Monday, 1 September 2014

Dari Zodiak sampai Soal Memasak

Demi apa mata saya belum bisa merem padahal udah lewat tengah malam gini. Ya wis, nulis aja. Tadi di pesawat, saya baca majalah Travel 3Sixty-nya Air Asia yang engga boleh dibawa pulang itu. Waktu nemu rubrik Zodiak, iseng buat baca juga. Udah lama banget engga baca yang beginian. Sekali-sekali engga papa lah ya, buat lucu-lucuan.

gambar dari sini
Gemini
Kecenderungan Anda untuk menjadi pusat perhatian sudah menjadi bagian dalam hidup. Jangan lupa untuk terus menjadi pribadi yang tenang dan santun agar tetap cantik luar dalam.

Tentang menjadi pusat perhatian... hehe, sepertinya itu sudah menjadi takdir saya *hueks*. Tapi kalimat selanjutnya..haa, mulai kapan Gemini identik tenang dan santun? Gemini is the life of the party! Kayaknya yang bikin rubrik ini lagi lieur.

Monday, 25 August 2014

Marine-Term Anti Cellulite Treatment, A Hardcore Spa

Ini judul apaan siy, yang aku pilih? Hihihi.. I really have no idea to think about anything else to put on my subject. Halah, iki lapo se, atek ngomong Enggres. Maklum, pembaca, saya baru saja memeras otak untuk nulis tentang "Kenapa saya pengen ke Western Australia" in English yang di postingan sebelum ini sempat saya sebut-sebut. Itu tulisan udah saya email ke... Olik. Kalo ada yang belum tau Olik itu siapa, dia adalah adik saya. Lah, kok malah ke Olik, bukan ke panitia? Maksudnya biar dikoreksi dulu, gitu, sama dia. Bukan masalah Spelling and Grammar-nya siy. Kalo itu gampang, aktifin aja Tools-nya di Microsoft Word. Tapi saya pengen minta masukan soal isinya, gitu. Plus minta dibuang beberapa kalimatnya. Secara yang saya tulis ternyata melebihi persyaratan jumlah kata yang diminta panitia. Hihihi, memeras otaknya terlalu kenceng niy, ampe nulisnya kebanyakan :p

Doakan tulisan saya hasil revisiannya Olik nanti berhasil menawan hati para panitia jadi saya bisa diajak ke Western Australia ya... #khusyukberdoa Buat yang ngarep bisa baca tulisan saya dalam bahasa Inggris yang acak adul itu, mohon maap kalo saya membuat kecewa, karena tulisan itu engga saya tulis di blog. Hehe, maklum, challenge yang diberikan oleh panitia di #WegoHangout kemarin memang bukan nge-blog tapi menulis email :D

Anti Mainstream

Yak, niy saya bisa tiba-tiba nulis karena insomnia yang udah lama engga kambuh mendadak muncul lagi. Harusnya insomnia gini bisa dipake buat hal-hal yang lebih produktif, misalnya nyelesein notulen rapat seminggu lalu plus liputan halal bihalal kantor yang mana mengundang Aa' Gym sebagai penceramah. Duh, tapi engga semangat juga nulisnya #pegawaitidakteladan #jangandicontoh

Ya wis, yang engga berhubungan dengan kerjaan deh. Mengingat sekarang para pencari tiket murah sedang berburu seat gratis di Air Asia, saya jadi inget tentang kompetisi blog 10 tahun Air Asia, yaitu menulis cerita  tentang bagaimana Air Asia mengubah hidup saya yang bisa diikutkan lomba. Sapa tau jadi pemenang trus berangkat ke Nepal. Sayangnya pengalaman saya dengan Air Asia yang sangat mengena di hati engga jauh-jauh dari rasa sebel karena cancellation fee-nya yang mahal. Bisa siy, dibilang mengubah hidup. Yaitu saya menjadi orang baik yang suka bagi-bagi tiket :p Tapi kalopun ditulis kayanya engga bakal menang cos jelas engga bakal bikin manajemen Air Asia merasa tersanjung. Yah, bisa aja siy, menjelang detik-detik terakhir lomba, saya tiba-tiba dengan berapi-api menuangkan kisah tentang hidup saya yang berubah karena Air Asia - entah di bagian hidup yang mana, tapi jelasnya sekarang lagi engga mood buat nulis itu.

Wednesday, 13 August 2014

Hai Hai...

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh...

Hihihi, lama engga ngeblog, saya kok jadi mendadak syar'i begini yak :p Maklum, masih bulan Syawal *langsung keinget kalo belum puasa Syawal*. Untuk mengawali tulisan kali ini, saya ingin mengucapkan:

mohon maap lahir batin yeee....

Tulisan ini dibikin untuk mengobati kerinduan para pembaca yang udah nagih-nagih tulisan terbaru saya. Jadi seneng deh, dikangenin begini! *peluk satu-satu* *trus ngajak poto bareng en bagi-bagi tanda tangan* Kaget sendiri begitu ngecek blog, tulisan terakhir diposting tanggal 27 Juni. Duh, parah banget!

