Thursday, 6 February 2014

Cerita yang Tertinggal dari Konser Mahakarya Ahmad Dhani vs Indra Lesmana

Konser Mahakarya Ahmad Dhani vs Indra Lesmana ini benernya udah berlangsung agak lama. Tepatnya hari Senin, tanggal 20 Januari 2014 kemarin. Cuma aku aja yang belum sempet nyeritain. Walopun siangnya aku sempat sakit perut, sampe-sampe engga bisa ikutan nge-dance bareng Ivna en Ratna, bagaimanapun nonton konser must go on! Alhamdulillah menjelang pulang kantor, perutku udah engga kumat lagi. Kita skip aja cerita tentang naik ojek menuju TKP *lagian engga ada yang bisa diceritain seputar naik ojek*, langsung aja kita menuju lokasi antrian masuk ke Plenary Hall Jakarta Convention Center tempat konser berlangsung.

Adu Bintang 2

Sampai di lokasi, aku dan Ratna nukerin tiket dulu di booth. Sebelumnya kami sudah membeli online. Pada saat bersamaan, Yofan ngebeliin mendoan dulu di depan gedung. Hihihi, engga oke banget ya, mau nonton konser yang judulnya Mahakarya tapi cemilannya mendoan. Dibungkus kresek item, pulak. Tapi biarin, ah, penonton tribun ini. Kalo kami pegang tiket Platinum trus ngemil mendoan dari kresek item, baru deh, keliatan kurang matching :p

tiket kami

Saat kami sudah memegang tiket, kami pun mengantri di tempat yang sudah disediakan, sambil ngemil mendoan *ini penting buat diceritain*. Antrian untuk nonton konser ini berlapis tiga. Melewati antrian pertama, kehebohan terjadi. Pas udah ngelewatin penjaga, kita baru tau kalo kita salah antrian. Trus ama penjaganya kita disuruh geser gitu aja ke antrian satunya. Yang salah engga cuma kita siy, tapi banyak. Emang salah panitianya yang engga ngasih petunjuk untuk membedakan antrian tribun 1 dan tribun 2.

Pergeseran kami ke antrian tribun 1 langsung disambut dengan omelan dari seorang sosialita disana. "Mas, antri dong, kamu kan laki". Entah apa hubungannya antri dengan laki, yang jelas pada intinya dia meminta kami untuk antri lagi di belakang. Yofan pun membela diri, mengatakan kalo kita bergeser kesana karena disuruh satpam. Tapi daripada memperpanjang masalah, kami pun bergerak ke belakang rombongan sosialita tersebut.

Kemudian kami berbisik-bisik sendiri, ngebahas kenapa tuh orang rese banget, padahal tiketnya sama-sama tribun ini. Eh, tapi kalo kami duduk di kursi Silver, Gold, ato Platinum, di tiket pasti udah ada nomor kursinya jadi engga perlu antri biar dapet tempat duduk terdepan >.< Tak disangka, tiba-tiba si sosialita tadi kepo en bertanya dengan suara keras... emm, lebih tepatnya berteriak-teriak, "Ngomongin apa itu di belakang? Ayo jawab! Kalo engga, gue gampar loe!"

Teriakan si sosialita judes tadi memancing banyak pengunjung lain untuk menonton perseteruan yang terjadi. Waduh, niy sosialita bikin malu aja deh. Yofan udah bingung kudu bersikap gimana buat menyetop kebawelan si sosialita, jadilah dia mendesis, "sssttt..." seperti mendiamkan anak kecil yang sedang rewel. Aku ama Ratna yang ngeliat caranya menenangkan si sosialita malah pengen ngikik, tapi kuatir situasi bakal lebih runyam. Diminta diam, si sosialita malah lebih nyolot, "Kenapa? Kamu malu ya? Biarin! Saya akan membuat kamu lebih malu lagi!" Dia juga sempat mengucapkan kata-kata kasar yang sangat engga layak untuk ditulis disini.

Oke, ini makin aneh. Untunglah sebelum situasi bertambah panas, panitia dan satpam berusaha melerai. Beberapa pengunjung lain juga terlihat membela kami, ada yang dengan cara menepuk-nepuk pundak Yofan, ada juga yang dari kejauhan tersenyum menguatkan. Hmm, pasti karena kami terlihat seperti serombongan anak-anak unyu tak berdosa yang mendapat tindakan sewenang-wenang *pasang tampang innosens*

Melewati pemeriksaan tiket kedua, kami melihat rombongan sosialita itu menuju ke gerai makanan dulu. Ya elah, kalo masih mau makan, kenapa musti heboh gitu  ketika antriannya cuma kegeser dikit -_-" Padahal setelah antrian kedua ini, kita masih kudu ngantri lagi untuk masuk ke dalam Hall. Jadi omelan si sosialita di depan tadi bener-bener engga worth it deh.

