sambil tetap ber-make up, rambut tergerai, dan celana jeans ketat yang sangat engga banget buat naik gunung! Walo aku belum pernah naik gunung yang bener-bener mendaki, tapi aku udah beberapa kali ke Bromo. Masih 1 kawasan siy, ama Semeru. Bagi penggemar hiking, mendaki Bromo itu mah jauhhh banget kalo dibandingin ama Mahameru! Cuma segitu doang! Gitu kali, komentar mereka. Hehehe...

Dari pengalaman naik Bromo itu, believe me, pake celana jeans buat naik gunung itu engga banget!!! Engga nyaman cos berasa dingin karena jeans yang sudah menyerap kelembaban bakal lama keringnya. Berat, pulak! Trus mereka kok kuat banget gitu, naik gunung engga pake topi! Engga kepanasan apa? Apalagi kebanyakan panas tubuh hilang dari kepala.

Di luar itu semua, film ini patut diacungi jempol! Untuk para kru dan pemain film yang berhasil menjejakkan kakinya di Puncak Mahameru, merekam pesonanya dan memindahkannya ke layar lebar! Menonton film ini mengembangkan rasa bangga memiliki Indonesia, dengan keelokan alamnya yang sungguh mengagumkan! Hmm, kayaknya aku bukan satu-satunya penonton yang pulang dari bioskop, jadi pengen langsung ke Mahameru! :p

Mahameru (sumber : http://tulisaja.com)
Sepanjang menulis tadi, aku terngiang-ngiang lagu Mahameru dari Dewa 19 :

Mahameru berikan damainya
Di dalam beku `Arcapada` 
Mahameru sebuah legenda tersisa 
Puncak abadi para dewa...
 

2 comments:

  1. Wah jadi penasaran sama filmnya..tapi kalo dipinjemin novelnya dulu nggak nolak juga is :D

    ReplyDelete
  2. Hahaha...sayang sekali itu novel terakhir kali dibawa adikku ke SG. Trus sekarang entah dimana -_-

    ReplyDelete