Sebelum menulis lebih lanjut, ijinkan saya menjelaskan alasan kenapa saya lama banget engga update blog. Pertama, saya sibuk berpuasa *itu bukan kesibukan, tapi kewajiban kaleee*. Kedua, saya sibuk mudik en berlebaran yang mana berarti banyak jadwal unjung-unjung ke sodara. Emm, yang terakhir masih bukan alasan yang pas juga, siy -_-

Friday, 27 June 2014

Merasakan Sensasi Berada di Dalam Film dengan 4D Experience

Caution :
Jangan dibaca kalo ada niatan nonton Transformers 4DX. Tapi kalo cuma pengen nonton versi 2D ato 3D, don't worry, disini saya engga bakal ngebocorin ceritanya, kok.

sensasi "I'm in the movie" (gambar dari sini)

Aku udah pernah cerita, belum ya, kalo aku ketiduran waktu nonton film Transformers entah yang keberapa. Kalo engga salah siy, Transformers 2. Walopun waktu itu udah milih versi 3 dimensi, tetep aja aku udah ngerasa ngantuk banget padahal belum juga 1 jam nonton. Jadinya kemarin lusa waktu Ivna ngajakin nonton Transformers 4 : Age of Extinction, aku langsung menolak dengan keras. Aku bilang, kalo dia mau nonton berdua Ratna, engga apa-apa, ntar aku nonton film lainnya. Tapi trus Ivna bilang, dia pengen nonton yang 4DX alias versi 4 dimensinya. Wah, kalo itu, boleh deh. Cos sensasinya jelas beda. Karena kehabisan tiket untuk kemarin lusa yaitu Premiere-nya, jadi kita beli yang besoknya aja alias kemarin malem (hari Kamis).

Tuesday, 24 June 2014

Berkurang Satu Tahun Usiaku...

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 19 Juni, saya ultah, loh! #kadomanakado Trus tiba-tiba kepikir aja buat nge-review momen-momen ultah saya 6 tahun terakhir. Kenapa 6 tahun? Karena di perayaan ultah saya tahun 2009 alias 6 tahun lalu, saat itulah Mr. Banker meminta saya untuk menjadi istrinya. Padahal waktu itu kita sedang tidak berstatus pacaran, alias lagi putus. Anehnya, kok saya mau ya? Yah, itu salah satu keputusan aneh dalam hidup saya yang pastinya engga akan saya sesali seumur hidup, insyaAllah. Sayangnya foto momen tersebut malah engga ada. Maklum, waktu itu kita cuma ngerayain berdua di sebuah kafe di Malang. Saya sempat iseng moto-moto kafenya, tapi karena kamera HP yang saya pakai waktu itu kurang oke, fotonya saya hapus lagi >.< Ya sudahlah, yang penting kenangannya terpatri di hati #asekkk.

Momen ultah berikutnya, yaitu 2010, berdekatan dengan tanggal pengunduran diri saya dari Bank X. Perayaan ultah yang diadakan di sebuah karaoke keluarga di Malang pun sekaligus merupakan perpisahan dengan teman-teman kantor yang saya sayangi. Temanya "Back To The Childhood". Kenapa begitu? Adalah karena momennya juga menjelang pernikahan, yang mana saya akan meninggalkan masa kecil saya *anggep aja kalo udah nikah engga bisa dibilang anak kecil lagi* *oke, alasannya maksa* *biarin deh yang penting hepi*. Sesuai tema, dresscode-nya pun kudu warna-warni. Sampe-sampe Mr. Banker bela-belain beli kaos oranye buat dipake di ultah saya itu. Hihihi...

4 tahun lalu...

Tuesday, 17 June 2014

The Liebster Award - PR Berantai

Dulu, kalo baca-baca blog-nya orang en nemu tentang award antar sesama blogger gitu, saya suka bingung. Itu gimana ceritanya siy, kok bisa dapet award kayak gitu? Maklum, saya memang blogger yang kurang gaul dalam soal per-blogging-an :p Tak disangka tak dinyana, akhir bulan kemarin saya dapet award juga. Langsung dari 3 teman! Oke, engga dalam waktu bersamaan, tapi pastinya deketan lah. Namanya Liebster Award. Liebster Award pertama datang dari Mak Efi pada 23 Mei, selanjutnya 28 Mei dari Mak Riski, dan yang terakhir yaitu 9 Juni diberikan oleh Mak Cova.

sebentuk hadiah manis

Makasiy banyak saya haturkan kepada Mak Efi, Mak Riski, dan Mak Cova yang udah kepikiran nama saya buat dikasih The Liebster Award ini. Sebelumnya saya ceritakan sekilas tentang apa siy, Liebster Award itu? Saya gabungin aja ya, penjelasan dari ketiga emak gaul ini (plus ditambah pemaknaan dari saya sendiri). "Liebster" itu sebuah kata dari bahasa Jerman, yang artinya dalam bahasa Inggris adalah sweetest, kindest, nicest, dearest, beloved, lovely, cute, valued, kind, pleasant. Liebster Award ini semacam PR berantai. Jadi, saya dapet PR untuk bikin sebuah tulisan dan nantinya saya bakal ngasih PR yang sama juga buat 11 teman yang lain. Award ini bisa dibilang merupakan sebentuk hadiah manis dari seorang blogger untuk blogger lainnya dan dimaksudkan sebagai ajang silaturahim atau saling mengenal antar blogger.

