Tuesday, 29 April 2014

Belajar Berinvestasi dengan Reksa Dana

Sekitar 2 minggu yang lalu, kantorku ngadain In House Training alias IHT untuk pegawai dengan tema Financial Planning. Narsumnya Mba Titis dari QM Financial. Btw, Mba Titis ini sempet heboh diberitakan di media terkait dugaan penculikan. Maksudnya, Si Mba Titis yang diculik. Walo ternyata di akhir cerita tidak demikian adanya. Btw, di hari yang sama, tepatnya pada sore harinya, aku dikasihtau temen kalo ada berita tentang Ferdy Hasan yang ngelaporin QM Financial karena merasa dirugikan saat menjalankan rekomendasi dari penasehat keuangannya di sana.

Terlepas dari itu semua, ilmu yang aku dapatkan saat training engga ada salahnya lah, aku bagi dikit-dikit. Benernya ini request dari temen-temennya Widi yang nyuruh dia nge-share hasil training. Si Widi ini temen dari kantor sebelah yang gara-gara liat statusku di Path langsung pengen ikutan. Sebagai peserta gelap, dia duduk bareng aku yang kebagian tugas jadi MC di pinggir ruangan. Bukan apa-apa, untuk training gratis yang dinamai Lunch and Share ini, pesertanya emang dibatasi 20 orang saja. Oya, pada dasarnya QM Financial memang sering mengadakan acara semacam ini. Tapi kalo bukan karena Ivna yang tantenya kerja disana, kita engga bakalan tahu juga siy...

saya sedang ngemsi

Friday, 25 April 2014

Kartinian di Kantor

Hari ini tadi kita di kantor ada acara Kartinian. Emang telat siy, secara udah tanggal 25. Tapi di kantorku, acara-acara beginian emang cuma bisa pake hari Jumat. Jadi engga papa lah, ya, telat dikit. Dari kemarin lusa kita udah rempong aja. Nyari baju buat disewa. Trus kemarin malem juga nyempetin mampir Atrium buat beli alas bedak secara punya kita masing-masing kayanya udah kadaluarsa. Nyampe rumah masih heboh ngumpulin peralatan lenong biar engga kelupaan dibawa. Pas hari H-nya, bela-belain berangkat ke kantor pagi-pagi biar bisa dandan di kantor. Aku kebagian tugas ngedandanin diri sendiri (ya iyalah) plus Ratna en Ivna, terutama dalam hal pemakaian alis, eyeshadow, en eyeliner. Yang lainnya (jilbabnya Ivna en cepolnya Ratna), aku angkat tangan. Hihihi...

Powerpuff Girls

Ada 3 lomba yang diadakan, yaitu lomba masak nasi goreng untuk cowo, lomba fashion show baju daerah, dan lomba karaoke lagu daerah. De Lima pastinya ikut berpartisipasi, dunk.

Friday, 11 April 2014

Mengusir Kebetean karena Engga Bisa Nyoblos

Saatnya cerita yang hepi-hepi, yuk. Setelah mengalami kemuraman karena ditolak ikutan nyoblos di TPS, kami berangkat nge-mall ditemani Si Putih. Abis Sholat Dhuhur kami menuju Pondok Indah Mall alias PIM. Lumayan jauh siy, dari rumah. Tapi untuk momen kecewa kali ini, boleh lah ya... Dari mulai masuk mobil, Nizam minta "ama Titi", abis itu dia minta botol susunya, trus dia bobo deh sepanjang jalan.

pegang botol susu langsung merem

Nyampe PIM, muter-muter dulu cari parkiran, akhirnya dapet di sebuah space beratap di deket pintu masuk mall. Pas udah masuk mall, muter-muter lagi, plus naik turun eskalator buat cari maksi, sampe akhirnya kami berhenti di sebuah resto bernama The Playground.