Walo diawali dengan menelan omelan-omelan engga jelas dari si sosialita tadi, di antrian ketiga, kami tetep dapet posisi agak depan. Sehingga ketika akhirnya pintu Hall dibuka pada jam 8 en penonton menyerbu masuk, Alhamdulillah kami masih dapet tempat di depan. Tapi secara namanya tribun, sedepan-depannya ya tetep aja jauh dari panggung >.<

selfie dulu pas udah dapet tempat duduk

Tiket konser ini sepertinya masih banyak yang engga kejual. Sampai menjelang jam 9, masih banyak kursi kosong.

poto ini diambil pada jam 20.52

Sambil menunggu konser dimulai, penonton disuguhi pemutaran berbagai video klip terutama dari para artis yang bernaung di bawah Republik Cinta Management. Tontonan yang kelamaan ini membuat penonton gelisah dan mulai tak sabar. Sayangnya seruan "Huuu" dari penonton tak juga mendapat respon yang diharapkan. Sampe akhirnya ketika jam menunjukkan pukul 9 malam, konser dimulai. Diawali dengan overture yang merupakan medley beberapa lagu ciptaan Indra Lesmana dan Ahmad Dhani, dilanjutkan dengan lagu "Dunia Boleh Tertawa" yang dibawakan oleh penyanyi aslinya yaitu Titi DJ, hanya saja kali ini ia ditemani oleh Ruth Sahanaya dan Judika.

Dunia boleh tertawa kar'na kita bahagia 
Kita yang tak ingin menipu diri sendiri
Dunia boleh berkata 'ku terikat padanya 

Dan aku akan mengakui

Titi DJ, Uthe dan Judika di panggung yang jauh banget

Dalam konser Adu Bintang 2 yang disponsori oleh KFC ini, total ada sekitar 26 lagu yang dibawakan oleh banyak artis, yaitu Ari Lasso, Sammy, Judika, Titi DJ, KD, Uthe, BCL, Mulan Jameela, Marcell, Mike, Monita, Eva Celia, Fatin, Mikha Angelo, dan Isa Raja. Pastinya bergantian antara lagu milik Ahmad Dhani dan lagu dari Indra Lesmana. Dari seluruh lagu yang ditampilkan, akan ada 11 lagu yang akan dialbumkan.

Oya, dalam konser ini, artis yang paling sering tampil adalah Mulan Jameela. Ada 5 lagu yang dibawakannya, belum termasuk lagu penutup. Tapi engga papa, cos istrinya Dhani penampilannya oke selalu. Ada juga penampilan yang mengundang kehebohan penonton terutama penonton cewe, yaitu kemunculan Al yang membawakan seikat bunga kepada Eva Celia yang udah nyanyi duluan di panggung. Mereka berdua membawakan lagu Kasidah Cinta. Wow, dua anak dari kedua musisi tampil bareng. Pas diajak ngobrol ama ayahnya, malah jadi awkward gitu deh.

Ku jatuh cinta kepadamu
Saat pertama bertemu
Salahkah aku terlalu mencintai
Dirimu yang tak mungkin
Mencintai aku
Oh Tuhan, tolong …

penampilan bareng anak-anak kedua musisi

Selain Al, penampilan yang membuat heboh penonton cewe adalah penampilan dari Mikha Angelo. Sempat sepanggung dengan Ari Lasso dan Judika untuk membawakan lagu "Kirana".

Kirana jamah aku, jamahlah rinduku 
Takkan pernah usai cintaku padamu 
Hanya kata yang lugas yang kini tersisa 
Kuingin rasakan cinta...
 
Saat menonton penampilan mereka bertiga, yang ada aku malah kasian ama Mikha. Abisnya Ari Lasso ama Judika lebih sering kayak nyanyi berdua aja, pake acara pandang-pandangan. Si Mikha dicuekin. Di akhir lagu, Ari Lasso malah merangkul Judika untuk kemudian jalan bareng ke balik panggung. Si Mikha ditinggalin gitu aja jalan sendirian. Apakah karena beda generasi? Sabar ya, Mikha... *pukpuk Mikha*

Saat tampil di panggung, Ari Lasso sempat mengucapkan kalimat yang memancing tawa penonton, "Bagi saya, Indra dan Dhani sama-sama idola. Indra adalah idola dalam hal musikal. Kalo Dhani, idola dalam hal kriminal." :))))

Di tengah konser, sempat diputar video wawancara kepada para artis pendukung, tentang siapa yang paling handal di antara Indra Lesmana dan Ahmad Dhani. Ada yang pro Indra, ada yang pro Dhani, ada juga yang bilang kalo keduanya sama-sama handal. Bagi aku sendiri, mereka berdua engga bisa dibandingin, ya. Secara yang satu di jalur pop, satunya lagi di jazz.