Saturday, 7 June 2014

Be Careful What You Wish For, It Might Come True

Warning :
Hati-hati, saya tidak bertanggung jawab atas ancaman kebosanan yang bisa saja melanda saat membaca tulisan tentang saya ini (benar-benar tentang saya!) :D

Dulu ketika masih duduk di bangku SMP, saya dan Olik (adik saya, waktu itu masih SD) diajak oleh Bude menginap di Hotel Hyatt Surabaya (sekarang namanya Hotel Bumi). Kebetulan waktu itu Pakde saya sedang bertugas meng-interview calon pegawai di perusahaannya yang bergerak di sektor perminyakan. Itu pengalaman pertama saya menginap di hotel. Pertama kali menginjakkan kaki di lobi, saya sudah dibuat terkagum-kagum oleh interior ruangannya. Di lobi hotel, saya sempat bertemu dengan Ita Purnamasari yang waktu itu termasuk jajaran artis nge-hits. Sayang jaman segitu belum ada HP berkamera, jadi saya engga bisa minta foto bareng. Halah, boro-boro mikirin HP berkamera, liat HP aja belum pernah kayanya >.<

Setelah malamnya saya menikmati tidur di ranjang empuk, paginya saya diajari sedikit tentang table manner, oleh Bude saya sendiri. Sebelumnya sempat bertengkar dengan Olik di kamar mandi karena saya pengen berendam di bath tub tapi sabun cairnya udah dihabisin duluan sama dia. Lagian itu anak cowo, kecil-kecil udah genit aja, pake acara berendam di bathtub segala -_- Eh, tapi sampai sekarang dia tetap suka berendam. Kesukaannya berendam itu sekarang disalurkannya di bak mandi yang lebih luas, yaitu dengan diving di laut. Hehehe...

Friday, 6 June 2014

Pada Suatu Siang

Pada suatu siang di hari libur yang membuat hari-hari di sekitarnya resmi menjadi hari kecepit nasional, setelah sebuah hanimun singkat yang lumayan melelahkan, terjadilah adegan disertai dialog di bawah ini.
Si istri membuka mata, menengok jam di HP yang menunjukkan jam 12 lewat. Langsung ngeh kalo selesai sholat Subuh tadi pagi dia tidur mulu. Kemudian menoleh ke arah suami yang lagi nyender nonton tipi di sampingnya.
Suami : "Udah bangun, Ndut?"
Istri : "Ya ampun, aku dari tadi bobo mulu ya, Hunn?"
Suami : "Lah, baru nyadar tho?"
Istri : "Kamu engga tega buat ngebangunin aku, ya?"
Suami : "Iya" (sambil tersenyum...dari matanya terpancar cinta yang tulus)

Sunday, 18 May 2014

Menulis Kebahagiaan

Ini ceritanya saya lagi bosen nulis tentang traveling. Hahaha, padahal utang cerita saya masih banyak banget! Mohon dimaafkan, ya... Saya ingat pada suatu ketika Mr. Banker protes tentang isi blog saya yang terkadang terlalu blak-blakan membuka cerita antara dia dan saya. Duh, maaf, istrimu ini memang terlalu ekstrovert. Hah, gitu doang permohonan maafnya? Hmm, engga lah.

Saya sendiri punya alasan kenapa menuliskan banyak hal tentang dia. Hal-hal yang sebagian besar merupakan hal yang membahagiakan buat saya. Sebenarnya, fokusnya bukan pada Mr. Banker, tapi pada kebahagiaan itu sendiri. Kebahagiaan lain yang juga saya dapatkan dalam hidup ini, dari traveling misalnya, atau dari kebersamaan bersama teman-teman, juga saya tuangkan dalam tulisan-tulisan saya. Bahkan kebahagiaan yang mungkin bagi orang lain engga penting macam shopping, beli buku, juga menjadi ide tulisan saya.

menulis kebahagiaan...

Saturday, 10 May 2014

Rembulan Bersinar Lagi

Dari kemarin-kemarin saya udah gatel banget pengen nge-blog, tapi apa daya kerjaan lagi overload. Hmm, kayanya saya udah sering banget pake alasan ini, ya, tapi serius, kali ini bener-bener serius. Saya sampe engga sempat istirahat. Makan siang pun cari yang instan. Bener-bener instan, yaitu indomie goreng pake telor. Minta dibikinin ama Mpok Siti. Mpok Siti ini OB kantor. Sungguh bukan makanan yang tepat untuk orang sibuk yang bahkan paginya juga belum sarapan. Sangat tidak sehat! *udah tau tapi tetep aja makan itu*

Aktivitas minggu ini diawali dengan dinas ke Bandung untuk sebuah training selama 2 hari. Rabunya langsung berkutat ama persuratan terkait acara company visit mahasiswa dan juga rapat penyusunan Annual Report. Masih ditambah dengan nerima konsultasi dari mahasiswa UI yang mau riset di kantor. Parahnya, niy anak dateng jam 11.58. Dari awal janjian, aku udah negesin dia mau dateng jam berapa. Dijawab sebelum jam istirahat. Hmm, dipikir-pikir lagi, dia emang dateng sebelum jam istirahat siy, tepatnya 2 menit menjelang istirahat. Bagusss...

Terkait panitia Company Visit, jelas saya juga yang nunjuk-nunjuk orang. Gliran milih MC, nama pertama yang terpikir adalah Yofan. Waktu minta tolong ke dia, langsung ditolak. Bukan apa-apa, tanggal pelaksanaan Company Visit itu 13 Mei, padahal dia berangkat ke Jepang tanggal 10. Ya jelas aja engga bisa. Iya, dia mau liburan ke Jepang selama 10 hari. Sasaran berikutnya adalah Ade yang pernah jadi partner sekejap saya di Humas sebelum kemudian dimutasi ke Bidang lain dan saya merana karena engga punya partner kecuali atasan saya. Ade langsung nolak dengan alasan sibuk. Bete juga siy dengernya, tapi masa iya saya engga mau percaya.

