Monday, 21 October 2013

Behind Closed Door

Judulnya agak lebay, yak. Isi tulisan yang ini memang sedikit mengandung materi dewasa. Kalo disamain dengan rating film, NC-17, lah. Oke, tetep lebay. Engga kok, cuma pengen cerita tentang ruang pengambilan sperma. Jadi begini, pada malam sebelum tindakan, aku udah susah buat bobo. Mr. Banker juga sibuk browsing-browsing tentang ruang pengambilan sperma di BIC (Bunda  International Clinic). Tapi engga nemu. Aku bilang, ya wis, berarti besok aku bakal nulis tentang itu, buat memberi informasi bagi yang membutuhkan. Jadi, ini ceritanya.

Ruangan yang dimaksud ada di bagian belakang BIC. Kita diantar suster kesana. Suster memberi informasi tentang bagaimana memilih film, kemudian apa yang harus dilakukan saat proses pengambilan selesai. Susternya juga ngingetin bahwa prosedur pengambilan tidak boleh dilakukan dengan cara berhubungan. Tahapan satu ini memang bikin para lelaki hampa...

Ruangannya berukuran sekitar 2 x 2,5 m. Disana hanya ada sofa, TV, wastafel,  kotak laundry, dan tempat sampah. Di dekat TV, ada lubang di dinding yang bertutup untuk meletakkan tabung sperma yang berhasil diambil. Halah, berhasil jare -_-" Di tutup lubangnya terdapat informasi cara memilih film dan prosedur yang harus dilakukan setelah sperma diambil. Yaitu letakkan tabung sperma beserta formulir di dalamnya, kemudian bunyikan loncengnya. Nanti petugas di ruangan sebelah akan mengambil dan memprosesnya.








Sederhana banget yak. Sebagai pembanding, ini foto ruang pengambilan sperma di Makmal (foto diambil tanggal 3 November 2012). Waktu itu, lab yang di gedung Fakultas Kesehatan UI lagi renovasi, jadi dipindahkan sementara ke Rukan Sentra Salemba Mas Blok P Lantai 1, Jl. Salemba Raya No 34-36, Jakarta Pusat. Engga tau sekarang udah kembali ke UI ato belum.




Di Makmal, tivinya ada di dinding depan bed. Engga aku poto soalnya waktu kita masuk kesana, filmnya udah disetelin. Engga kita tonton juga, siy, artisnya engga cantik. Males nontonnya :D Eh, tapi di Makmal itu, kalo sperma udah diambil, tabungnya diserahkan ke petugas. Jadi ketemu langsung sama petugasnya gitu, engga kayak di BIC yang cukup ditaruh di lubang dekat tivi.

Aku jadi inget sama cerita dari temenku kalo dia pernah masuk ke ruangan pengambilan sperma di Sam Marie. Ruangannya kayak kamar hotel. Hmm, boleh nginep disitu sekalian, engga? Hihihi...

Kembali ke BIC. Agak disayangkan juga kenapa ruangannya minimalis gitu. Padahal nama kliniknya ada kata "International"-nya. Eh, emang kenapa kalo gitu? Hehe... 

Iseng pengen tau stok film apa yang tersedia di USB-nya BIC. Di bawah pilihan judulnya, ada tahun produksi. Walah, 2009. Jadul amat. Dicoba pilih salah satu, pas diliat, artisnya engga cantik ternyata -_-
Selesai tahapan ini, kalo mau numpang mandi di BIC, boleh aja. Letaknya di lantai 3. Bilang aja ama susternya, ntar dikasih handuk, sabun, en sampo.
Oke, segini aja ceritanya, yak...

No comments:

Post a Comment