Saturday, 9 March 2013

Ultah Yang Terlupakan

Momen ulang tahun mestinya selalu menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu, dan jelas sangat tepat untuk dirayakan bersama keluarga atau para sahabat. Tapi bagaimana jika para sahabat tersebut tidak mengingatnya? Kisah di bawah ini bukan rekaan, bukan khayalan, dan bukan imajinasi semata. Nama-nama tokoh disini pun bukan fiktif, karena semua yang ada di kisah ini adalah nyata.

Siapakah tokoh utamanya? Ia bernama Ratna. Hah, Ratna yang namanya sering muncul di blog ini, maksudnya? Ya iya lah, siapa lagi coba?! Jadi, para sahabat yang disebutkan di bagian pembuka tadi, yang dengan sangat menyebalkan telah melupakan ultah Si Ratna adalah... Menurut loe? Jelas jawabannya mengacu pada nama-nama yang juga sering ditulis di blog ini, yaitu de Lima, dalam hal ini Ratna tidak termasuk karena ia adalah objek penderita. Jadi tokoh-tokoh antagonis disini adalah aku, Ivna, Yofan, en Budi.

Kejadiannya belum lama. Ultah Ratna jatuh pada tanggal 2 Maret (yup, baru seminggu yang lalu) yang adalah merupakan hari Sabtu. Birthday reminder yang ada pada sistem aplikasi kepegawaian di kantor kami jelas tidak berguna pada hari itu karena ngapain juga kita buka-buka aplikasi kepegawaian di hari libur. Satu-satunya pengingat yang seharusnya selalu kami cek *emang ada ya, kewajiban begituan?* adalah Facebook yang sayangnya pada hari itu de Lima selain Ratna juga lagi males buat fb-an.

Taunya kalo Ratna ultah adalah karena pada Senin pagi (yang mana udah lewat 2 hari dari hari ultahnya), sebelum ngantor, Ratna tiba-tiba bete-bete gitu ama Ivna en aku. Katanya, aku, Ivna, dan juga de Lima yang dua lagi engga ada yang ngucapin met ultah ke dia. Dia ampe bela-belain engga tidur sampe jam 12 malam buat nunggu ucapan dari kita. Tapi hasilnya nihil. Ngedengerin komplainnya Ratna, kami bengong, kami takjub, kami tidak percaya kalo ini nyata! Bahkan Baby Nizam pun ikutan diem waktu nyimak dialog kami bertiga di pagi itu.

Hal selanjutnya yang kami lakukan adalah menggali memori. Bukan, bukan tentang memori tentang saat kami bertiga memulai hidup bersama di kontrakan ini. Haduh, kenapa malah nyambung kesitu ya? Maklum, bentar lagi saatnya tiba untuk perpanjangan kontrak rumah. Yang mana dalam sekejap akan melenyapkan gaji kami. Eh, tadi ngomongin apa? Oya, memori. Aku dan Ivna sekuat tenaga berusaha mengingat kapan seharusnya kami mengucapkan "Happy birthday, Ratna".

Tiba-tiba sebuah tanggal melompat keluar dari sudut benakku. Seperti udah aku sebut di atas, 2 Maret. Aku en Ivna terlalu sibuk dengan tanggal ultah lain. Aku dengan ultah Mr. Banker yang tepat sehari setelah ultahnya Ratna, dan Ivna dengan ultah Baby Nizam yang berselang 5 hari kemudian. Ironis, harusnya tanggal-tanggal ultah yang berdekatan, apalagi orang-orang spesial yang tersayang seharusnya mudah untuk diingat. Hwaaa, kami memang keterlaluan :'(

Perjalanan ke kantor ditempuh dalam diam. Aku yang biasanya nyerocos sambil membonceng Ratna ngerasa engga habis pikir tentang kelalaian kami. Sesampai di kantor, berusaha mencari kambing hitam, aku nyalahin Budi. Secara ultahnya Budi adalah sebelum Ratna, Januari kemarin. Oke, alasan yang engga logis. Absurd, se-absurd kenapa kami berempat bisa melupakan tanggal yang penting bagi Ratna, sahabat kami.