Tuesday, 29 April 2014

Belajar Berinvestasi dengan Reksa Dana

Sekitar 2 minggu yang lalu, kantorku ngadain In House Training alias IHT untuk pegawai dengan tema Financial Planning. Narsumnya Mba Titis dari QM Financial. Btw, Mba Titis ini sempet heboh diberitakan di media terkait dugaan penculikan. Maksudnya, Si Mba Titis yang diculik. Walo ternyata di akhir cerita tidak demikian adanya. Btw, di hari yang sama, tepatnya pada sore harinya, aku dikasihtau temen kalo ada berita tentang Ferdy Hasan yang ngelaporin QM Financial karena merasa dirugikan saat menjalankan rekomendasi dari penasehat keuangannya di sana.

Terlepas dari itu semua, ilmu yang aku dapatkan saat training engga ada salahnya lah, aku bagi dikit-dikit. Benernya ini request dari temen-temennya Widi yang nyuruh dia nge-share hasil training. Si Widi ini temen dari kantor sebelah yang gara-gara liat statusku di Path langsung pengen ikutan. Sebagai peserta gelap, dia duduk bareng aku yang kebagian tugas jadi MC di pinggir ruangan. Bukan apa-apa, untuk training gratis yang dinamai Lunch and Share ini, pesertanya emang dibatasi 20 orang saja. Oya, pada dasarnya QM Financial memang sering mengadakan acara semacam ini. Tapi kalo bukan karena Ivna yang tantenya kerja disana, kita engga bakalan tahu juga siy...

saya sedang ngemsi

Friday, 25 April 2014

Kartinian di Kantor

Hari ini tadi kita di kantor ada acara Kartinian. Emang telat siy, secara udah tanggal 25. Tapi di kantorku, acara-acara beginian emang cuma bisa pake hari Jumat. Jadi engga papa lah, ya, telat dikit. Dari kemarin lusa kita udah rempong aja. Nyari baju buat disewa. Trus kemarin malem juga nyempetin mampir Atrium buat beli alas bedak secara punya kita masing-masing kayanya udah kadaluarsa. Nyampe rumah masih heboh ngumpulin peralatan lenong biar engga kelupaan dibawa. Pas hari H-nya, bela-belain berangkat ke kantor pagi-pagi biar bisa dandan di kantor. Aku kebagian tugas ngedandanin diri sendiri (ya iyalah) plus Ratna en Ivna, terutama dalam hal pemakaian alis, eyeshadow, en eyeliner. Yang lainnya (jilbabnya Ivna en cepolnya Ratna), aku angkat tangan. Hihihi...

Powerpuff Girls

Ada 3 lomba yang diadakan, yaitu lomba masak nasi goreng untuk cowo, lomba fashion show baju daerah, dan lomba karaoke lagu daerah. De Lima pastinya ikut berpartisipasi, dunk.

Friday, 11 April 2014

Mengusir Kebetean karena Engga Bisa Nyoblos

Saatnya cerita yang hepi-hepi, yuk. Setelah mengalami kemuraman karena ditolak ikutan nyoblos di TPS, kami berangkat nge-mall ditemani Si Putih. Abis Sholat Dhuhur kami menuju Pondok Indah Mall alias PIM. Lumayan jauh siy, dari rumah. Tapi untuk momen kecewa kali ini, boleh lah ya... Dari mulai masuk mobil, Nizam minta "ama Titi", abis itu dia minta botol susunya, trus dia bobo deh sepanjang jalan.

pegang botol susu langsung merem

Nyampe PIM, muter-muter dulu cari parkiran, akhirnya dapet di sebuah space beratap di deket pintu masuk mall. Pas udah masuk mall, muter-muter lagi, plus naik turun eskalator buat cari maksi, sampe akhirnya kami berhenti di sebuah resto bernama The Playground.

Thursday, 10 April 2014

Kisah Penolakan Tiga Perempuan Cantik yang Pengen Nyoblos

gambar dari sini

Kemarin tanggal 9 April, di kontrakan udah heboh aja dari pagi. Kami bertiga selaku penghuni kontrakan terpojok pada ngegalau, enaknya ikutan nyoblos apa engga. Sebagai warganegara yang baik, kami pengennya ikut menggunakan hak pilih kami. Apalagi didukung dengan banyaknya sponsor yang mewarnai pelaksanaan Pemilu kali ini, makin mengobarkan semangat kami untuk turut memberikan suara. Yaitu Starbucks, Baskin and Robbins, Giant, Matahari, de el el, jelas makin menguatkan langkah kita untuk menuju TPS. *jadi yang bener alasannya apa siy?*

Abis mandi pagi, dengan semangat menggebu-gebu kami menuju TPS (Tempat Pemungutan Suara, bukan Tempat Pembuangan Sampah, ya) terdekat yang adalah di halaman rumah kami. Tentang penggunaan halaman ini, dari semalam udah bikin heboh juga siy. Ceritanya aku flashback sebentar ke malam sebelumnya. Masuk gerbang rumah, kami langsung bengong aja demi ngeliat tenda biru udah berdiri di halaman. Bukan masalah tendanya siy, bukan pula karena kami bertanya-tanya, pernikahan siapa ala lagu jadulnya Desy Ratnasari. Tapi karena kami ngeliat di halaman bertenda biru udah engga ada mobil-mobil milik para tetangga. Yang ngejogrok disitu cuma satu, yaitu Si Putih alias mobilnya Ivna doang. Waduh, jadi engga enak ati sama beberapa panitia yang berjaga disitu. Bisa jadi mereka udah ngegerundel dari sore "Ini mobil siapa siy, engga disingkirin dari tadi, kita kan mau ngediriin tenda buat Pemilu besok".