Thursday, 10 April 2014

Kisah Penolakan Tiga Perempuan Cantik yang Pengen Nyoblos

gambar dari sini

Kemarin tanggal 9 April, di kontrakan udah heboh aja dari pagi. Kami bertiga selaku penghuni kontrakan terpojok pada ngegalau, enaknya ikutan nyoblos apa engga. Sebagai warganegara yang baik, kami pengennya ikut menggunakan hak pilih kami. Apalagi didukung dengan banyaknya sponsor yang mewarnai pelaksanaan Pemilu kali ini, makin mengobarkan semangat kami untuk turut memberikan suara. Yaitu Starbucks, Baskin and Robbins, Giant, Matahari, de el el, jelas makin menguatkan langkah kita untuk menuju TPS. *jadi yang bener alasannya apa siy?*

Abis mandi pagi, dengan semangat menggebu-gebu kami menuju TPS (Tempat Pemungutan Suara, bukan Tempat Pembuangan Sampah, ya) terdekat yang adalah di halaman rumah kami. Tentang penggunaan halaman ini, dari semalam udah bikin heboh juga siy. Ceritanya aku flashback sebentar ke malam sebelumnya. Masuk gerbang rumah, kami langsung bengong aja demi ngeliat tenda biru udah berdiri di halaman. Bukan masalah tendanya siy, bukan pula karena kami bertanya-tanya, pernikahan siapa ala lagu jadulnya Desy Ratnasari. Tapi karena kami ngeliat di halaman bertenda biru udah engga ada mobil-mobil milik para tetangga. Yang ngejogrok disitu cuma satu, yaitu Si Putih alias mobilnya Ivna doang. Waduh, jadi engga enak ati sama beberapa panitia yang berjaga disitu. Bisa jadi mereka udah ngegerundel dari sore "Ini mobil siapa siy, engga disingkirin dari tadi, kita kan mau ngediriin tenda buat Pemilu besok".

Monday, 7 April 2014

Trekking Terpaksa, Sekantong Buku, dan Nongkrong di Pinggir Jalan

Entah kenapa di liburan long wiken kemarin, trekking semacam menjadi rutinitas baru bagiku. Seperti belum cukup dengan trekking 1 jam di hutan demi menikmati pesona "Tanah Lot", hari terakhir long wiken pun harus diwarnai dengan trekking. Oya, sebelum kalian mulai bertanya-tanya kenapa musti jalan kaki dulu sebelum mencapai "Tanah Lot", harap diketahui bahwa tanda kutip yang memagari dua suku kata di atas aku kira sudah cukup untuk menunjukkan bahwa "Tanah Lot" yang aku maksud disini bukanlah Tanah Lot yang di Bali. Sebuah penampakan serupa Tanah Lot telah aku temukan di ujung barat Pulau Jawa. Jangan pula percaya kalo aku menemukannya, karena memang bukan aku penemunya. Hehehe... Cerita tentang "Tanah Lot" dan keindahan-keindahan lain yang aku nikmati pada trip singkat yang aku ikuti bersama Mba Via kemarin akan aku tulis di postingan tersendiri ;)

Tanah Lot di ujung barat pulau Jawa

Elf yang membawa rombongan trip kami dari Ujung Kulon baru tiba di Jakarta lewat tengah malam. Mba Via yang tinggal di Bandung jelas engga mungkin langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung. Sesuai rencana, ia menginap di rumahku untuk kemudian keesokan paginya menumpang travel ke Bandung. Dini hari itu kami berdua pun baru bisa beristirahat pada jam 1.45. Sepertinya kami baru tidur sebentar ketika alarm jam 5 membangunkan kami untuk sholat Subuh. Setelah sholat, Mba Via pun langsung bersiap untuk berangkat. Aku sempat membeli nasi uduk di depan rumah untuk sarapan. Jam 6.30, kami pun berangkat ke pool Day Trans di Atrium Senen dengan menumpang bajaj.

Tuesday, 1 April 2014

Beruntung karena Kebetulan Beruntun

There is no such thing called concidence. Engga ada yang namanya kebetulan. Ada loh, yang bilang kayak gitu. Tapi aku engga tau, alasan apa yang bisa menyebabkan penampakan foto di bawah ini, selain karena beberapa kebetulan yang terjadi sambung-menyambung. Kebetulan-kebetulan yang sebenarnya bahkan engga ada hubungannya!

aku nyempil di pojokan

Seumur hidup, aku engga pernah punya keinginan bisa berfoto bersama Presiden. Walopun di masa kecilku, selama bertahun-tahun aku disuguhi foto ayah yang berjabat tangan dengan Presiden (waktu itu masih era Pak Soeharto) yang mana dipajang di ruang tamu, aku tetep engga pernah merasa pengen.