Aku sendiri kesini dengan tujuan utama menonton penampilan Indra Lesmana, karena udah menggemari lagu-lagunya dari mulai SD. Walo banyak lagunya yang udah jadul, sedikit-banyak aku masih hapal liriknya. Paling suka ama lagu "Hanya Untukmu" yang aslinya dinyanyikan oleh Indra Lesmana dan Sophia Latjuba, yang dalam konser ini dibawakan dengan apik oleh Marcell dan Monita. Aku tadi mencoba browsing lirik lagu ini tapi engga nemu. Aku tulisin lengkap aja, deh. Menurutku, niy lagu liriknya romantis abis ;)

HANYA UNTUKMU
(by : Indra Lesmana & Sophia Latjuba)

Ingin 'ku coba sepenuh hati
Untuk ungkapkan kepadamu
Cinta yang t'lah merekah di dalam jiwa 

Begitu lama waktu berlalu
Tanpa hadirmu di sisiku
Kini sekedip mata terasa indahnya


Peluklah diri ini kasih

Bersama kita jelang bahagia yang menanti
Dan jangan kau lepaskan lagi
Cintaku hanya untukmu

Sampai hidup berakhir

Mungkinkah nanti akan abadi
Kisah cinta yang t'lah terukir
Oh, asmara kita berdua
Untuk s'lamanya...

Kalo pas nampilin lagu-lagunya Indra Lesmana, Ratna en Yofan keliatan merana. Maklum, mereka banyakan engga ngertinya. Si Yofan ampe sempat ketiduran -_-"

Di konser ini, Ahmad Dhani dan Indra Lesmana juga sempat bertukar lagu. Yang pertama Indra membawakan "Cinta Kan Membawamu Kembali".

Cinta 'kan membawamu kembali disini
Menuai rindu, membasuh perih
Bawa serta dirimu, dirimu yang dulu
Mencintaiku apa adanya


Selanjutnya disusul Dhani dengan "Jangan Duakan Cintaku".

Kali ini..... 
Setiap kau sebut namanya
Kau membuat hati ini bergejolak
Kuakui aku cemburu 

Kuakui aku cemburu
Jangan kau duakan cintaku

Mereka juga membawakan lagu baru yang digubah oleh mereka berdua, berjudul "Manusia".

Kar'na aku hanyalah manusia biasa
Darah dan dagingku
Tulangku tercipta
Dosa dan kesalahan
Dalam niscaya
Kar'na aku memang hanyalah manusia


Menjelang jam 12 malam, Titi DJ, Ruth Sahanaya, Sammy Simorangkir dan Mulan Jameela membawakan lagu "Laskar Cinta". Aku udah hampa aja, mengira lagu ini adalah lagu penutup konser. Bukan apa-apa siy, menurutku lagu ini kurang greget aja, gitu.

Laskar cinta
Sebarkanlah benih-benih cinta 
Musnahkanlah virus-virus benci 
Virus yang bisa merusakkan jiwa
Dan busukkan hati 

Aku pun akhirnya bernafas lega ketika masih ada lagu lain yang menyusul yaitu Ekspresi yang dibawakan oleh seluruh pendukung acara, sekaligus merupakan lagu penutup konser Mahakarya ini.

Mari berkarya
Dalam puisi dan lagu
Musik dan tari
Layar perak panggung gerak
Adalah tempat kita
Insan dunia ekspresikan diri


"Ekspresi" by all artist

Keluar dari Hall, perasaan kami kok biasa aja, ya. Engga yang hepi hepi gimana, gitu. Kayanya penonton lain juga merasakan hal yang sama, soalnya aku liat banyak penonton yang meninggalkan gedung sebelum konser usai. Konser ini sepertinya lumayan bikin boring. Menurutku, nonton konser ini berasa nonton acara peringatan ulang tahun sebuah stasiun TV yang mana bahkan aku pun udah males buat nonton acara begituan sekarang -_-" Padahal penampilan artis pendukungnya oke semua, loh.

Alasannya mungkin karena interaksi para musisi dengan penonton yang kurang. Ato mungkin juga karena posisi kami yang terlalu jauh dari panggung. Entahlah... Yang jelas rasanya engga hepi seperti waktu nonton konser Yovie and His Friends, yang mana waktu itu kita kayak engga pengen pulang, masih pengen larut bersama lagu-lagunya Mas Yovie :'(

Baiklah, sekian late post dari aku :)

No comments:

Post a Comment