Monday, 7 April 2014

Trekking Terpaksa, Sekantong Buku, dan Nongkrong di Pinggir Jalan

Entah kenapa di liburan long wiken kemarin, trekking semacam menjadi rutinitas baru bagiku. Seperti belum cukup dengan trekking 1 jam di hutan demi menikmati pesona "Tanah Lot", hari terakhir long wiken pun harus diwarnai dengan trekking. Oya, sebelum kalian mulai bertanya-tanya kenapa musti jalan kaki dulu sebelum mencapai "Tanah Lot", harap diketahui bahwa tanda kutip yang memagari dua suku kata di atas aku kira sudah cukup untuk menunjukkan bahwa "Tanah Lot" yang aku maksud disini bukanlah Tanah Lot yang di Bali. Sebuah penampakan serupa Tanah Lot telah aku temukan di ujung barat Pulau Jawa. Jangan pula percaya kalo aku menemukannya, karena memang bukan aku penemunya. Hehehe... Cerita tentang "Tanah Lot" dan keindahan-keindahan lain yang aku nikmati pada trip singkat yang aku ikuti bersama Mba Via kemarin akan aku tulis di postingan tersendiri ;)

Tanah Lot di ujung barat pulau Jawa

Elf yang membawa rombongan trip kami dari Ujung Kulon baru tiba di Jakarta lewat tengah malam. Mba Via yang tinggal di Bandung jelas engga mungkin langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung. Sesuai rencana, ia menginap di rumahku untuk kemudian keesokan paginya menumpang travel ke Bandung. Dini hari itu kami berdua pun baru bisa beristirahat pada jam 1.45. Sepertinya kami baru tidur sebentar ketika alarm jam 5 membangunkan kami untuk sholat Subuh. Setelah sholat, Mba Via pun langsung bersiap untuk berangkat. Aku sempat membeli nasi uduk di depan rumah untuk sarapan. Jam 6.30, kami pun berangkat ke pool Day Trans di Atrium Senen dengan menumpang bajaj.

Tuesday, 1 April 2014

Beruntung karena Kebetulan Beruntun

There is no such thing called concidence. Engga ada yang namanya kebetulan. Ada loh, yang bilang kayak gitu. Tapi aku engga tau, alasan apa yang bisa menyebabkan penampakan foto di bawah ini, selain karena beberapa kebetulan yang terjadi sambung-menyambung. Kebetulan-kebetulan yang sebenarnya bahkan engga ada hubungannya!

aku nyempil di pojokan

Seumur hidup, aku engga pernah punya keinginan bisa berfoto bersama Presiden. Walopun di masa kecilku, selama bertahun-tahun aku disuguhi foto ayah yang berjabat tangan dengan Presiden (waktu itu masih era Pak Soeharto) yang mana dipajang di ruang tamu, aku tetep engga pernah merasa pengen.

Friday, 21 March 2014

Dua Ibu Laundry

tampilan siang ini

Postingan yang dimulai dengan narsis ini bukan tentang #OOTD alias Outfit Of The Day. Cuma mau ngasih tau kalo model jilbabku ini udah mendapat pujian dari paling tidak 3 orang. Kenapa aku bilang paling tidak? Karena bisa aja ada temen yang nyimpen pujiannya dalam hati *ih, geer banget siy* *trus dikeplak orang sekantor*

Padahal kalo tau asal muasal aku tumben-tumbenan pake jilbab kayak gini pasti bakalan pada nangis saking sedihnya, trus rame-rame minta sumbangan untuk ditaruh di kaleng yang ditempelin kertas bertuliskan "Coins for Isti". Lah, kok bisa?

Thursday, 20 March 2014

Ketika Para Blogger Menjelma Menjadi Model

Minggu kemarin aku udah cerita tentang gladiresik fashion show, maunya langsung disambung dengan postingan cerita tentang Hari H. Apa daya, ada berita duka yang datang di Kamis sore. Aba, ayah dari Mr. Banker dipanggil Allah sekitar jam 2. Mr. Banker baru kasih kabar jam 3.30an, pas aku lagi sosialisasi di sebuah pabrik. Entah kenapa disana aku engga dapet sinyal buat Tab-ku, jadi engga bisa langsung browsing cari tiket. Selesai sosialisasi jam 4, langsung deh, browsing tiket di mobil. Eh, tetep aja susah dapet sinyal.

Nyampe kantor, walopun dengan koneksi internet kantor yang entah kenapa lagi lemot banget, Alhamdulillah aku berhasil dapet tiket Garuda jam 10 malem. Dapet harga termurah, pulak. Padahal udah parno aja baru bisa pulang besok paginya. Ternyata untuk Garuda, maksimal pembelian tiket adalah 4 jam menjelang keberangkatan. Jadilah malemnya aku langsung terbang ke Sidoarjo.

Dari Jumat ampe Senin, aku bersibuk-sibuk ria karena acara tahlilan yang dihelat tiap hari plus para tamu yang engga abis-abis. Koleganya Aba dan Ibu memang banyak, jadi ya amat sangat bisa dimaklumi. Berasa agak bersalah balik ke Jakarta sebelum rangkaian acara tahlilan selesai, apalagi Ibu dalam kondisi sakit. Setelah cek darah, dibilang gejala tipus, mungkin karena kecapean. Disusul adik ipar yang juga ikutan sakit. Sempat punya dua pasien, jadinya. Apa daya aku engga bisa cuti lama-lama. Jadi aku nyampe Jakarta lagi Senin malem. 

