Sunday, 14 April 2013

Diklat = Rehat Sejenak

Seminggu terakhir ini, aku lagi diklat. Lokasi diklatnya di Jakarta sini aja, di daerah Jakarta Barat. Peserta diklatnya dari berbagai penjuru Indonesia, trus kita diasramakan gitu deh. Ketentuan diasramakan ini engga cuma berlaku untuk peserta dari luar Jakarta aja, tapi peserta dari Jakarta juga tidak terkecuali. Ijin bermalam di rumah baru diberikan dengan kriteria khusus, misalnya masih menyusui, suami/istri sakit, semacam itu.

Diklat seminggu kemarin emang jamnya biasa aja. Jam 8 ampe jam 5. Tapi mulai Senin besok ini sampe 5 hari ke depan, kegiatannya bisa dibilang padat banget. Denger-denger, kelasnya bisa sampe jam 10 malem! *siap-siap vitamin* Walo begitu, kalo disuruh milih, enakan diklat ato ngantor, aku lebih milih diklat. Selain nambah ilmu, rasanya menyenangkan bisa kabur sejenak dari kesibukan kantor. Apalagi diklat model sekarang kan emang dirancang lebih fun gitu. Kita belajar sekaligus bergembira #halah

Hal lain yang menyenangkan dari diklat yang diasramakan adalah kamar ber-AC, kamar mandi shower dengan hot/cold water, en makan gratis 3 kali sehari plus coffee break 2 kali sehari. Bener-bener pengiritan besar-besaran. Hihihi... Hal yang lebih menyenangkan lagi adalah bisa reuni ama temen-temen lama!

sempet-sempetnya poto-potoan menjelang post test :p

Senengnya lagi, baru tau kalo ternyata banyak di antara temen-temen aku yang adalah silent reader dari blog ini *dancing* Diklat juga bisa mempertemukan kita dengan orang-orang baru. Berkenalan dengan teman-teman baru sekaligus mendengarkan cerita tentang pengalaman di kantor orang lain kadang emang bisa bikin kita lebih hampa (cos ngerasa beban kerjaan kita lebih berat) tapi kadang juga bisa membuat kita bersyukur (cos ternyata lingkungan kerja kita lebih nyaman, misalnya).

post it aja dibikin berbentuk hati :D

Entah bagaimana, aku ngerasa klop banget sekelompok ama temen-temen baru ini. Dari hari pertama, aja kita udah dinobatkan sebagai kelompok dengan kemampuan komunikasi interpersonal terbaik. Penilaiannya waktu diskusi kelompok. Ceritanya kita adalah anggota pesawat luar angkasa yang ternyata mendarat jauh dari pesawat induk. Kita dikasih daftar 15 barang yang mungkin dibutuhkan, misalnya makanan, tabung oksigen, pistol. Kita disuruh membuat skala prioritas kebutuhan dari barang-barang tersebut.

Awalnya, masing-masing individu membuat skala prioritas masing-masing. Kemudian, kita diskusikan dengan kelompok untuk menentukan skala prioritas kelompok. Selanjutnya, kita membandingkan hasil kelompok dengan jawaban yang benar (menurut NASA). Trus kita ngitung gap yang timbul antara selisih hasil kelompok dengan kuncinya, dengan rata-rata dari selisih jawaban masing-masing dengan kuncinya. Gap kelompok kita paling tinggi yang mana menunjukkan bahwa masing-masing dari kita bener-bener bisa mengalahkan ego individu demi kelompok. Hadiahnya, coklat Silver Queen untuk masing-masing personil. Hehehe, lumayan...

Jumat sore kemarin aku pulang ke kontrakan. Benernya bisa aja aku tetep stay di Pusdiklat (walo engga disediain makan kalo wiken), tapi aku pengen pulang buat ngambil facial wash-ku yang ketinggalan. Minggu kemaren, waktu aku berangkat ke Pusdiklat dianterin ama Ratna, Ivna, en Baby Nizam (berasa naik haji), aku ngerasa udah bawa semua perlengkapan yang aku butuhin. Waktu udah di dalam taxi, baru nyadar kalo set perlengkapan mandiku ketinggalan. Jadi malam pertama di Pusdiklat diisi dengan nge-mall sekalian belanja perlengkapan mandi. Hihihi...

dianterin ke Pusdiklat ^^

Waktu ngabisin Jumat malem berdua ama Ivna di rumah (cos Ratna lagi pulkam), kita nonton The Curious Case of Benjamin Button di Warner TV. Nontonnya sambil makan popcorn sisa yang dibeli Ratna, Ivna en Yofan waktu nonton di Blitz Kamis kemarin *teganya mereka nonton tanpa aq :'( *


berasa nonton di bioskop :p

Cerita tentang The Curious Case of Benjamin Button dan pelajaran di dalamnya bisa dibaca di postingan selanjutnya, ya...

No comments:

Post a Comment