Monday, 25 August 2014

Marine-Term Anti Cellulite Treatment, A Hardcore Spa

Ini judul apaan siy, yang aku pilih? Hihihi.. I really have no idea to think about anything else to put on my subject. Halah, iki lapo se, atek ngomong Enggres. Maklum, pembaca, saya baru saja memeras otak untuk nulis tentang "Kenapa saya pengen ke Western Australia" in English yang di postingan sebelum ini sempat saya sebut-sebut. Itu tulisan udah saya email ke... Olik. Kalo ada yang belum tau Olik itu siapa, dia adalah adik saya. Lah, kok malah ke Olik, bukan ke panitia? Maksudnya biar dikoreksi dulu, gitu, sama dia. Bukan masalah Spelling and Grammar-nya siy. Kalo itu gampang, aktifin aja Tools-nya di Microsoft Word. Tapi saya pengen minta masukan soal isinya, gitu. Plus minta dibuang beberapa kalimatnya. Secara yang saya tulis ternyata melebihi persyaratan jumlah kata yang diminta panitia. Hihihi, memeras otaknya terlalu kenceng niy, ampe nulisnya kebanyakan :p

Doakan tulisan saya hasil revisiannya Olik nanti berhasil menawan hati para panitia jadi saya bisa diajak ke Western Australia ya... #khusyukberdoa Buat yang ngarep bisa baca tulisan saya dalam bahasa Inggris yang acak adul itu, mohon maap kalo saya membuat kecewa, karena tulisan itu engga saya tulis di blog. Hehe, maklum, challenge yang diberikan oleh panitia di #WegoHangout kemarin memang bukan nge-blog tapi menulis email :D

Anti Mainstream

Yak, niy saya bisa tiba-tiba nulis karena insomnia yang udah lama engga kambuh mendadak muncul lagi. Harusnya insomnia gini bisa dipake buat hal-hal yang lebih produktif, misalnya nyelesein notulen rapat seminggu lalu plus liputan halal bihalal kantor yang mana mengundang Aa' Gym sebagai penceramah. Duh, tapi engga semangat juga nulisnya #pegawaitidakteladan #jangandicontoh

Ya wis, yang engga berhubungan dengan kerjaan deh. Mengingat sekarang para pencari tiket murah sedang berburu seat gratis di Air Asia, saya jadi inget tentang kompetisi blog 10 tahun Air Asia, yaitu menulis cerita  tentang bagaimana Air Asia mengubah hidup saya yang bisa diikutkan lomba. Sapa tau jadi pemenang trus berangkat ke Nepal. Sayangnya pengalaman saya dengan Air Asia yang sangat mengena di hati engga jauh-jauh dari rasa sebel karena cancellation fee-nya yang mahal. Bisa siy, dibilang mengubah hidup. Yaitu saya menjadi orang baik yang suka bagi-bagi tiket :p Tapi kalopun ditulis kayanya engga bakal menang cos jelas engga bakal bikin manajemen Air Asia merasa tersanjung. Yah, bisa aja siy, menjelang detik-detik terakhir lomba, saya tiba-tiba dengan berapi-api menuangkan kisah tentang hidup saya yang berubah karena Air Asia - entah di bagian hidup yang mana, tapi jelasnya sekarang lagi engga mood buat nulis itu.

Wednesday, 13 August 2014

Hai Hai...

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh...

Hihihi, lama engga ngeblog, saya kok jadi mendadak syar'i begini yak :p Maklum, masih bulan Syawal *langsung keinget kalo belum puasa Syawal*. Untuk mengawali tulisan kali ini, saya ingin mengucapkan:

mohon maap lahir batin yeee....

Tulisan ini dibikin untuk mengobati kerinduan para pembaca yang udah nagih-nagih tulisan terbaru saya. Jadi seneng deh, dikangenin begini! *peluk satu-satu* *trus ngajak poto bareng en bagi-bagi tanda tangan* Kaget sendiri begitu ngecek blog, tulisan terakhir diposting tanggal 27 Juni. Duh, parah banget!

Sebelum menulis lebih lanjut, ijinkan saya menjelaskan alasan kenapa saya lama banget engga update blog. Pertama, saya sibuk berpuasa *itu bukan kesibukan, tapi kewajiban kaleee*. Kedua, saya sibuk mudik en berlebaran yang mana berarti banyak jadwal unjung-unjung ke sodara. Emm, yang terakhir masih bukan alasan yang pas juga, siy -_-