Wednesday, 12 March 2014

A Busy Saturday

Sabtu kemarin, tumben-tumbenan jadwal berasa padet banget. Bangun pagi dengan susah payah karena malemnya baru bobo jam 2an gara-gara Mr. Banker baru dateng lewat tengah malem. Terpaksa udah kudu cabut dari kontrakan pagi-pagi karena mau jemput Ayah di Gambir. Lah, tumben Ayah tiba-tiba ke Jakarta, sendirian pulak! Hmm, adalah karena Ayah pengen kenalan ama eyangnya Rima di Depok *Rima is my new sist*. Waktu nikahannya Rima en Olik kemarin, Si Eyang engga bisa dateng cos bandara Juanda en Abdul Rahman Saleh ditutup gara-gara Kelud meletus. Jadi ayah belum sempat kenalan. Oya, Jumat pagi Mama udah nyampe duluan di Jakarta. Nginep di kost Rima. Alasannya, engga mungkin juga kan, nginep di rumahku cos lagi ada Mr. Banker. Hihihi...

Nyampe Gambir jam 6.15, Ayah udah nunggu sekitar 15 menit di dekat pintu selatan. Rima ama Mama belum nyampe. Waktu ditelpon, bilangnya malah belum berangkat. Hadehhh... Engga tau deh, di antara mereka berdua siapa yang lebih rempong. Hehe...

Singkat cerita, Rima en Mama nyampe juga di Gambir trus kita langsung capcus naik taksi ke rumahku. Ceritanya mereka penasaran akan kontrakanku yang baru. Apalagi Mama. Pake acara naik tangga trus ketok-ketok kamar Ratna segala :p Yang ada, Ayah en Rima ngintil di belakangnya. Sebelum capcus ke bandara buat jemput Olik, kita juga sempat poto rame-rame di depan rumah :D

bersama orang-orang tercinta

Monday, 3 March 2014

Just For My Dear Husband

Aku sebel kalo aku bbm kamu, karena seringkali aku harus menunggu lama sampai kamu membacanya. Tapi itu melatihku untuk tidak terlalu bergantung padamu.
Aku stres kalo musti ngebangunin kamu pagi-pagi, karena susah sekali untuk bisa membuat matamu terbuka. Walo dengan demikian, aku jadi berusaha lebih sabar dalam menghadapimu dan mengerti apa maumu.
Aku bete kalo kamu mengingatkanku saat aku mulai menggendut. Namun aku jadi berusaha menjaga berat badanku biar engga makin naik lagi.
Aku takut kalo kamu udah marah karena jadi terlihat menyeramkan. Walo dari situ aku jadi menyadari kesalahanku.

Dan aku paling engga suka sama ketidaksukaanmu membuat rencana jauh-jauh hari. Aku masih engga bisa memahami kenapa kamu begitu.
Kamu bahkan pernah mengatakan padaku seperti ini :
"Kalo kamu bertanya 'Apakah kamu mencintaiku hari ini?', aku akan menjawab 'Iya.'
Kalo kamu bertanya 'Apakah kamu mencintaiku tiga hari lagi?', aku masih akan menjawab "Iya."
Namun kalo kamu bertanya 'Apakah kamu mencintaiku 5 hari lagi, seminggu lagi, sebulan lagi, setahun lagi, sepuluh tahun lagi, dan seterusnya?', aku belum bisa menjawabnya. Kamu harus mengulang pertanyaan itu padaku 5 hari kemudian, seminggu kemudian, sebulan kemudian, setahun kemudian, sepuluh tahun kemudian, dan seterusnya."
Aku masih sulit untuk memahami itu...

Wednesday, 26 February 2014

Dompet Ato Kopiah?

sumber dari sini

Beberapa waktu lalu, gambar di atas lumayan ngehits. Wara-wiri di Path ama profile picture BB. Parahnya, beberapa kali aku termasuk komunitas pengguna dompet kopiah ini. Alias suka bawa dompet yang nyaris ato bahkan engga ada isinya.

Aku memang termasuk orang yang jarang nyimpen duit cash banyak-banyak di dompet. Alasannya biar engga gampang tergoda beli-beli gitu. Padahal alasan ini engga kuat juga benernya. Secara pilihan pembayaran udah banyak, bisa pake kartu debit ato kartu kredit. Kalopun engga bisa gesek, masih bisa lari bentar ke ATM terdekat. Solusi tercepat dan terenak adalah ngutang temen yang lagi jalan bareng. Tapi apa jadinya kalo EDC alias mesin gesek engga berfungsi, atm jauh banget, en temen-temen engga bisa diberdayakan sebagai kreditur gratis?

Thursday, 6 February 2014

Cerita yang Tertinggal dari Konser Mahakarya Ahmad Dhani vs Indra Lesmana

Konser Mahakarya Ahmad Dhani vs Indra Lesmana ini benernya udah berlangsung agak lama. Tepatnya hari Senin, tanggal 20 Januari 2014 kemarin. Cuma aku aja yang belum sempet nyeritain. Walopun siangnya aku sempat sakit perut, sampe-sampe engga bisa ikutan nge-dance bareng Ivna en Ratna, bagaimanapun nonton konser must go on! Alhamdulillah menjelang pulang kantor, perutku udah engga kumat lagi. Kita skip aja cerita tentang naik ojek menuju TKP *lagian engga ada yang bisa diceritain seputar naik ojek*, langsung aja kita menuju lokasi antrian masuk ke Plenary Hall Jakarta Convention Center tempat konser berlangsung.