Kalo kata Ivna, sebetulnya kami bukannya lupa, tapi emang engga tau. Toenggg!!! Setelah kami ingat-ingat dengan seksama, dengan cara mengajukan kuis di antara kami berempat, siapa yang inget ultahnya siapa, ternyata kami emang engga inget ultahnya siapa-siapa *mulai nangis* Cos ternyata selama ini yang inget tanggal ultah kami berempat adalah Ratna *nangis terharu* Mengingat jasanya itu, kami merasa sangat terpukul karena kami tidak melakukan hal yang sama. Sebagai sahabat, kami merasa gagal... *nangis sambil guling-guling* Kami juga menyesal karena kehilangan kesempatan untuk minta traktiran *ini kenapa jadi merusak nuansa galau yang sudah tercipta ya?*

So, apa yang bisa kami lakukan untuk meminta maaf? Ratna jelas marah banget ama kita semua saat itu. Ucapan selamat ulang tahun yang udah terlambat untuk dia juga udah engga mungkin bisa diterima. Kalo kami berada di posisi dia, pasti juga bakalan ngerasa gondok banget. Jadi, kebeteannya sangat bisa dimaklumi.

Hmm, kali ini kami membutuhkan extra effort dan extra budget *halah* Aku en Ivna memutar otak. Yofan lagi engga bisa diharapkan buat ikutan mikir karena dia lagi memeras otak juga, lagi konsinyering di Tangerang. Kalo Budi, dia jelas bakal ngikut dengan apa maunya kita. Hehe...

Akhirnya otak brilian kami berdua menemukan jawaban. Secara Ratna suka ama hal-hal yang berbau stroberi, kami memesan strawberry cheesecake secara online di Cheesecake Factory. Kemudian waktu istirahat kami ke Atrium Senen buat beli boneka. Maunya nyari yang bertuliskan "sorry", tapi kami nemunya yang "love you", "be mine", errr...ya sudahlah, engga usah yang ada tulisannya kalo gitu. Plus beli kartu bernuansa merah (biar matching ama stroberi di kuenya nanti). Di kartunya kami tulisin :

" We probably don’t tell you often enough, but we treasure our friendship. Friends like you make every day special! Happy birthday, Ratna!"

Trus aku nyomot setangkai mawar di tempat jaga satpam deket lift kantor. Kita kasih parfum biar wangi. Trus kartu tadi kita tempelin ke tangkai mawarnya.

Selanjutnya, kita pasang lilin di atas cake. Sambil nyalain lilin, kita telpon Yofan yang lagi konsinyering buat ijin ke toilet. Abis itu kita jalan bertiga ke meja Ratna. Aku bawa cake, Ivna bawa boneka, Budi bawa mawar berkartu, trus berempat ama Yofan (via hp yang loudspeaker-nya dalam posisi on) kita berempat nyanyiin "Happy Birthday". Abis itu kita juga minta maaf cos engga inget, eh, lebih tepatnya engga tau ultahnya dia.

Hasilnya? Ratna senyum hepi campur terharu. Yang jelas, dia engga bete lagi en juga maafin kita berempat. Emm, mungkin walo tanpa segala macem tetek bengek itu, dia juga tetep bakal maafin kita. Tapi rasa bersalahnya kita yang engga bisa ilang. Dengan begini, at least kita udah menebus kesalahan kita. Moga engga keulang lagi deh, kelalaian yang model beginian.

Beberapa hari kemudian, waktu Yofan udah ngantor lagi, kita ditraktir makan-makan di The Duck King, Mall Kelapa Gading. Horeee... Happy ending, deh :D

Note :

 

4 comments:

  1. kebayang gimana manyun nya Ratna :)

    thanks ya udah berbagi cerita dan ikutan GA ultah Samara

    ReplyDelete
  2. Hihihi, iya, Bunda Samara :p
    Makasiy udah boleh ikutan GA :D Met ultah buat Samara yaaa :-*

    ReplyDelete
  3. Hehe untungnya happy ending ya Is..Namanya juga manusia ya, tempatnya khilaf dan lupa..tapi kalo udah satu genk gitu harusnya sih inget Is, wong dia aja inget ultah kalian berempat hehehe tapi gpp bisa jadi cerita di masa yang akan datang itu hehe

    ReplyDelete
  4. Lha ya itu, Git, kami berempat kok yo nemen...hahaha...
    Engga usah nunggu masa datang, sekarang ini aja udah jadi cerita. Hihi...

    ReplyDelete