Adu Bintang 2

Sampai di lokasi, aku dan Ratna nukerin tiket dulu di booth. Sebelumnya kami sudah membeli online. Pada saat bersamaan, Yofan ngebeliin mendoan dulu di depan gedung. Hihihi, engga oke banget ya, mau nonton konser yang judulnya Mahakarya tapi cemilannya mendoan. Dibungkus kresek item, pulak. Tapi biarin, ah, penonton tribun ini. Kalo kami pegang tiket Platinum trus ngemil mendoan dari kresek item, baru deh, keliatan kurang matching :p

Kabar-Kabur Terbaru

Pagi ini dimulai dengan sebuah kecelakaan kecil. Ceritanya Ivna en aku nganterin Nizam ke Day Care-nya seperti biasa. Dari kemarin-kemarin, walaupun pagi-pagi hujan udah mengguyur kota metropolitan tercinta ini, kami berempat tetep aja ngantor. Kemarin aja waktu ujannya deres banget en kentongan tanda bahaya di kampung udah dibunyikan, tak ada yang bisa menghentikan semangat kami untuk menembus hujan menuju kantor kesayangan *oke, lebay* *sok profesional* *aslinya engga rela kalo gaji dipotong* Benernya kasian Nizam siy, tiap hari digempur hujan kalo mau berangkat ke sekolah, tapi mau gimana lagi :'( Be tough, ya :-*

we can make it  through the rain!

Lanjut ke kejadian tadi pagi. Waktu aku turun dari motor sambil ngegendong Nizam, aku kepeleset gitu. Kok bisa? Yah, penyebabnya adalah kombinasi antara lantai yang licin, sandal yang udah tipis, plus takdir :'( Posisi jatuhku terjengkang menimpa tasku sendiri. Trus Nizam gimana? Alhamdulillah baik-baik saja tak kurang suatu apa. Adalah karena waktu jatuh, aku langsung ngangkat Nizam ke atas biar dia engga ikutan jatuh.

Wednesday, 29 January 2014

Pulang ke Kotaku

Karena Mr. Banker dimutasi ke Malang, otomatis aku jadi sering pulang ke Malang, dunk. Walo awal tahun barusan udah sempet pulang, minggu kemarin aku pulang lagi. Yang aku tuju pastinya tempat-tempat kuliner yang belum sempat aku datengin waktu pulang di awal Januari. Minta ijin buat pulang cepet (potong gaji pastinya), aku memilih penerbangan ke Malang. Landing di bandara Abdul Rahman Saleh, lumayan lama juga nungguin Mr. Banker. Setengah jam lebih. Aku jadi penumpang terakhir yang tertinggal di bandara. Emang kenapa musti lama gitu? Mr. Banker lagi sibuk bangetkah di kantor ampe telat ngejemput? Engga juga siy, tapi mobilnya lagi masuk bengkel. Hihihi...

Spot kuliner pertama yang kita tuju adalah Pangsit Mie Bromo Pojok. Duh, udah lama banget engga kesini. Terakhir kesini, ada kali, 3 tahun yang lalu. Waktu itu aku yang lagi ada kerjaan di deket situ janjian maksi bareng ama Mr. Banker. Udah kangen banget ama pangsit mie-nya! Oya, walopun namanya mengandung kata "Bromo", lokasinya bukan di Jalan Bromo ya, tapi di Jalan Pattimura 53. Kali ini, aku memesan Pangsit Mie Spesial (Rp 15.500) dan es campur artistik (Rp 9500). Begini penampakannya...

yummy...

Sunday, 19 January 2014

Kegelapan yang Berujung Nge-mall

Aku paling engga suka sama yang namanya gelap. Semalam bisa dikatakan semacam nightmare buat aku. Awalnya aku kebangun tengah malam, lalu menemui kenyataan bahwa kebocoran di langit-langit kamar udah makin meluas aja. 1 ember gede en 1 ember sedang yang udah aku letakkan di lantai ternyata tidak cukup luas permukaannya untuk menampung tetesan air yang ada di berbagai titik di langit-langit kamar.

Turun dari tempat tidur, maksudnya mau cari sesuatu buat nampung air hujan. Pas buka pintu, tiba-tiba, pettt...lampu mati gitu aja. Mau teriak engga mungkin juga. Bisa ngebangunin tetangga-tetangga sebelah *maklum, rumah di gang sempit* Jadi galau kudu gimana. Pas mau balik ke tempat tidur, engga usah peduli aja ama bocor, dari jendela terlihat sambaran kilat disertai gludukan petir. Duhhh, kok jadi horor gini yak, suasananya. Tanpa berpikir panjang lagi, aku memilih lari ke lantai bawah.

Waktu membuka pintu kamar Ratna, aku ngeliat dia lagi bobo. Aku panggil-panggil, engga bangun juga. Ya wis, aku nyusruk aja ke tempat tidurnya. Mau bobo lagi ternyata susah. Mau update status juga engga bisa secara BB en Tab ketinggalan di tempat tidur atas. Ya wis, aku tengkurep aja, mencoba merem.

Tuesday, 14 January 2014

Mall ke Mall Bersama Mr. Banker

Punya suami yang suka nge-mall itu menyenangkan, loh. Engga bakal ngeluh walopun kudu nemenin kita nge-mall berjam-jam. Lah, ngapain ngeluh, lha dianya juga enjoy kok :D Seperti Sabtu barusan, dari pagi Mr. Banker udah bilang kalo dia pengen nyari kemeja biru polos buat ngantor. Padahal pas ke Jakarta bulan Desember kemarin udah beli juga. Yo wes, sakarepe wae, aku sebagai fasilitator, ya nemenin aja.

Awalnya aku ajak ke Plaza Semanggi. Sebelum mencari apa yang dibutuhkan, kita makan dulu. Aku ngajakin ke Bong Kopitown. Penasaran aja pengen kesana gara-gara liat tampilannya yang unik, kayak penjara gitu. Piringnya aja kayak piring yang dipake di penjara kayak aku liat di tipi-tipi gitu. Disitu, aku memesan Penang Noodle en Shaved Yoghurt. Mr. Banker memesan nasi lemak pake ayam (ada pilihan ikan juga) en ice chocolate. Rasanya? Enak-enak aja kok. Suasananya juga nyaman. Tapi pastinya konsep kopitiam yang didirikan oleh Bong Chandra ini berhasil menyajikan hal yang berbeda. Lebih lanjut tentang Bong Kopitiam, di postingan tersendiri ya...

pesenanku tersaji di piring seng

Tuesday, 7 January 2014

Semangat ya, Nizam!

Di  tengah kepusingan mencari kontrakan baru, ada rutinitas baru yang kita lakukan. Btw, minta tolong kepada siapapun yang punya info kontrakan 3 kamar di bilangan Jakarta Pusat, kabarin aku, ya. Kontrakan tercinta kita udah abis masa sewanya Maret nanti. Mau tetep stay disitu rasanya engga sreg gara-gara banyak diprotes temen dan keluarga karena lokasinya yang agak susah dijangkau *maklum masuk gang sempit*, mana udah bocor dimana-mana, pulak!

Mulai kemarin, kegiatan rutin setiap pagi adalah berangkat kantor, absen, trus bareng Ivna nganterin Nizam ke sekolah. Wait, Nizam udah gede aja gitu, dalam waktu singkat, kok tiba-tiba udah disekolahin aja? Pastinya engga, lah. Umurnya sekarang masih 22 bulan. Tapi karena problem ART yang tak berkesudahan sehingga Nizam terpaksa dibawa ke kantor tiap hari karena engga ada yang jagain di rumah, akhirnya Ivna memutuskan untuk berganti haluan. Dua kali patah hati karena ART yang pulang dan engga bisa balik ke Jakarta lagi, dilanjutkan dengan problem ibu-ibu metropolis masa kini kebanyakan yang kesulitan mendapatkan ART, Ivna mempertimbangkan Day Care sebagai solusi atas permasalahannya.

Monday, 6 January 2014

Romantisnya Mr. Banker

Dalam film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, ada sebuah kalimat yang diucapkan  Zainuddin (diperankan oleh Junot) yang masih aku inget :
"Tidak ada kebahagiaan paling besar di dunia ini kecuali kebahagiaan cinta..."

Dan tiba-tiba, malam ini aku pengen menulis tentang Mr. Banker.

Tadi sore, waktu aku lagi numpang makan di kamar Ivna, ada telpon masuk ke Tab-ku. Karena tanganku belepotan, itu panggilan telpon aku abaikan. Ntar aja deh aku cek selesai makan, pikirku. Selesai makan, aku kelupaan buat ngecek. Setengah jam kemudian, aku baru tau kalo yang telpon tadi adalah Mr. Banker. Pas ngecek BB, disana juga ada notifikasi misscall darinya. Ada bbm juga. Isinya, foto berbagai model sunglasses. Aku baru ngeh ternyata dia mau ngebeliin aku, jadi aku disuruh memilih model mana yang aku suka. Lah, secara itu bbm dari Mr. Banker udah terkirim sekitar setengah jam lalu, trus hasil akhirnya gimana? Aku telpon balik aja deh.

Sekilas percakapan yang terjadi :

Si istri : "Maap, maap, tadi lagi makan pake tangan. Itu kenapa tiba-tiba pengen ngebeliin?"
Mr. Banker : "Aku tadi kan ngambilin kacamatamu yang udah jadi (note : minggu lalu si istri dianterin ke Optik Seis di Makassar buat pesen kacamata baru). Trus ada promo buy 1 get 1 free untuk sunglasses."

Sunday, 5 January 2014

Update Terbaru di Tahun Baru

Aku udah pernah cerita kan, kalo Ivna mulai beberapa bulan yang lalu udah nge-blog juga, ngebahas seputar ngemil en traveling. Yang pengen baca tulisan mamahnya Nizam ini, boleh banget mampir ke www.therakhshan.blogspot.com. Dia lumayan rajin nulis, loh! Pernah tuh, gara-gara dia ngerasa kepanasan di kereta en engga bisa bobo, dia bikin draft tulisan di Note-nya, ampe 4 aja, gitu! Produktivitas Ivna dalam nge-blog ini bikin aku terintimidasi termotivasi, apalagi mengingat tulisanku di bulan Desember kemarin cuma 1 aja. Sungguh mengenaskan :'(

Kalo mau niat, buanyak buanget cerita yang bisa aku share disini. Masih inget, engga, waktu aku bilang dokter menyarankanku buat refreshing... jalan-jalan, gitu. Jadilah di bulan Desember kemarin aku jalan-jalan mulu. Dimulai dari wisata kuliner di Bandung (sama Mr. Banker), lanjut ke Bogor (kondangan), trus ke Bandung lagi (kali ini urusan kerjaan), lanjut ke Semarang-Solo-Sragen sama Ivna en Ratna (plus Ade), trus ke Makassar. Eh, bulan Januari ini ke Malang, pulak! Sayangnya edisi Makassar en Malang-nya mengandung unsur menderita.

Menderita gimana tho? Aku ceritain ya... Warning : karena cerita di bawah ini penuh dengan penderitaan, sangat bisa dimaklumi kalo akan membosankan. Boleh berhenti  membaca disini sebelum menyesal ato langsung skip aja ke acara tahun baruan bersama de Lima ;)